Sehabis covid di th 2021 saat lebaran kami tidak boleh pulkam karena Peraturan Pemerintah harus stay di Kota masing masing.Kami akhirnya Pulang Basamo dengan Keluarga Besar Hamka30 via Jalur darat di May2021 setelah lebaran usai.
Saat kembali ke rantau kita saat sampai di Jambi memilih untuk sholat disebuah Mesjid Agung yang terletak di Jantung Kota Jambi.Mesjid 1000 tiang lebih dikenal dari pada nama resmi Mesjidnya :MESJID AGUNG AL-FALAH
Mesjid 1000 Tiang ini berada di Jl Sultan Thaha Syaifuddin No 60 Kec Legok .Mesjid Agung dengan warna putih bersih dengan menara yang sangat tinggi terlihat menyolok saat kami parkir di depaanan mesjidnya.Kita sengaja mampir tidak di jam waktu sholaat karena Suasana Covid masih mencekam jadi kita harus berhati hati bertemu banyak orang.Ketika masuk mesjid ini yang sangat terpampang jelas mesjid ini tidak memiliki pintu dan jendela seperti umumnya mesjid mesjid agung.Unik ya.
Mesjid tanpa sekat dan pembatas ruangannya.Terliahat tiang tiang penyangga yang dioenuhi sepanjang mesjid yang dijuluki 1000 tiang.Mungkin akan menjadi pertanyan apa betul mesjid ini punya 1000 tiang.Ternyata tiang penyangganya hanya 232 buah.Tetapi karena sangat banyaknya tiang penyangga sehingga masyarakat menjuluki Mesjid ini Mesjid 1000 tiang.Bahkan saat Gus Dus menjadi Presiden dan berkunjung ke mesjid ini maka julukan seribu tiang itu juga dilontarkan beliau.
Sebelum mesjid ini berdiri lokasi ini rupanya menjadi Pusat Kerajaan Melayu Jambi yang dipimpin oleh Sultan Thaha Syaifuddin sesuai dengan nama jalan yang berada di sepanjang depan Mesjid Agung ini.Pada th 1885 saat negeri kita dijajah Belanda kawasan ini menjadi pusat Pemerintahan dan benteng belanda.Tetapi Masyarakat Jambi dan tokoh masyarakatnya menginginkaan ada Mesjid besar yang akan menjafdi icon Kota Jambi.Akhirnya Mesjid ini dibangun pada th 1971 dan selesai 1980.
Diatas mesjid terdapat kubah besar yang menjadi ikonnya Kota Jambi.Tiang tiang indahnya dan kokoh sejumlah 232 buah mampu bertahan dari goncangan gempa.Bagian dalam kubah dihias dengan ornamen garis simetris seperti garis lintang dan garis bujur Bola Bumi.Dibawah kubahnya berhias lukisan Kaligrafi Al -Quran berwarna emas.Masya Allah indahnya.Sementara lampu gantung besar dengan bahan tembaga menghiasi interior kubah dalam mesjid 1000 tiang ini.
Bangunan putih bersih ini dibangun berbentuk pendopo tanpa dinding,tanpa jendela,tanpa pintu apalagi sekat dengan konsep terbuka dan keramahan masyarakat Jambi.Berdiri di lahan 2,7 Ha dengan luas bangunan 6.400 m2dengan kapasitas jemaah lebih dari 10.000 jemaah.Masya Allah.
Arsitektur mesjidnya lulusan Arsitek ITB Prof Suseno dengan konsep cakar ayam tahan gempa Tiang tiang di dalam mesjid berwarna coklat tembaga dengan ukuran yang lumayan besar.Tiang tiang yang diluarnya lebih kecil dan berwarna putih .
Walaupun dikenal luas dengan mesjid 1000 tiang tetapi Mesjid Agung Al falah ini mempunya makna dalam bahasa Arab.Al -Falah artinya suatu kemenangn.Kemenangan dalam 2 sudut segi agama dan segi sejarah Jambi.
Terlihat beduq di luar mesjid 1000 ting ini dipenuhi ukiran khas jambi dengan kayu tua yang sangat kokoh dan awet.
Beruntungnya kami saat singgah suasana mesjid masih sepi karena belum ada jemaah sholat di waktu sholat yang sudah lewat.Sehingga kita bebas dan leluasa untuk menikmati keindahan bangunan dan interiornya Mesjid 1000 tiang ini.
Keindahan Mesjid Agung Al Falah membuat kami betah untuk santai dan melepas lelah dalam perjalanan Padang-Jambi menuju Jakarta.Suasana yang adem ,nyaman membuat kami melakukan sholat jamak Zuhur-Ashar disini sebelum kita melakukan perjalanan kembali ke rantau.
Nach bila Perjalanan darat melalui Kota Jambi selayaknyaa Mesjid ini menjadi destinasi favorit untuk wajib dikunjungi apalagi bila kita Muslim bisa menikmati suasana ibadah di mesjid yang penuh sejarah di Kota Jambi dan keindahannya.
Setelah lepas penat dan selesai ibadah dan kami kembali bersiap siap untuk melanjutkan perjalanan darat kami menuju rantau di saat suasan Covid masih terasa .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar