Halaman

Tampilkan postingan dengan label BUKITTINGGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUKITTINGGI. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Januari 2025

BUKITTINGGI..KOTA PENUH KENANGAN SUBANA RANCAK IKASMANTRI85 EDISI 3

Day 4 (Minggu 4 Sept24

Hari ini Minggu hari ke-4 perjalanan kami sejak dari Jakarta dan sore ini kita akan menuju Kota Padang.
Itinerary Day -4 Jam 8 pagi kita check out dari Rumah Kel Buhana untuk Foto bersama di Jam Gadang ,sarapan di Simpang Raya Jam Gadang.Pasa Ateh  Bukik.Panorama,Makan siang di Kapau Linda.Mampir di Bika Talago ngopi"go to Padang.Mampir Cindua Patimura -Pantai Padang -Mesjid Al Hakim Dinner Damar Shaker .Free Time .Jemput keluarga

 Jam 8 pagi setelah ngopi teh dan disuguhi cemilan tradisional kita pamit dengan anggota keluarga Buhana.Sudah 2 malam kami menginap dirumah tanpa pemiliknya lagi..Jazakillahu Khairan Buhana.

Awalnya banyak destinasi yang akan kita datangi tetapi kita hampir semua urang awak dan sering pulkam jadi target destinasi tidak begitu fokus lebih happy kuliner dan santai menikmati suasana Jam Gadang dan sekitarnya.Saking happynya kami menikmati suasana Jam Gadang di pagi hari sebelum wisatawan tumpah ruah di Bukik saat minggu dan Jam gadang merupakan point interest bila wisata ke Bukittinggi.
JAM GADANG BUKITTINGGI

                                                                             Pilihan awalnya Pical Sikai berubah menjadi Nongkrong di Simpang Raya Jam Gadang.
RUMAH MAKAN SIMPANG RAYA JAM GADANG
Barangkali di rantau sudah biasa kita makan di Resto Simpang Raya tetapi ini Rumah Makan Simpang Raya yang sudah legenda didirikan th 1969 .Kalau kita baru usia 3-4 th saat rumah makan ini didirikan.Kami sengaja datangi masih pagi jam 9 dan mereka baru menata lauk lauknya kita sudah masuk ke dalam rumah makannya

Pilihan sahabat disini Soto Padang,Teh Talua,Nasi Goreng dll.Ada minuman khas disini yang juga legendaris yaitu Tomatop.Kita bahas edisi khusus kuliner ya..sabar.
PASAR ATEH BUKITTINGGI
Setelah kita sarapan amai amai sudah niat untuk cuci mata ke Pasar Ateh..Istilahnya gak seru kalau amai amai  tidak mampir di Pasar Ateh kalau berada di Bukittinggi.Cuci Mata bila ada yang bagus ya tarik lah...xixi.

Masih suasana menjelang siang tetapi kondisi Pasar Ateh masih sepi sejak Kondisi Covid ternyata bisnis di kampuang juga banyak yang terpuruk..Selalu saja ada barang bagus bila kita memilih di Pasar ateh ini aneka kerajinan Padusi Minang bisa kita temukan disni:Mukena bordir khas Bukik,Selendang Koto Gadang,Kain Pandai Sikek,aneka kerajinan dll.Akhirnya kerudung bordir aneka warna kami beli disini.Tambah lagi ada donatur Nte Ita yang gercep bilang untuk Kerudung amai amai..Tks Nte Ita sayang...

Awalnya kita cuci mata ternyata amai amai tetap bawa 1-2 barang khas Bukittinggi.Kami tunggu para abak di BRI depan Jam Gadang kebetulan Nte Nelly "BRI Bukit"bareng kita juga.Sekalian bisa Toilet dan juga ada yang sholat juga disini.
Sementara kita main ke pasar Ateh ternyata para abak maen ke Kapuyuak.Toko Kaos dengan tulisan Minang yang penuh makna.Cukup populer setiap perantau main ke Bukit selalu bawa souvenir ini.Bahkan para abak juga merasakan Teh Talua di sebuah Lapau saat menunggu kami cuci mata ke Pasar Ateh.

Setelah ketemu Para Abak pas mereka tahu dari Kapuyuak akhinya kami juga tertarik mau mampir dan mencari kaos oleh oleh keluarga.
Setelah makan siang kami kembali balik dan mampir ke Kapuyuak.Ternyata lagi lagi rezeki berkah saat cari baju kaos kita ditraktir Nte Ibeth untuk Kaos"yang dipilihan para sahabat.Barakallah Nte Ibeth.
Disinilah kami memilih Baju Kaos untuk Nte Rika EO tulisan di dadanya yang sampai sekarang menjadi gurauan kami:Atur selah..Ang Admin mah!
RM FAMILY BENTENG BUKITTINGGI
Rumah Makan ini jadi pilihan kami setelah Nasi kapau Uni Linda batal kita datangi.RM Family Benteng berada di Benteng Ps Ateh Guguak Panjang Bukittinggi.Rumah makan ini mempunyai sejarah yang sangat terkenal dengan racikan Ayam Pop yang sudah ada sejak th 1947.Kita sampai di sini jam 12.30 dan sudah kita reservasi karena kita cukup banyak 30an orang sehingga butuh reservasi karena meja kursinya terbatas.

