Halaman

Selasa, 07 Januari 2025

SUASANA MALIOBORO DIRINDUKAN SAAT PAGI,SENJA DAN MALAM HARI EDISI 6

                                           

Suasana Malioboro selalu dirindukan setiap kami ke Jogya.Beruntungnya kami bisa menginap di Malioboro selama 3 malam sehingga bisa explore di saat pagi,senja dan malam hari.

Selalu rindu dengan Tembangnya Katon KLA Project:
🎬🎼🎤

Pulang ke Kotamu.
Ada Setangkup haru dalam rindu 
Masih seperti dulu 
Tiap sudut menyapaku bersahabat,penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgia
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama Suasana Jogya....
Malioboro merupakan Jalan yang populer di Yogyakarta dimana Malioboro menyimpan kisah di zaman tempoe doeloe.Malioboro jalan yang berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu "malyabhara"artinya Karangan Bunga.Tetapi ada juga yang bilang Malioboro berasal dari Orang Inggris yang pernah tinggal di Yogyakarta yaitu :"Marlborough"sekitar th 1811-1816.
Malioboro adalah salah satu nama jalan di Pusat Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta sampai perempatan Kantor Pos.
Jalan Malioboro pertama kali dibangun oleh Pemerintah Belanda untuk sebagai Pusat Perekonomian yang cukup populer di th 1790-1945.
Hotel kami berada persis di depan Stasiun Tugu sehingga kita hanya 5 menit melipir sudah sampai di Jl Malioboro.Dari tugu Jogyakarta atau Tugu Pal Putih yang berada di perempatan Jl Marga tama,Jl Sudirman,Jl Diponegoroyang dibangun pada Masa Sri Sultan Hamengkubuwono VII(th 1877-1921) dengan warna khas Putih yang menjadi salah satu pertanda (tetenger) sumbu filosofi Yogyakarta yang membentang arah utara selatan dan Keraton Yogyakarta sebagai pusatnya.
Apalagi Room saya  di UNISI Hotel bareng Nte Triza,Nte Ita  R411 berada di depan Stasiun Tugu buka gordyn lansung melihat suasana Stasiun baik pagi atau malam hari.Sangat strategis sekali dan rekomended untuk  pelancong yang lebih banyak berada di Malioboro.
Setelah kita balik dari Gn Kidul kemudian ada ide dadakan untuk menikmati Suasana Malioboro di malam hari dan menikmati Seniman Jalanan Malioboro yang viral...Wikwik ambyar yang viral di Tiktok.Jalanan yang padat dan bus harus parkir di parkiran Stasiun Tugu dan kita harus jalan menyususri Jalanan Malioboro yang sangat ramai dan padat malam itu sampai di depan Pasar Beringharjo sekitar Hamzah tempat seniman jalanan itu berada.Expektasi amai amai saat itu kita bertemu Waria cantik yang viral karena  suara dan kecantikannya.Olala ternyata tidak sesuai dengan khayalan ibu ibu .Viral karena noraknya aja...waduh..capek dech..
Merasa Kecewa sama Wikwik Ambyar tetiba panitia punya ide untuk nongkrong malam  minggu di Menoewa Cafe kebetulan saat itu Tri Suaka lagi manggung spontan Nte Rika kontak admin Menoewa dan kita memutuskan untuk Makan malam saja disini sambil asik nyanyi dengan Tri Suaka.Rezeki gak kemana kami ternyata masih ada seat nongkrong di Cafe Viral ini.
Serunya malam minggu dengan suasana hujan Kota Jogya kita menghabiskan waktu bersama Tri Suaka.Bisa bernyanyi bersama dan menikmati suara merdunya lansung...Alhamdulillah.
 Hari terakhir kita di Jogya pagi habis subuh Amai tek Bidah sudah janji untuk explore Malioboro di pagi hari .Jalan pagi sambil hunting foto pastinya di udara segar Malioboro semalam habis hujan menjadi segar .Dari Hotel kita melipir di Jl Sosrowijayan dimana di situ terdapat Gudeg Mbok Lindu yang sangat terkenal.
Menyusuri Jl Malioboro di suasana yang lengang dan hanya bertemu orang olahraga lari pagi membuat kita nyaman jalan santai.Kami masih banyak menemukan gedung gedung kuno,kawasan pecinan/Kampung Ketandan  ,Pasar Beringharjo,Teras Malioboro,Benteng Vredeburg ,Mesjid China di Malioboro dll.
Bila dulu saat jalan di Malioboro kita akan susah untuk sholat tetapi sekarang sudah ada Mesjid Khas Tionghoa dengan nama Mesjid Siti Djirzanah yang berada di deretan pertokoan Malioboro.Mesjid yang dulunya Toko Batik kemudian tanahnya diwakafkan untuk mesjid khas Tionghoa ini dan dinamai nama bundanya.Masya Allah.Sayang kami tidak sampai ke Titik Nol Yogyakarta karena kita sudah mulai lapar dan belum sarapan .Akhirnya kami kembali jalan pulang menuju Hotel.
Saat senja menjelang kami berakhir acara di  Jogya kita masih diberi kesempatan menikmati suasana Malioboro di sore hari menjelang senja.Menikmati secangkir kopi dengan cemilan sambil memandang Tugu Jogya  dari Cafe yang persis berada di bundaran Tugu Pal Putih membuat suasana Malioboro senja menjadi syahdu.
Hanya beberapa jam saja kami harus meninggalkan Malioboro dan bersiap menuju Stasiun Tugu untk perjalanan pulang kami ke Jakarta menggunakan KA Taksaka.Tidak ada rasa bosan bila kembali ke Jogyakarta kita pasti akan menikmati hiruk pikuk dan suasan Malioboro yang di rindukan..Entah sudah berapa kali ke sini....


to be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar