Halaman

Tampilkan postingan dengan label JAWA TIMUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JAWA TIMUR. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2017

SEMANGAT EMAK LOLITA DI PENDAKIAN FANTASTIC KAWAH IJEN EDISI 5

Kami menginap di Hotel Santika Banyuwangi dengan perjanjian bila malam ini Tgl 2 Jan 2017 semua pada bangun jam 12 dan siap berangkat ke Kawah Ijen maka perjalanan ke Gunung Ijen berlaku..
Setelah setting alarm HP jam 12 kami bangun dengan badan cukup segar dan siap siap dengan pakaian tebal kaos kaki dan sepatu.Sementara saya siap ganti baju dan semua perlengkapan untuk pendakian yang serba minimalis karena awalnya tidak ada rencana untuk daki gunung.Naufal dan Hanif dibangunkan Papanya.
Kami exit Hotel sambil menanyakan ke Security jalan menuju Kawah Ijen sampai di Pos Paltuding.
 Wisata Kawah IJen terletak di Gunung Ijen yang sampai saat sekarang ini masih berstatus Gunung Berapi Aktif.Gunung Ijen memiliki ketinggian  2.443 mpdl dan ketinggian kaldera sekitar 200-300 meter.Berada di kawasan wisata Taman Nasional Ijen dengan luas 2.560 Ha.
Kawah Ijen berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.Ada 2 cara menuju ke kawah Ijen .Bila dari bondowoso ke Paltuding berjarak 75 km sementara dari banyuwangi ke Paltuding berjarak 30 km.Pilihan yang paling tepat yang kita ambil melewati Banyuwangi menuju Licin-Jambu-Paltuding.
Jarak Banyuwangi ke Paltudingyang  berjarak 30 km dengan kondisi jalan yang mulus dan malam itu kita lalui sunyi senyap .Masih deg degan selamam diperjalanan apakah route mobil seperti pendakian kita ke Gunung Bromo atau di tengah jalan kita harus mendaki lagi.
Kami memasuki Kawasan Wisata Desa Taman Sari Kec Licin  di posko BUMDesa Ijen Lestari  kami membayar Restribusi Desa seharga Rp 3000/Orang termasuk Asuransi JasaRaharja Putra..Perjalanan dilanjutkan menuju Pos Paltuding.jalanan makin menanjak berkelok kelok dan sedikit ekstrim .Tanjakan erek erek menurut istilah warga sana.
Pendakian baru mulai dibuka Jam 12-Jam 01 dinihari .Bagi yang datang lebih awal atau sore bisa pasang/sewa tenda di Camping Ground atau Guest House bisa juga   ngopi ngopi cantik di warung warung kopi di sekitar camping ground.
Sesampai di Pos Paltuding kami sudah dihampiri oleh salah satu petugas dan beberapa pedagang masker,sarung tangan.Sarung tangan kita beli saja ke pedagang sana sementara Masker nanti disediakan oleh petugas yang damping kami untuk pendakian ke Kawah Ijen…tidak ada transaksi apa apa di awal pertemuan mungkin sudah seperti harga standar pemandu wisata Gunung..okelah ...
Bismillah..Semangat awal untuk mulai mencoba mendaki yang katanya tanjakan sangat tajam dan kemiringan 25-30 der..Tak lupa kami mampir di toilet Pos sebelum memulai pendakian.
Hanya beberapa ratus meter pendakian saya sudah mulai pusing dan nafas mulai ngos ngosan sementara Doi dan anak anak sudah menawarkan kalau tidak kuat jangan dipaksa jalan sebaiknya menggunakan Troly yang ditarik 2 orang penambang belerang.Setelah benar benar gak kuat akhirnya saya nyerah abiezz..usia yang baru saja Lolos Lima Puluh Tahun (Lolita) untuk mendaki gunung setinggi ini pasti gak mampulah..Semangat pasti kuat dan nekad tapi kemampuan sudah gak sekuat dulu lagi.Diperjalanan barangkali bau gas belerang yang sangat kuat pusing mulai terasa akhirnya di peristirahatan yang 1 mual disusul mun...ah ...Apa daya semua isi perut akhirnya keluar ludesss..
Apa daya sampai di puncak badan sudah lemes dan kepala pusing .Untuk anak anak bawa air mineral dan cemilan untuk mengisi kekosongan perut .Sementara saya duduk di balik bebatuan agar menahan dingin dan kencangnya angin menjelang dinihari
Naufal dan Hanif tetap dipandu oleh Pemandu Pak Slamet untuk turun ke kawah melihat pesona dan fantastiq Blue Fire.Salah satu fenomena Alam yang sangat langka dan hanya ada 2 tempat di dunia.Kawah Ijen dan Islandia..Wow begitu semangatnya Naufal dan Hanif menggunakan Masker mereka menuruni bebatuan menuju kawah.Kasian doi harus menunggu diatas dengan saya yang masih belum sehat dan kedinginan menahan hembusan angin dengan kostum tumpuk tumpuk ala kadarnya…nekad sichh…
Kami hanya bisa melihat dari kejauhan kilatan kilatan Blue Fire yang fantastik itu..Walaupun tidak mendekat ke arah kawah tapi puas dan takjub menjalar keseluruh tubuh..Subhanalloh keajaiban dari Allah SWT.. 


