Halaman

Kamis, 21 Mei 2026

MENIKMATI MEGAH DAN INDAHNYA MESJID TERBESAR CAMII TOKYO EDISI 8

Berada di Tokyo untuk beberapa hari tanpa menyilau ke Mesjid terbesar dan tertua di Jepang sangatrugi rasanya.Ibadah sekaligus menikmati keindahan Mesjid terbesar ini yaitu : Cami Tokyo.Saat berada di Shibuya menjelang sore kami melipir ke Mesjid indah dan tertua di Jepang ini.Islam Negara Sakura ini ini merupakan agama minoritas yang awalnyath 1988  mesjid hanya bisa dihitung jari saja cuma 3  kini berkembang sejak th 2024 terhitung sudah ada 133 mesjid di Jepang.Masya Allah. Tokyo Cami berada di Yoyogi Uehara   1-19 Ōyamachō, Shibuya, Tokyo 151-0065, Japan..


Tokyo Cami didirikan pada 12 Mei 1938 oleh seorang Imigran  Bashkir dan Tatar  asal Rusia yang Saat itu sebagai Pusat Komunitas Muslim bersamaan didirikan sekolah di kawasan Shibuya.Tetapi tahun 1986 terjadi kerusakan parah yang akhirnyaa mesjid di bangun kembali dengan menggunakan arsitektur Ottoman nan megah serasa kita berada di Turki.Mesjid ini dibangun oleh arsitek Muharrem Hilmi Senalp yang kemudian diresmikan pada tgl 30 Juni 2000.Begitu indah dan megahnya dengan pengrajin Turki sebanyak 70 orang dengan import marmernya lansung dari Turki.
Kami datang saat azan Ashar berkumandang.Kita menaiki tangga karena Mesjidnya berada di lantai 2 kawasan Mesjid ini.Kita menuju Toilet tempat wudhu dan juga Toilet melewati Bangunan berdinding Kayu coklat sambil turun tangga ada Toilet Laki laki dan Wanita sangat rapi dan tertata.

                                          

Terlihat ruangan Mesjid terlihat cukup ramai bukan saja dari muslim yang memang mau sholat ashar.Tetapi banyak non muslim yang menikmati wisata religi dan fasilitas Tour dalam Mesjid.Tetapi wisatawan Non Muslim diharuskan menggunakan kerudung yang sudah disediakan .

Interior  Tokyo Camii dibangun dengan gaya arsitektur Ottoman Turki yang pasti sangat kental nuansa Islami.Terlihat  dinding dan langit langit Mesjid bertuliskan Kaligrafi nan indah .Tulisan ayat ayat Al Quran nama Allah ,Rasullulah  dan juga nama nama  keluarga & Sahabat Nabi  & Khalifah .Surat Yasin (1-4),Surat Al Ikhlas (1-4) Asmaul Husna .Masya Allah

Sehabis sholat Ashar Khatib memberikan Khotbah dalam Bahasa Jepang dan  Inggris.Sehingga wisatawan masih bisa lansung mengerti isi Khotbah Khatibnya.Sebenarnya Untuk Kaum Wanita sholat berada di lantai 3(Balkon)  Mesjid .Tapi saya tidak naik ke lantai atas.Tetapi sholat di belakang dengan kursi berada di sekitar para wistawan yang menikmati keindahan Inerior Mesjidnya yang dipenuhi Kaligrafi dan lukisan indah Khas Turki.Para wisatawan juga diberikan tata cara pemakaian kerudung dan pasti tersedia banyak sekali kerudung untuk digunakan wisatawan untuk berpakaian sopan masuk ke rumah Ibadah kaum Muslim.
Mesjid Tokyo Camii tidak saja berfungsi sebagai tempat ibadah Umat Muslim tetapi menjadi Pusat kegiatan dan Budaya Sosial yang terbuka untuk Umum.Berada di Lantai 1 Menjadi tujuan wisata religi dan edukasi bagi wisatawan Muslim yang berkunjung ke Jepang. Berisi foto foto tentang sejarah perkembangan Camii Tokyo.
Sambil melihat beragam informasi kita juga disuguhi Kopi Khas Turki yang dimasak dengan "Pasir" dikenal juga dengan "Sand Coffee" sayang karena antriannya panjang saya tidak jadi ikut antri mencicipi Kopi Khas Turki ini..Kita juga disediakan tempat duduk style turki dengan free Hot tea sambil melepas lelah setelah belajar tentang Islam dan perkembangannya di Jepang.

