Halaman

Selasa, 14 Januari 2025

WISATA KULINER RANAH MINANG MENGGODA JIWA IKASMANTRI85 ...edisi 4

Travelling ke berbagai pelosok negeri tanpa mencoba kuliner khas daerah setempat terasa hampa.Maka saat kita berkunjung ke suatu daerah maka kita akan mencicipi kuliner dari berbagai Kota di Nusantara bahkan di Manca Negara.Apalagi setiap daerah mempunyai makanan khas yang sangat dicari wisatawan.Berada di Kampuang tacinto Minangkabau kami pasti mencari makanan legendaris yang selalu punyai memori selama kami dulu sekolah menuntut ilmu di ranah minang.

 Nach 2 hari di itinerary kami menyusuri kuliner demi kuliner di kampuang tacinto membuat paruik kanyang,salero lapeh,timbangan makin kareh.xixii.

Tempat tempat kuliner khas dan paling dicari.Yuk simak kulineran kami ya..

1. PICAL AYANG

2.SAMBA KHAS HARAU(RUMAH NENEK)

3.SATE IN BUR (PS DANGUANG DANGUANG)

4.RM  SIMPANG RAYA JAM GADANG

5.RM FAMILY BENTENG INDAH

6.BIKA TAPI TALAGO

7.KOPI KAWA DAUN

8.PISANG KAPIK

1.PICAL AYANG BUKITTINGGI


Kota Bukittingi yang kaya akan kebudayaan dan kuliner terdapat sebuah wisata kuliner yang legendaris yang telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat sejak tahun 1975 yaitu PICAL AYANG.
Terletak di Jl Simpang Atas Ngarai no 37 dekat Pasar Simpang Ngarai.Pical Ayang telah membuktikan dirinya sebagai tempat yang wajib dikunjungi pagi para pecinta sarapan lezat dan outentik.
Kuliner legendaris  yang berada di  Simpang Atas Ngarai Desa Wisata Kayukubu.Banyak pilihan makanan khas Minangkabau disajikan di Pical Ayang seperti: Bubur Kampiun,Pical,Lontong Sayur aneka gorengan  dll.
Bukik sejak tahun 1975.Pical adalah campuran sayuran segar seperti daun singkong,kacang panjang,daun kelor,rebusan pisang disiram dengan bumbu kacang yang khas dengan ragam bumbu rempahnya.
2.SAMBA KHAS HARAU(RUMAH NENEK)
Ini bukan rumah makn apalagi resto tetapi Rumah Nenek Hanif (alias Mertua) yang berada di Desa Tarantang di tengah Kawasan Wisata Harau.Saya pernah mengajak Sahabat Ikasmantri85 dulu saat reuni 30 th di Echo Harau berkunjung dan makan siang di rumah nenek hampir 75 orang.

Menjelang 40 th persahabatan kami saya kembali mengajak sahabat mampir di rumah Nenek Hanif menikmati masakan khas kampuang Harau.Kebetulan lauk yang dihidangkan "samba buruak buruak"artinya lauk tanpa daging-ayam yang sering kita temukan di resto Padang di rantau.Masakan khas yaitu : Randang Daun Kayu,Goreng Baluik,Gulai Kapau,Sambalado Patai,Randang Daun Pakis.Paku,Karupuak Rubik lado,Ikan nila goreng,asam padeh ikan dll.
Barangkali ini merupakan samba khas yang jarang ditemukan di rumah makan/resto Padang  membuat para sahabat batambuah tambuah karena jarang bertemu.Subana Lomak Bana kata mereka.hahaha..Alhamdulillah.
merupakan Kuliner legenda yang berada di Bukik sejak tahun 1975.Berad
RANDANG DAUN KAYU
Randang ini merupakan Kuliner legenda yang berada di Harau  sejak zaman dahulu.Randang yang berasal dari bahan daun kayu atau Randang Daun Kayu yang sudah dikenal turun temurun di masyarakat Harau.Daun yang digunakan untuk marandang berasal dari Daun Surian,Daun Mali mali ,Daun Asam asam.Daun Pucuk Jawa dan Daun pelangi yang banyak tumbuh liar di kawasan Hutan Harau.Randang ini dihidangkan biasanya saat acara pernikahan ,Hari Raya atau pesta adat.Hanya dikonsumsi sendiri dan tidak ditemukan di lapau/kedai nasi.
Bahkan kuliner Randang Daun ini pernah menjadi Objek Penelitian Pusat Riset Kebudayaan Minangkabau UNP.
Mungkin ada yang bertanya Randangnya bukan dari Daging sapi,atau belut/ayam.Barangkali jaman dahulu daging dan sejenisnya sangat mahal dan masyarakat hanya mampu marandang dari daun daun yang ada di Kawasan Alam Harau yang cukup dicari di hutan hutan dan dikumpulkan.Rasanya yang enak persis seperti randang daging apalagi dicampur belut .Lomak Bana..(kata sohib Ikasmantri85).Hayo siapa yang pernah coba Randang Daun ini...Lamak khan.
3. SATE IN BUR DANGUANG DANGUANG