Beruntungnya kami semua lauk dihidangkan disini.Makan lahap diiringi penyanyi jalanan yang awalnya hanya berdiri di depan pintu malah disuruh masuk sama "tukang tatiang"Family.Wah makin seru dengan order lagu lagu dari para sahabat yang kemudian menjadi heboh nyanyi bersama bikin semua pengunjung jadi happy dan seru.
Sehabis RM Family Benteng Om Nuh -Nte Rika pamit untuk kemudian pulkam ke kampung Om Nuh sehingga tidak ikut gabung ke Padang.
NGOPI BIKA TALAGO
Berada di jalan raya Padang Panjang ke Bukittinggi di tepi telaga (Talago) 10 km sebelum Bukittinggi.Awwalnya hanya warung kecil di tepi talago menjadi wisata kuliner saat wisatawan melewati daerah ini.Kami mampir untuk ngopi dan mencoba Minuman Kopi Kawa dan tentu saja Bika.Azan sholat ashar berkumandang akhirnya kita putuskan sholat disini saja.Awalnya mampir di mesjid tetapi kita putuskan disini sholat jamak agar perjalanan ke Padang sudah tidak mampir lagi.

Berada di jalan raya Perjalanan menuju Kota Padang bila dilihat maap sekitar 2.30 jam.Tetapi saat melewati Lembah Anai bus dalam kondisi butuh solar sementara beberapa SPBU Solar habis.Terpaksa  perjalanan menjadi tidak nyaman karena ACnya kadang dimatikan untuk hemat Solar sebelum bertemu Solar kembali.Tambah lagi kondisi jalanan padat merayap karena harus gantian jalan di lembah anai masih dalam perbaikan besar setelah Bencana Galodo kemaren.Kami akhirnya bertemu Solar di SPBU Sicincin dan sekalian sholat Magrib di Mesjidnya yang asri indah Mesjid Al Busro. .


Kondisi jalanan minggu sore cukup padat menuju ke Padang sehingga kami baru masuk Kota Padang hampir jam 20.30an.Akhirnya rencana kuliner Cindua Patimura-Mesjid Al Hakim dan Pantai Padang tidak bisa kita datangi.Kami lansung menuju Damar Shaker Pantai Padang untuk makan malam live music pastinya dan kita terakhir free time di sini untuk dijemput keluarga atau masih joint dengan para Sahabat.

Makan Malam di Damar Shaker  sambil kembali Nyanyi dan seru seruan bersama mengakhiri Acara Explore Ranah Minang Ikasmantri85 dengan Sleeper Bus selama 4D3N.Kami berpisah disini untuk bertemu keluarga di Padang.Walau acara resmi sudah usai tetapi kembali banyak acara acara non resmi silaturahmi kembali bersama sahabat.Saya dijemput Uda Karib-Nied untuk nginap Alai dulu sebelum pulang ke rumah Tabing.
Tuntas sudah perjalanan kita menuju Ranah Minang walau ada keterlambatan waktu sampai 39 jam dengan Sleeper bus karena SOP Managemen Myor tetapi kita semua happy dan lapang dada menerima toleransi tsb.
Wisata dan aneka kuliner selama di Bukittinggi,Payakumbuh dan Padang penuh dan full lengkap selalu happy,heboh dan Paruik Kanyang.
Kami atas nama team kecil (Amai Kamek Nte Rika-Meci -Tety) mohon maaf bila ada  beberapa kendala selama perjalanan kita.Tidak ada gading yang tak retak.Semoga kerikil kecil selama Touring dan Wisata Minang menambah keakraban kita menjelang 40 th persahabatan kita.Amiin Ya Rob.
Super thanks buat Om Indra-Om Afid selalu komitmen dan semangatnya.Teori sama dengan aplikasi.Happy dan sehat selalu kita semua menjelang 40 th kebersamaan kita th 2025.Sampai ketemu di Reuni 40 th September 2025 di Alahan Panjang Sumbar.
AAamin Ya Robbilalamin.Barakallah.