Pesona Blue Fire merupakan fenomena alam yang sangat langka .Wajar saja akhir akhir ini Kawah ijen menjadi target destinasi yang mulai banyak dilirik wisatawan manca Negara.Bila dilihat dengan mata telanjang memang terlihat seperti kilatan api biru yang menjalar ke atas tetapi ternyata Blue Fire bukan api lho..Itu merupakan reaksi dari gas bumi di kawah Ijen yang berekasi dengan Oksigen pada suhu tertentu menghasilkan warna dan kilatan biru..hayuuu Chemist pasti tahulah ya…hehe..
Bahkan kawah Ijen merupakan kawah dengan luas danau mencapai 5.466 Ha dengan kedalaman 200 m dan mempunyai tingkat keasaman air (pH)  mencapai nyaris 0..wow..
Makin lama langit mulai makin sedikit terang dan kami sudah mulai bisa menikmati suasana dan view sekeliling..Subhanalloh luar biasa..benar benar indah dan amazing…
 Dari bawah kawah setelah Naufal dan Hanif naik ke atas terlihat penambang Belerang berjalan sambil memikul hasil tambangnya untuk dibawa ke Pos terdekat..Terlihat juga saat jalan turun ke bawah hasil Belerang yang sudah dibuat aneka cendera mata oleh oleh Wisata KawaH ijen.
Setelah puas menikmati keindahan Kawah Ijen matahari mulai naik menyinari bumi dengan indahnya.Kami pelan pelan mulai bergerak menuruni Gunung Ijen.Setelah badan segar dan kuat akhirnya saya dengan sempurna berjalam kaki menuruni tanjakan tanjakan dengan menahan posisi kaki agar tidak begitu cepat berjalan ke bawah.Sesampai di Pondok Bunder dengan ketinggian 2214 mdpl dengan pondokan berwarna merah eye catching peninggalan dahulu yang masih terawatt rapi.
Disini terdapat warung untuk sarapan Pop Mie..kopi dan tea hangat.Anak” pesan Mie rebus dan tea sementara saya dan doi ngopi..wuiih suegarnya…
Badan sudah segar kembali dan energy sudah terkumpul saatnya kami meneruskan perjalanan pulang menuju pos Paltidung.


Akhirnya sampailah di pos tempat parkir mobil, sementara Naufal dan Hanif sudah duluan sampai di mobil lapar berat kayaknya kelihatan menyeduh Mie lagi…
Kami akhirnya bayar upah troly dengan 2 orang kenek dan pemandu Pak Slamet total nya Rp 800 rb..(mahal yaak..gaklah sebanding dengan cuapenya ngeret troly cuyy..)
Alhamdullilah akhirnya kami bisa merasakan indahnya kawah ijen yang selama ini hanya bisa lihat lewat gambar saja.
Bahagia nya di usia perkawinan kami 25 th malam tgl 2 Jannya bisa menikmati moment indah dan special di atas ketinggian  2443 mpdl..Moment yang tidak bisa diukur dalam bentuk materil sekalipun.Apalagi didampingi 2 bujang ganteng Mama...senaaaangnya. #edisi_emaklagi happy#... 
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan...Alhamdullilah
Kembali ke Hotel lansung Breakfast karena kelaparan dan kami masih sempat info ke recepsionist kalau late check out jam 13.00 untuk istirahat tidur dulu sebelum meneruskan perjalanan menuju Penyebrangan Ketapang- Gilimanuk.
Akhirnya habis mandi kami melanjutkan tidur capeeek...







to be continued
 http://meciko.blogspot.co.id/2017/02/pura-uluwatudestinasi-perdana-di-pulau.html












