Halaman

Sabtu, 01 Maret 2025

MAMPIR SHOLAT SAAT MUDIK DI MESJID 1000 TIANG AL FALAH JAMBI

 

  Sehabis  covid di th 2021 saat lebaran  kami tidak boleh pulkam karena Peraturan Pemerintah harus stay di Kota masing masing.Kami akhirnya Pulang Basamo dengan Keluarga Besar Hamka30 via Jalur darat di May2021 setelah lebaran usai.
Saat kembali ke rantau kita saat sampai di Jambi memilih untuk sholat disebuah Mesjid Agung yang terletak di Jantung Kota Jambi.Mesjid 1000 tiang lebih dikenal dari pada nama resmi Mesjidnya :MESJID AGUNG AL-FALAH 
Mesjid 1000 Tiang ini berada di Jl Sultan Thaha Syaifuddin No 60 Kec Legok .Mesjid Agung dengan warna putih bersih dengan menara yang sangat tinggi terlihat menyolok saat kami parkir di depaanan mesjidnya.Kita sengaja mampir tidak di jam waktu sholaat karena Suasana Covid masih mencekam jadi kita harus berhati hati bertemu banyak orang.Ketika masuk mesjid ini yang sangat terpampang jelas mesjid ini tidak memiliki pintu dan jendela seperti umumnya mesjid mesjid agung.Unik ya.
Mesjid tanpa sekat dan pembatas ruangannya.Terliahat tiang tiang penyangga yang dioenuhi sepanjang mesjid yang dijuluki 1000 tiang.Mungkin akan menjadi pertanyan apa betul mesjid ini punya 1000 tiang.Ternyata tiang penyangganya hanya 232 buah.Tetapi karena sangat banyaknya tiang penyangga sehingga masyarakat menjuluki Mesjid ini Mesjid 1000 tiang.Bahkan saat Gus Dus menjadi Presiden dan berkunjung ke mesjid ini maka julukan seribu tiang itu juga dilontarkan beliau.


Sebelum mesjid ini berdiri lokasi ini rupanya menjadi Pusat Kerajaan Melayu Jambi yang dipimpin oleh Sultan Thaha Syaifuddin sesuai dengan nama jalan yang berada di sepanjang depan Mesjid Agung ini.Pada th 1885 saat negeri kita dijajah Belanda kawasan ini menjadi pusat Pemerintahan dan benteng belanda.Tetapi Masyarakat Jambi dan tokoh masyarakatnya menginginkaan ada Mesjid besar yang akan menjafdi icon Kota Jambi.Akhirnya Mesjid ini dibangun pada th 1971 dan selesai 1980.
Diatas mesjid terdapat kubah besar yang menjadi ikonnya Kota Jambi.Tiang tiang indahnya dan kokoh sejumlah 232 buah mampu bertahan dari goncangan gempa.Bagian dalam kubah dihias dengan ornamen garis simetris seperti garis lintang dan garis bujur Bola Bumi.Dibawah kubahnya berhias lukisan Kaligrafi Al -Quran berwarna emas.Masya Allah indahnya.Sementara lampu gantung besar dengan bahan tembaga menghiasi interior kubah dalam mesjid 1000 tiang ini.
Bangunan putih bersih ini dibangun berbentuk pendopo tanpa dinding,tanpa jendela,tanpa pintu apalagi sekat dengan konsep terbuka dan keramahan masyarakat Jambi.Berdiri di lahan 2,7 Ha dengan luas bangunan 6.400 m2dengan kapasitas jemaah lebih dari 10.000 jemaah.Masya Allah.
Arsitektur mesjidnya lulusan Arsitek ITB Prof Suseno dengan konsep cakar ayam tahan gempa Tiang tiang di dalam mesjid berwarna coklat tembaga dengan ukuran yang lumayan besar.Tiang tiang yang diluarnya lebih kecil dan berwarna putih .


Walaupun dikenal luas dengan mesjid 1000 tiang tetapi Mesjid Agung Al falah ini mempunya makna dalam bahasa Arab.Al -Falah artinya suatu kemenangn.Kemenangan dalam 2 sudut segi agama dan segi sejarah Jambi.
Terlihat beduq di luar mesjid 1000 ting ini dipenuhi ukiran khas jambi dengan kayu tua yang sangat kokoh dan awet.

Beruntungnya kami saat singgah suasana mesjid masih sepi karena belum ada jemaah sholat di waktu sholat yang sudah lewat.Sehingga kita bebas dan leluasa untuk menikmati keindahan bangunan dan interiornya Mesjid 1000 tiang ini.
Keindahan Mesjid Agung Al Falah  membuat kami betah  untuk santai dan melepas lelah dalam perjalanan Padang-Jambi menuju Jakarta.Suasana yang adem ,nyaman membuat kami melakukan sholat jamak Zuhur-Ashar disini sebelum kita melakukan perjalanan kembali ke rantau.