Senin, 10 Juli 2023

WISATA RANCAK DAN KULINER LAMAK DI KOTA JAM GADANG BUKITTINGGI EDISI 2

Kami diberi kesempatan langka bisa menginap di Hotel Novotel di saat Ramadhan.Jalan di Ramadhan di kampuang halaman hampir terlihat semua destinasi wisata kosong karena hampir penduduk lokal tidak akan mendatangi destinasi wisata apalagi Wisatawan Lokal.Paling kami hanya bertemu wisatawan asing di beberapa tempat saja.
Berniat pagi hari pingin hunting foto di seputar Kota Bukittinggi sementara doi dan Hanif memilih tidur istirahat di kamar.Kebetulan saya mendapatkan sebuah Bendi yang dari kemaren persis mangkal di depan Novotel.Setelah ngobrol dan sesuai harga yang disepakati untuk keliling dan tunggu foto foto di beberapa wisata.Akhirnya saya menaiki Bendi tsb.
DESTINASI WISATA 
1. BENTENG FOR DE COCK
Pilihan perdana saya ke Benteng Fort De Kock yang berada di atas Jembatan Limpapeh.Tidak berapa jauh dari Novotel saya harus membeli tiket untuk masuk ke Benteng.Berbekal tiket Dewasa Rp 25 K saya memasuki Area Benteng yang kosong hanya terlihat petugas petugas benteng yang sedang membersihkan area Benteng.
Terlihat 5 patung patung Pahlawan yang berada persis di depan area masuk Benteng. Patung Pahlawan dengan  Sejarah panjang di Sumatera Barat .Patung Hendrik Merkus Baron De Kock,Tuanku Rao,Tuanku Imam Bonjol,Tuangku Lintau ,Shaik Haji Muhamad SholehTuanku Tambusai)
Sejarah Benteng Fort de Kock dari Laman sikamek.sumbarprov.go.id
Benteng Fort de Kock dibangun pada th 1826 oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda yang dipimpin oleh Johann Heinrich Conrad Bauer.Merupakan seorang Kapten pemimpin pasukan tentara Hindia Belanda di wilayah pedalaman Sumatera Barat.Pada awalnya benteng ini diberi Nama Sterreschans yang memiliki arti benteng pelindung.Nama kemudian nama benteng itu diubah menjadi Fort de Cock yang merupakan nama lain dari Bukit Jirek.Nama benteng Fort de Kock didedikasikan kepada seorang Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang sekaligus Komandan Militer kala itu ,Hendrik Merkus Baron de Kock.Dibangun masa Perang Paderi (1803-1838).Pemerintah Hindia Belanda leluasa melakukan pembangunan Benteng Fort De Kock karena diminta bantuan oleh Kaum Adat untuk mengalahkan Kaum Paderi.Fungsi Benteng Fort de Kock sebahai pertahanan bagi 5 desa ada yang ada di sekitar bukit dari Perang Paderi yang telah bergolak selama satu dekade lebih.Pada akhirnya Kaum Adat justru mengalami kerugian karena perang tersebut menyebabkan Kerajaan Pagaruyung menjadi runtuh.(regionalkompas.com)
Keberadaan Benteng Fort de Kock ini tidak dapat dipisahkan dari Perang Paderi (1803-1838).Benteng yang berada di Bukit Kirek ini menjadi saksi kegigihan Pasukan paderi yang dipimpin oleh Imam Bonjol.
Kami masih bisa melihat sisa sisa meriam lawas  periode seratus  tahun  ke 19 yang berada disekitar Benteng.
Fort de Kock juga dibangun sebagai simbol bahwa Kolonial Belanda telah sukses menguasai kawasan Sumatera Barat .Benteng tersebut merupakan tanda penjajahan  
dan perluasan kekuasaan Belanda terhadap wilayah Bukittinggi,Agam dan Pasaman.
Dari Benteng Fort de Kock kita juga bisa mencapai Jembatan Limpapeh yang eye catching dengan warna merah orangenya.Jembatan gantung yang menghubungkan Taman Margasatwa dasn Budaya Kinantan dengan Benteng Fort de Kock.Terlihat bagian tengah jembatan ada bangunan bagonjong khas rumah tradisional Minangkabau dengan ujung gonjong yang meruncing.
2. PANORAMA NGARAI SIANOK
Saya melanjutkan perjalanan menaiki Bendi ke destinasi Panorama Ngarai Sianok .Tiket seharga 15 K per orang saya beli untuk bisa menyusuri Panorama Ngarai Sianok ini.Masih tetap sepi dengan pengunjung di Ramadhan pagi .
Ngarai Sianok merupakan lembah curam(jurang) dengan kedalaman 100 m dengan panjang 15 km dengan lebar 200 m.yang terletak dari  Nagari Koto Gadang ke Nagari Sianok Enam Koto dan berujung di Kecamatan Palupuh 
Tujuan utama kita ke sini pasti melihat pemandangan indah Ngarai Sianok dengan latar Gunung Merapi dan Singgalang.Sementara di bagian dasarnya dialiri oleh sungai (batang) Sianok yang jernih airnya.
Dari Panorama Ngarai sianok ini kita juga bisa akses Lubang Japang.Bangunan bersejarah dari Jaman Jepang.Akses dari Pintu Masuk Taman Panorama .Goa ini sepanjang 1,5 km tetapi sekarang pengunjung hanya bisa akses sepanjang 750 m saja.
Lubang Jepang ( Japanesse Tunnel) merupakan Terowongan (Bunker) sebuah perlindungan yang dibangun oleh tentara pendudukan  Jepang  tahun 1942 untuk kepentingan pertahanan yang berlokasi di Jl Panorama.
Dari denah pintu masuk terdapat  Ruang Amunisi,Pintu Pelarian,Barak Militer Jepang,Ruang Sidang,Ruang Makan,Penjara,Dapur,Pintu Penyergapan,Pintu Keluar.
Seputar Taman Panorama Dinas Pariwisata menyediakan Play Ground,Musholla ,Menara pandang,Medan nan bapaneh  dll.
3. DESTINASI BELANJA PASAR ATEH
Bila ke Kota Bukittinggi terasa hampa kalau kita tidak mengitari Pasar Atas Bukittinggi.Pasar Atas yang sudah dibangun th 2019 sejak pernah terjadi kebakaran hebat dulunya Th 2017 .Pasar Ateh Bukittinggi dibangun dengan konsep Green Building yang ramah lingkungan dengan sirkulasi udara yang nyaman sehingga tidak diperlukan pendingin di sekitar Pasar Ateh.
Setelah mendapatkan oleh oleh untuk anak mantu dan keluarga .Saya melanjutkan target utama di sebuah Toko Souvenir persis di depan Novotel Hotel yang sudah puluhan tahun menjadi pelanggan nya.Berkah di pagi ini saya bertemu dengan owner lansung yang dulu juga mempunyai toko di Pasar Ateh setelah kebakaran toko beliau dipusatkan di depan Novotel ini.
Banyak barang barang premium yang dipunyai oleh Uni Hj Is (owner Mujmin44) 
Aneka ragam Bordiran ,sulaman ,Souvenir,Songket Pandai Sikek.Terlihat dari barang barang yang saya gelar hampir semua premium dengan jahitan tangan halus wanita Minang(Pandai Sikek,Koto Gadang).Wajar bila harganya sesuai dengan quality barangnya.Bila kita paham dengan barang akan bisa menilai harga sesuai dengan mutu dan kreasi tangan Mandeh mandeh.Setelah ngobrol cukup lama tanpa terasa cerita panjang membuat saya surprise ternyata beliau masih saudara Suami sahabat saya di Kimia dulu (Irent Hayati) owner Birru Jewelery .Masya Allah dunia ternyata sempit circlenya tidak jauh jauh ternyata.