Ruangan Tokyo Camii terdiri dari beberapa lantai al:
B1F: Ruang Konfrensi Hall
1F: Halal Market
1F : Pusat Kebudayaan islam
2F: Mesjid/Camii (Tempat Ibadah)
3F: Tokyo Camii Institut. 
Ternyata di Lantai 1F terdapat Mini Market dengan makanan Halal .Sayang saya tidak sempat masuk saat sholat masih ditutup.Baru buka setelah kegiatan sholat selesai.Sebelum pulang saya mengambil lembaran Khutbah Jumat saat 27 Maret26 tentang Surat Yasiin menjadi Jantungnya dari Al Quran.Khotbah dalam bahasa Inggris.Sambil menunggu datangnya Taxi saya masih bisa melihat sejarah berdirinya Toky Camii dengan 4 bahasa di dinding luar Mesjid dengan Bahasa Arab,Bahasa Turki dan Bahasa Inggris dan pastinya bahasa Japan. Masya Allah.


to be continued

Senin, 18 Mei 2026

ANEKA KULINER DI TOKYO BIKIN MABUK KEPAYANG EDISI 7

Selama berada di Tokyo kami sengaja di Hotel tidaak order Breakfast selama menginap di Hotel Ginza. Tapi menikmati kuliner demi kuliner sambil merasakan sensasi otentik rasa Original Kuliner Jepang.Apalagi Hanif dan Papanya penikmat Kuliner Jepaang jadi saya harus menjadi follower mereka secara lidah kampuang "Urang Talao" pasti akan pilih pilih yang mau dimakan disini.Taapi harus ngalah dengan si Bungsu didatangi Mama Papanya target makan enak dimulai...pupuah taruih.

1.   SOBA GINZA KAGARI 

Baru sore kami sampai di Tokyo kuliner yang satu ini sudah menjadi target Papa Hanif untuk lansung dicicipi.Atas rekomendasi Bos SN akhirnya malam perdana kami lansung meluncur ke Kawasan Ginza .Hujan gerimis Ginza tidak menyurutkan kami untuk antri panjang 1 jam di gang kecil di Kawasan Pertokoan Ginza.Bila dilihat di Map tidak menyangka gang kecil di dalam liku liku pertokoan mewah Ginza tersembunyi resto kecil yang digandrungi penikmat Kuliner Soba (Ramen).
Setelah pulang dari Jepang saya baru melihat Youtubenya "Jeremo Pollin" ternyata resto kecil ini memang target kuliner  dan enak bagi penikmat Soba..
Soba itu merupakan Mie Tradisional Jepang yang terbuat dari Tepung Buckwheat (Gandum Kuda/Hitam) dengan warna khas kecoklatan atau abu abu dengan tekstur yang kenyal.

Resto di Gang kecil ini menjadi Resto Ramen  populer di Ginza.Berada di gang kecil dengan antri 20 pengunjung karena resto ini termasuk dalam Michelin Guide .Hanya warung kecil yang bisa diisi oleh 7-8 orang saja tidak membuat penikmat kuliner surut walau hujan dibawah payung .Badan dingin berpayung ditengah hujan Tokyo  dan Kaki sudah mulai pegal barulah 1 jam kami masuk ke resto kecil ini setelah duluan order makanan dan lansung bayar dulu sambil kita tetap antri.