Nach bila Perjalanan darat melalui Kota Jambi selayaknyaa Mesjid ini menjadi destinasi favorit untuk wajib dikunjungi apalagi bila kita Muslim bisa menikmati suasana ibadah di mesjid yang penuh sejarah di Kota Jambi dan keindahannya.
Setelah lepas penat dan selesai ibadah dan kami kembali bersiap siap untuk melanjutkan perjalanan darat kami menuju rantau di saat suasan Covid masih terasa .


















Sabtu, 15 Februari 2025

BERHARAP SANGAT CAPTAIN RII DATANG DI ISELTWALD EDISI 6

LAKE BRIENZ

Danau Brienz  sebuah danau alami nan indah di dekat Interlaken ,Swiss.Hanya berjarak sekitar  10 km saja dari Kota indah itu kita sudah sampai di tepian Danau Brienz dengan warna air hijau opal dengan kedalaman 20 m. sangat dalam ya ternyata.

Saat Iseltwald tertulis di Itinerary Swisitaly Autum penggemar Drama Korea lansung mendadak girang masuk dalam destinasi yang di tuju di Swiss.

Desa nan elok serta sangat cantik  di tepian Danau Brienz bernama IseltwaldIseltwald berada di delta sebelah selatan Danau Brienz wilayah Bernesse ,Oberland Swiss.Begitu indahnya desa ini membuat Drama Korea yang sangat populer "Crash Landing on You"mengambil shootingnya di tepian dermaga Danau Brienz.

Saat kami sampai di dermaga shooting Drakor itu ternyata dermaganya sekarang sudah harus bayar untuk masuk dengan tarif 5 CHF( Rp 90 rb). (Awalnya area ini free tetapi semenjak drakor ini menjadi terkenal banyak wisatawan mampir dan menjadi rebutan untuk objek foto seperti moment saat Captain Rii memainkan Pianonya di dermaga ini.

Crash Landing on You""jadi drama korea paling populer apalagi saya sampai nonton 2-3 kali lho saking suka sama pemainnya.Akting Captain Rii dimainkan Hyun Bin dengan Son Ye-Jin yang sekarang menjadi istrinya di dunia nyata membikin penonton serasa falling in love begitu romantisnya.

Saya ber 4 dengan Mba Peny,Mbak Erna   serta suaminya Pak Ivan sengaja antri untuk masuk dan bisa berfoto di area yang sangat viral ini.Sementara teman teman menikmati suasana Iseltwald di sekitar dermaga dengan panorama yang indah dan memukau.Sejak saat inilah kami b3 selalu bersama di setiap destinasi padahal kita baru perdana jalan bareng lho.Mungkin sefrekuensi dan  cocok dan jalannya makin seru sampai kita  pulang ke Indo.

Tak salah Iseltwald  desa kecil di delta tepi selatan Danau Brienz  Swiss.terpilih sebagai setting lokasi adegan drama korea dengan panoramanya yang memukau .Iseltwald desa masa lalu dengan kehidupan tradisional dimana penduduk lokalnya hidup sebagai nelayan di Danau Brienz,bertani di lembah hijau atau menggembala ternak di lereng pergunungan Alpen.

Iseltwald bak panorama di dalam lukisan calender terpampang  nyata di depan mata kami.Masya Allah indahnya.
Selain dermaga nan viral untuk dipakai Captain Rii masih banyak tepian Danau Breinz juga cantik dan molek.Hampir semua view dimana pun berada selalu indah dengan view Pergunungan Alpen.Beberapa teman menikmati ransum termasuk Hanif disini di tepian danau sambil menikmati keindahan Danau .Masya Allah indahnya ciptaanMU ya Allah.
Puas menikmati suasana indah dan cantiknya Iseltwald kami melanjutkan perjalanan untuk mampir di sebuah danau yang tak kalah cantiknya dengan Breinz Lake yaitu LAKE LUNGERN.

LAKE LUNGERN 

Danau Lungern sebuah danau alami nan indah di Obwalden ,Swiss.Kota nan elok di tepiannya bernama Lungern.Danau indah ini dialiri melalui Sarnersee dan masuk ke Danau Lucerne.Lungern merupakan desa di Canton (wilayah) bagian Obwalden,Swizterland.Desa antik yang terletak ditengah pergunungan antara Kota Interlaken dan Lucerne.




Di sini kami hanya sebentar photo stop dan menikmati suasana tepian danau karena hari semakin sore .Suhu semakin dingin 6 der C brrr .Kita punya optional destinasi ke Rheine Fallas harus kita Cancel karena perjalanan balik ke Hotel pp butuh waktu 4 jam.
Akhirnya kami kembali ke hotel saja dan senja menikmati Mall di samping Hotel kami.Disini aada beberapa super market untuk Warlok dan ketemu lagi dengan Pisau Victorinox lansung pada beli.Ketemu Oma Sebayang sedang cari coklat Toblerone akhirnya ketemu di rak "coklat untuk oleh oleh cucu katanya.Saya beli beberapa buah disini biar äcara ke belakang lancar sentosa...
Yuk besok pagi kita menuju Grindewald....ikuti terus ya..

to be continued