4.WISATA JAM GADANG MALAM HARI
Hotel yang berada di tengah pusat Kota Bukittinggi membuat kami gampang mengakses tempat wisata baik siang dan malam hari.Tidak luput juga  untuk santai di malam hari di depan Jam gadang,Menikmati suasana Ramadhan setelah sholat Tarawih. Tak lupa menikmati Kerupuk Kuah dan tambahan Mie goreng di atasnya merupakan makanan tradisional khas Minang.Kerupuk kuah ini awalnya populer saat Bulan Ramadhan saja tidak saja di Bukittinggi di kampuang halaman suami Harau juga ada Karupuk Laweh dapat dicicipi saat wisata ke Harau.Kerupuk Ubi ini dibuat dengan digoreng diolesi kuah bumbu sate dan di atasnya topping Mie goreng.Banyak sebutan kerupuk kuah ini kalau di Minangkabau Kerupuk Leak,Kerupuk  laweh  juga kerupuk Mie.
Setelah menikmati suasana Jam Gadang malam hari kami memutuskan ngopi di tengah Kota sambil mencari kedai kopi akhirnya kami menemukan sebuah Cafe yang sangat meriah dengan puluhan lampu yaitu :CK Centre ( Coffee& kitchen,Family Karaoke) berada di Jl Ahmad Yani no 85  Kampung Cina (benteng) Ps Atas,Kec Guguak Panjang Bukittinggi.
                                
Terlihat banyak keluarga kecil yang menikmati makan  dan ngopi disini.Beberapa group kecil anak muda ngumpul reunian.Kami order 2 cangkir Kopi ,Teh panas,Roti bakar topping es cream dan french fries.
Selain menikmati suasana Ramadhan di malam hari dengan kuliner khasnya kami juga menikmati Berbuka dan Makan Sahur di Resto Novotel.Ternyata wisata dan kuliner saat Ramadhan bisa menjadi rekomendasi para perantau untuk meminimalisir kepadatan perantau pulkam saat Lebaran.Insya Allah.



Meciko