Kaki mulai pegal dan Jetlag nich dan tidak terlihat bangku kecil untuk duduk sebentar..Walah..tingkat kesabaran teruji malam perdana datang di Kota metropolitan Tokyo.Menu ada 2 versi bahasa Jepang dan English.Bagi yang tidak bisa baca Kanji masih bisa baca dalam Menu English.Harga yang paling murah 1.200 Y untuk Soba Seafood Broth Ramen.
Jujur saya bukan penikmat kuliner Jepang jadi tidak begitu antusias dibanding Hanif dan Papanya.Terlihat mereka memilih menu andalan Soba ini.Ramen ini dikenal dengan Soba merupakan Sup Kental Kaldu Ayam yang dimasak dengan perlahan serta dipadukan dengan Mie dan topping beragam pilihan yang disukai.Menu Andalannya Tori Paitan Soba(Ayam Kuah Putih ).Hanif memilih menu Special Chicken Paitan Truffle Ramen dan buat saya dipilih Chicken Paitan Ramen.
Makanan datang dengan porsi di Mangkok besar dengan semerbak bau wangi Soba Ayam..Pagi penimkat Ramen9Soba) hidangan in lansung dilahap dengan nikmat dan kenyang.Sementara Saya menikmati 1/2 porsi saya tidak habis bukan karena tidak enak..tapi lebih karena tidak suka..hmm..Minuman yang diberikan Mineral dengan tambahan potongan es...sementara mereka tidak punya Teh Hangat..walah..Bagi penikmat Kuliner Soba (Ramen) jangan diskip ya..resto kecil yang digandrungi di Ginza ini..Hayu dicoba..cusss...Saat kami pulang dari Apart Hanif di ichikawa kami mau makan siang dan Hanif memilih resto ini yang berada  tidak jauh dari Stasiun tempat dia selalu bolak balik pulang kuliah dan sering makan dan bikin tugas di resto ini.

 2. SUSHIRO ICHIKAWA
Ketika kami pulang dari Apart Hanif di Ichikawa kami mau makan siang dan Hanif memilih resto ini yang berada  tidak jauh dari Stasiun Gyiotoku   tempat dia selalu bolak balik pulang kuliah dan sering makan dan bikin tugas di resto ini.Nama resto nya terdengan familiar di telinga orang "Jakarta"  ada resto Jepang "Sushi Hiro" tetapi ini Sushiro.
Sushi itu merupakan Hidangan khas Jepang yang terdiri dari Nasi yang diberi bumbu Garam,Cuka, dan gula dengan beragam Topping atasnya berupa Salmon,Tuna (mentah atau matang),Telor dadar,Udang ,Daging ,sayuran dan banyak lagi lainnya.

Setelah kami masuk dan order meja dan struknya keluar  dimana kita bisa order menggunakn QR yang tertera di struk tadi.kita tunggu posisi meja yang akan kita tempati.Setelah no antri kita keluar dan duduk di meja .Hanif mulai order via beragam shusi yang mau dimakan.Sushiro Resto ini hampir punya 1000 store di seluruh Jepang.

Untuk peralatan makan,cangkir,Tisue basah tersedia di meja khusus yang bisa diambil sesuai kebutuhan.Semua serba self service jadi harus terbisa untuk ambil sendiri.Conveyor belt maknan juga sudah mulai terlihat dibeberapa resto Jepang di Jakarta sudah mulai menggunakannya.Makanan yang diorder akan ditaruh di conveyor blet dan berhenti persis di depan no meja kita. Praktis..

Menu disini cocok dengan lidah saya. Ada tempura ebi furai,Telor Dadar ,Salmon matang dan beberapa shusi yang saya masih bisa makan.Tanpa sadar Hanif sudah order beragam menu Grilled Salmon Belly radish,Samon shusi,Salted Beef rib Sushi,Salmon Basil Mayo cheese.
Bahkan disini tersedia Kopi Panas " Brazilian Hot Black Coffee" dan Frozen mango untuk  dessert buahnya.
Terlihat tumpukan piring shusi di meja ternyata memang 1 menu 1 piring sehingga wajar kalau dia sendiri makan bisa 10-15 piring sendiri.Resto ini ramah untuk kantong"Anak kuliahan".makanya Hanif sering nongkrong dan bikin tugas di sini.
Walau menurut dia ini standar kantong anak kuliah.Ternyata menunya cocok sama lidah saya.Masih banyak menu yang nyaman dimakan seperti shusi yang matang pastinya.Nach bila ke Jepang jangan lupa mencoba Resto "Sushiro" aman dikantong...

   3.  TENDON ITSUKI HALAL GINZA                                                                                                 Resto Halal ini berada di pertokoan Ginza yaitu : GINZA INZ1.Kami datang saat makan malam setelah dari Stasiun Tokyo untuk order Sinkansen Osaka.Restio Halal dengan antrian yang cukup panjang selamam 60 menit.Untung ada kursi resto lain yang bisa saya duduki sehingga masih nyaman untuk antr                       Resto Halal ini berada di pertokoan Ginza yaitu : GINZA INZ1.Resto Halal di Ginza yang masuk di Japan Halal Foundation . Located in: Ginza INZ 1Alamat: Japan, 〒104-0061 Tokyo, Chuo City, Ginza, 西3−1 インズ1 2F     Kami datang saat makan malam setelah dari Stasiun Tokyo untuk order Sinkansen Osaka.Restio Halal dengan antrian yang cukup panjang selamam 60 menit.Untung ada kursi resto lain yang bisa saya duduki sehingga masih nyaman untuk antri.Restonya buka jam 11-16.00 kemudian sore buka kembali Jam 18.00-22.00.

Kami pilih menu Ebi Furai,Tempura dll yang memang cocok di lidah saya nich.Beragam menu Halal tendon seperti Special Tendon dengan Home made spicy Tendon Sauce,Gold Premium Tendon,Excelent Tendon,Prawn Tendon.Wayqu Beef and Chicken Tempura Bowl.Rate Harga Tendon disini sekitar 1500 Y -5500 Y terbilang cukup pricey dibanding Shusihiro ya.
Tendon itu merupakan Makanan populer di Jepang kombinasi antara gorengan,makanan laut,sayuran serta nasi saus kecap asin yang halal.Tendon ini Halal sehinggabisadinikmatiolehMuslimtentunya.
Resto ini sudah ada sejak th 2018 sehingga para traveller yang muslim lebih gampang dan nyaman untuk menikmati Tendon khas Jepang dengan menggunakan Saus Kecap asin homemade...Enaknya..Halal lagi.

 4.   GYUKATSU MOTOMURA- AKIHABARA                                                                                                                            Saat kami berada di Akhibara setelah Sholat Jumat  di Mesjid Nusantara kami memutuskan makan siang di Kawasan Akhibara kebetulan Hanif beberapa kali makan di Resto ini Gyukatsu Motomura.Resto dengan menu andalan Beef Cutlet dimana dalam Bahasa Jepang dikenal dengan Gyukatsu.Gyukatsu merupakan sepotong daging tebal yang dilapisi tepung  dan digoreng dalamnya.Ternyata Gyukatsu ini sudah mulai ada sejak th 2015 .Walaupun terkenal dari th 2015 tetapi secara sejarahnya gyukatsu ini di era Meiji (1868-1912) hidangan yang dibuat dengan menggoreng irisan daging sapi muda dilapis remah roti yang dikenal dengan Cutlet/Katsuretsu.


Resto yang berada di Akhibara ini berada di pertokoan utama Akhibara sehingga kita lansung bisa datang dan hanya beberapa lama nunggu kita sudah dipersilahkan masuk ke meja yang kosong.Siang ini terlihat semua kursi di resto sudah dipenuhi para pecinta kuliner Jrepng.Bahakan kami berpapasan dengan keluarga Indo yang juga sedang travelling ke Tokyo


Setelah menghadirkan 3 pemanggang batu(mini BBQ  grill)  khas Jepang karena order kita untuk 3 orang maka menu yang kita pilih tidak berapa lama hadir didepan mata.Ser menu terdiri dari daging ,Kol khas Jepang, Soup,Nasi Putih,Bumbu" Jahe,bawang Putih .Saus Kedelai Wasabi,Garam Batu dan saus special asli. 3set Beef Gyokatsu  di Billnya seharga  8.210 Y masih staandard lah dengan set lengkapnya. Bila mau menikmati Gyukatsu pilihan resto ini menjadi pilihan terbaik bila berada di Akhibara.


5, MUSASHI NO MORI COFFEE

Bila kita mau ngopi ke kedai Kopi terkenal se antero kota di belahan dunia..Starb..ck .Maka kami juga singgah mencicipi Kopi khas Kedai Kopi Lokal seperti "pesanan Faras' bawa mama mencicipi Kopi di Kedai lokal.Kedai Kopi yang cukup terkenal di Tokyo salah satunya Musashi No Mori Coffee.
Kedai Kopi lokal ini bernuansa Resort pergunungan dimana dipenuhi pernak pernik kayu kayuan ala  di gunung.Ambient interiornya memberi kesan tenang serasa dipergunungan mana gitu.
Ternyata disini yang paling diminati Pancakenya..Kami memesan Kopi Mussashi No Mori,Caramel Machinations,Vanilla es crean,Pancake double. Pancake ini namanya 
dengan rasa nan lembut ,meleleh di mulut dan manisnya yang sedang membuat Hanif lansung order 2x saking enaknya.hihi..
Menikmati Pancake dengn toppingnya es cream dengan menyeruput Kopi dari biji Kopi organik yang bersertifikat 100%  organik dan Rainforest Alliance .Berasa beda rasa kopinya segar,bersih dan enak pastinya.
Kedai Kopi Musashi No Mori Coffee ini berada di Marronnier Gate Ginza 2 7F ,3-2-1 Ginza ,,Chuo-ku,Tokyo.
Walau hanya ngopi dan cemilan tapi bill kami tertera 5.810 Y setara dengan Rp 639.000 hmm lumayan pricey ya..Tapi sebanding dengan sensasi ngopi di Kedai Kopi Lokal Jepang lho...Layak untuk dicoba...pasti betah.

6. HALAL FOOD KINEYA MUGIMARI NARITA ARIPORT

Saat kami pulang ke tanah air di Narita Airport Terminal 1 sebelum check in kami memutuskan makan siang dulu sebelum Hanif berpisah dengan kami nantinya.Pilihan Halal Resto pada Resto Halal Food Udon Noodles Kineya Mugimaru.Ternyata benar para Muslim traveller sebelum pulang ke Jakarta,Malay terlihat dari obrolan mereka hampir kebanyakan Muslim.Resto bersertifikat Halal ini sangat populer dengan masakan khasnya Mie Udon homemade dan Tempuranya.

Resto ini bersertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Konsultasi dan Pelatihan Halal Malaysia .Sehingga semua bahan makanannya seperti daging spi,ayam,udang adalah Halal.Restonya berkonsep self service dengan pilihan utama Mie Udon dengan berbagai jenis sup Udon serta tempura panas .

Persis masuk kita sudah antri untuk mengambil Nampan dan mangkok Udon di konter sambil memilih menu apa yang akan kita order.                                                                       

   6. CAPRICCIOSA SHINJUKU & SHIBUYA                                                                                                                  Saat kami  berada di Shinjuku -Harajuku pilihan hari ini untuk Kuliner mencoba Masakan Italy tetapi sudah sangat populer di Tokyo.Berada di YM Square Harajuku Restonya bernama Capricciosa Pizza.Saking cocoknya di lidah kami masakan Italy ini ternyata kami 2 x merasakan masakan Italy di Tokyo Shinjuku dan di Shibuya.Capricciosa dalam bahasa Italy berarti  Unik,berubah rubah (penuh variasi).Capricciosa merupakan salah satu varian Piza  klasik dari Italy  Tengah & Selatan yang beragam topping  dan sangat kaya seperti Jamur,smoked Beef,artichoke (sayuran khas Italy),saus tomat,Mozzarella,Zaitun Hitam dll.                                                                        Saat Lunch berada di Pusat pertokoan terkenal Tokyo pasti akan menemukan antrian panjang di setiap resto yang ditemukan.Kami rela antri 45 menit agar sampai mendapatkan meja di dalam restonya.

Pilihan menu yang kami pesan saat ini : Salad,Spagetti,Kentang goreng,Sop Jagung,Pizza tentunya.Untuk Free drinknya bebas dengan beragam Teh ,Kopi ,soft drink sudah tersedia tinggal kita ambil di meja khusus minuman.

Resto ini banyak cabangnya di berbagai Kota di Jepang dimana di Tokyo saja kami mencoba 2 resto di Shinjuku dan di Shibuya.Setelah bingung mau coba kuliner khas Jepang jadinya kami kembali menikmati masakan Italia.
Beberapa Kuliner utama selama di Tokyo yang pernah kami cicipi mungkin ada beberapa cafe,warung kopi dan makanan kaki liima yang tidak dibahas disini.Termasuk Jajanan di Pasar Tsukiji (edisi Khusus).

to be continued