Kami sengaja mencari Kuliner Sate Danguang Danguang ini lansung ke kampung asalnya di Danguang Danguang.Bukan di tengah Kota Payakumbuh dimana di Pasar juga ditemukan beberapa sate khas Danguang Danguang.Dari sekian banyak label Sate danguang danguang yang ada saat ini,sate buatan keluarga Bur alias Mak Kiduah termasuk salah satu yang paling ternama .Sate yang satu ini memang terkenal akan kelezatannya yang menggugah selera.Pemilik usaha sate Keluarga Bur,H Amri Bur menuturkan  bisnis kuliner yang dijalaninya pertama kali dirintis oleh kakeknya sejak puluhan tahun yang silam.Usaha tersebut kemudian diteruskan oleh ayahnya yang dikenal Mak Kiduah.
4. RM SIMPANG RAYA JAM GADANG


Usaha tersebut RM ini berserakan dimana mana bahkan di tiap kota rantau ada RM Simpang Raya tetapi Rumah Makan yang satu ini persis berada di depan Jam Gadang Bukittinggi dengan penuh kenangan bila para perantau kembali ke Bukittinggi selalu mampir menikmati makanan khas Simpang Raya.Selain berbagai makanan khas Minang.Rumah makan Simpang Raya ini menyediakan aneka minuman yang mungkin jarang ditemukan di RM Padang lainnya mis : Jus Pinang(buah pinang muda diblender bersama susu dan teh),ampiang daadiah (Susu kerbau fermentasi) dan ampiang yang terbuat dari beras yang direbus sebentar lalu ditumbuk hingga pipih,Supradin Gaduik (Susu kerbau fermentasi plus suplemen Multivitamin) dan Salah satunya TOMAT TOP.
TOMAT TOP 
Minuman khas Urang Bukik-Payakumbuh dan sekitarnya merupakan Minuman asli Minangkabau yang sangat diminati dijamannya.Jika kita berada di lapau/kedai Minang minuman ini masih ditemukan.Tapi di perantauan sangat langka.Pasti sangat berbeda bila seperti Teh Talua atau Kawa Daun masih ada beberapa kedai di rantau yang menyuguhkan.Nach saat kami berada di RM Simpang Raya legendaris ini salah satu sahabat kami order Tomattop.Nach bagi yang belum tahu isian minuman ini dari apap saja.Telur ayam kampung 2 butir aetengah matang,Tomat Matang,Susu.Paduan 3 bahan ini membuat warna minuman ini menjadi merah jingga setelah diaduk pastinya khasiatnya menambah stamina tubuh,meredakan nyeri haid dan membuat semangat setelah bekerja seharian.Bila Pulkam ke Bukik atau ke Payakumbuh jangan lupa mencoba Tomatop ini yach...Dijamin batambuah...

5.RM FAMILY BENTENG INDAH 
RM Family Benteng Indah berlokasi di Benteng Pasar Atas Jl Yos Sudarso Bukittinggi.Persis di pintu masuk ke wisata Benteng Fork de Cock yang sudah ada sejak tahun 1947.Wah kami belum lahir nich ..

Rumah makan legendaris ini ternyata pelopor terciptanya Ayam POP di rumah makan Padang.Menurut sejarahnya terciptanya Ayam Pop itu singkatan dari kata "populer"kita sebut begitu soalnya tiba tiba banyak yang pesan.Populer gitu istilahnya.Nach disini jangan lupa mencoba Talua Barendo...
Disinilah keseruan kami bernyanyi heboh bersama pengamen jalanan Bukittinggi yang bersuara bagus dan lansung diorder nyanyi dan nyanyi terus sama sahabta85.
Serunya..