Rabu, 01 Februari 2017

WEDDING ANNIVERSARY 25 TH DI RM TAMAN AIR HANDAYANI WISATA PAITON EDISI 4


Hari ini Senen tgl 2 Januari 2017 dimana 25 th(2 Jan 1992)  yang lalu kami berdua mengikrarkan perjanjian saling setia kami saling mengisi kekurangan ,saling berbagi bahagia dan duka dan selalu bergandengan tangan dalam suka dan duka..Sekarang sudah dibuahi 3 Bujang tampan yang mengisi hari hari senang dan susah kami untuk bersama sampai akhir hayat memisahkan…Amiin Ya Rob..
Berada di Hotel Premier Inn di dekat airport pilihan sahabat Aat membuat kami harus mengatur rencana ulang untuk planning berikutnya harus kemana. Setelah semalam diskusi dengan Naufal yang tidak mau melanjutkan perjalanan ke Madura akhirnya pilihan dilanjutkan menuju Banyuwangi .Bila kami memilih Madura perjalan akan ditemani Aat tetapi bila ke Banyuwangi otomatis kami mendekat ke penyebrangan Gilimanuk.
Pagi setelah breakfast di Resto premier akhirnya kami kontak Aat kalau tidak bisa ketemu lagi karena perjalanan kami akan dilanjutkan ke Banyuwangi sebelum kami menyebrangi Pulau Jawa menuju Pulau Bali.next see u Aat…
Target utama Naufal sepertinya menuju Kawah Ijen Banyuwangi tetapi kami harus mempersiapkan kondisi tubuh ,cuaca,perlengkapan dll.
Surabaya Banyuwangi berjarak  hampir 300 km melewati Sidoarjo-Pasuruan Probolinggo-Situbondo- Banyuwangi dapat ditempuh sekitar 7,5 jam.
Memasuki wilayah Paiton hari sudah makin siang kami harus memilih mau Lunch dimana yang sedikit special.Sebenarnya dalam perjalanan via darat kita tidak pernah memilih resto yang besar dan mewah.Biasanya bila melewati daerah baru dan asing kami hanya berpatokan kepada penuh tidaknya parkiran sebuah rumah makan/restorant disaat jam makan.
Berhubung kami makan sedikit special akhirnya saya dan Naufal harus mencari Restaurant yang mempunyai hidangan special dari resto biasanya di lintasan Jl Raya Pantura.
Akhirnya pilihan kami tertuju kepada Rumah makan Taman Air Handayani Wisata Paiton
RM TAMAN AIR HANDAYANI WISATA PAITON 

Rumah makan Taman Air Handayani berada di Jl Raya Paiton Km 137 Probolinggo Ph:0335 774143 .
Kami hanya mengacu pada google map saja dan juga melihat review customer yang pernah singgah ke resto berkonsep taman air ini.Berada di Kota yang dilewati dan menemukan resto dengan style ndeso dengan saung saung yang berada di atas kolam pemancingan dan juga ada meja kursi di indoor restonya.Ternyata resto ini sudah berdiri dari tahun 1961 barangkali ini cabangnya yang ke beberapa gitu.
Siang itu saung saung sudah full booked sementara kami tidak berlama lama juga untuk santai di sini mengingat perjalanan ke Banyuwangi masih jauh.
Akhirnya memilih kursi dan meja yang berada di tepi resto dengan view ke kolam pancing.Resto yang cukup luas dengan pemandangan kolam pancing da nada taman serta kebun.Sangat asri dan menenangkan.
Sambil milih milih menu dan menunggu masakan terhidang saya mengitari saung saung dan kolam pancingnya.Kami  mampir di musholla mungil mereka untuk sholat jamak taqdim sehingga kewajiban lunas.
Beberapa saat hanay 20 menitan menu yang kami order sudah terhidang Ayam kremes, Udang Mentega,Wader goreng gering, Sea food goreng pete,Kol Nenek,Tumis Baby buncis,Es Garuda ,Iga Bakar ,Sambal mangga Muda, es the tawar…lumayan lengkap untuk 4 porsi.


Tidak saja masakannya yang cukup bervariasi tetapi fasilitas yang disediakan cukup variatif seperti futsal, driving range golf, kolam pancing dan ruang reflexologi juga ada.Sayang kami tidak dapat mencoba fasilitas yang ditawarkan mengingat kami harus menuju Banyuwangi untuk tujuan destinasi berikutnya.
Bila makan di suasana yang asri,tenang dan santai apapun makanannya menjadi enak dan lahap saja. Apalagi kami harus menambah sambal mangga muda untuk menambah kelengkapan menu yang tadi kurang orderannya.
Bersantai sejenak melepas lelah akhirnya kami bersiap melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi sambil Naufal mampir di Mini Market sebelah untuk beli minuman dan cemilan di perjalanan.
Menjelang malam kami memasuki daerah Banyuwangi yang tadi siang kita sudah order Hotel Santika Banyuwangi .Kami masih sempat cari makan malam ke sebuah rumah makan Bajak Laut Banyuwangi.Masuk Hotel Santika  Banyuwangi setelah diskusi serius untuk keberangkatan nanti tengah malam ke Kawah ijen.
Masuk Hotel Santika  Banyuwangi Jl Letj S parman No 15 Banyuwangi dengan order 2 Deluxe Room  . Setelah diskusi serius untuk keberangkatan nanti tengah malam ke Kawah Ijen.Awalnya masih ragu secara kami tidak bawa mantel jacket untuk cuaca dingin.Apalagi sepatu bukan kets hanya sepatu sandal tali..Tapi Naufal tetap bersikeras naik ke Kawah ijen akhirnya Doi bilang kalau jam 12 bangun kita jalan ke Kawah Ijen.Persetujuan diambil karena mereka masih saja nonton Bola .
Semoga saja nanti tengah malam kami sudah fit dan bangun dengan semangat untuk pendakian Kawah ijen yang cukup butuh nyali...

to be continued
 http://meciko.blogspot.co.id/2017/02/semangat-emak-lolita-di-pendakian-kawah.html