6.BIKA  TAPI TALAGO

Bika Tapi Talago cukup terkenal dan menjadi Kuliner Legendaris di Koto Baru.Dulu lebih terkenal Bika Si Mariana #indakdbalitakanakana
persisnya di Talago.Berada di jalan antar lintas Padang Panjang-Bukittinggi Km 10 Koto Baru .Warug Bika Talago ini sudah berdiri dan buka sejak tahun 1992.Maka tak heran jika warung Bika Talago ini disebut legendaris.Dulu juga terkenal Bika Si Mariana sejak galodo kemaren pupus warung ini.Bika Talago karena berada di tepi Talago sekarang semakin dipercantik dengan deretan kursi menghadap Talago sehingga menjadi salah satu wisata kuliner saat orang melintas di Koto Baru.Sesuai dengan namanya begitu sampai Panorama alam nan indah terpampang di tepian Talago.Sayang saat kami datang Eceng gondok memenuhi areal Talago.Kadang dibersihkan mungkin ini sudah penuh lagi

.Bika terbuat dari tepung beras ,kelapa parut dan gula.Ada pilihan rasa gula putih atau gula merah(saka).Ke-2 rasa ini sangat berbeda tergantung selera dan dimakan dalam kondisi panas baru dikeluarkan dari tungku perapian.Masaknya sangat tradisional dengan tunggu perapian atas bawah di kasi kayu bakar dan adonan bika ditaruh di dalam Balango(tembikar) dan dibakar selama 20 menit.Bika sudah dialasi daun//hm lamaknyo.Kami menikmati 2 rasa bika ini sambil ditemani semangkuk Kopi Kawa Daun.Nach minuman ini juga legendaris yang sudah terkenal sejak zaman Belanda..pengen tahu sejarahnya yuk...
Nyamannya kongkow dengan sahabat sambil menikmati panorama Talago yang saat itu dipenuhi eceng gondok sehingga kurang cantik talagonya.

7.KOPI KAWA DAUN .
                                        

 Minuman ini adalah Kopi Kawa daun yang merupakan Minuman khas dari Ranah Minang.Meskipun asalnya dari tanaman kopi.Sebenarnya Kopi Kawa Daun ini bukanlah minuman Kopi,melainkan minuman yang terbuat dari daun kopi.Nama Kawa daun sendiri berasal dari bahasa Minangkabau artinya tanaman kopi.Menurut sejarahnya Kopi Kawa Daun ini bermula ketika era Kolonial Belanda saat masa Tanam Paksa masih berlansung.Belanda memberlakukan sistem tanam paksa Kopi di Sumatera Barat dan semua hasil panen Kopi harus diserahkan kepada penguasa Belanda untuk dibawa ke Negeri Belanda(Eropa).Akibatnya penduduk setempat mulai mencari akal dengan cara alternatif dalam mengkonsumsi kopi ,seperti merebus Daun Kopi atau memanggangnya sebagai pengganti Biji Kopi.Sepat sejarah ini saya jelaskan saat Youtuber Ikasmantri85 Om utiah menanyakan sejarah Kopi Kawa Daun.

 8 PiSANG KAPIK BUKIK

 Jajanan legendaris Pisang Kapik dibuat dari Pisang Kepok atau Pisang Batu.Agar lebih renyah pilihlah pisang yang setengah matang (mangka) jangan memilih pisang yang sudah matang akhirnya hasil nya terlalu lembek.Sebagai bahan campuran tinggal menyediakan parutan kelapa kemudian gula aren cair serta beberapa helai daun pandan sebagai penyedap aromanya.Lalu dibakar di atas bara api.Pisang yang telah matang tadi diangkat dan lalu dikapik (digeprek) hingga pipih.Lebih enak dimakan saat masih panas panas.Kombinan Parutan kelapa dengan gula aren serta pisang yang dibakar serta gosongnya pisang menjadi campuran yang sangat lamak bana...
Banyak lagi Kuliner kuliner setelah kami sampai di Kota Padang yang dijajal Para Sahabat Ikasmantri85.Sayang saya tidak ikut bersama para sahabat setelah bertemu bunda tercinta dan pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Pekanbaru Kota tempat adik adik merantau karena sudah lama tidak bertemu dan ingin silaturahim dengan keluarga mereka.
Kuliner dan kuliner saat travelling-Touring membuat timbangan kami meronta ronta setelah kembali dari Ranah Minang...

AMAI MECIKO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar