Halaman

Tampilkan postingan dengan label LEMBAH HARAU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEMBAH HARAU. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Maret 2019

HARAU DREAM PARK...NUANSA EROPA,KEKINIAN DAN INSTAGRAMABLE di KAMPUNG SAROSAH

Setelah Travelling kami ke Sumatera Utara selamam 1 pekan.Saya dan doi melanjutkan perjalanan pulang kampung ke Padang dan Harau karena ada syukuran di kampung.
Kampung doi di Harau persisnya di Desa Tarantang berada di dalam area Lembah Harau .
Kampung Harau dengan pesona Lembahnya yang sangat indah dan mempesona.Beberapa tulisan saya tentang Lembah Harau sudah pernah saya tulis di blog ini seperti
 https://meciko.blogspot.com/2012/04/padi-nenek-menguning-di-lembah-harau.html


https://meciko.blogspot.com/2015/03/30-tahun-ikasmantri-85dalam-rindu_7.html 
Saat acara 30 th Ikasmantri85 yang diadakan di Echo Homestay juga pernah dibahas serta acara reunian sahabat sahabat JHHP ke Sumatera Barat juga main ke Lembah Harau.
Pesona Lembah Harau memang tidak habis habisnya untuk dijadikan bahan tulisan.Apalagi di Lembah Harau makin menggeliat dengan pembangunan dimana mana.Dari pembangunan Boarding School,home stay yang mulai satu per satu dibangun .Serta Sarasah Bunta sudah disulap menjadi destinasi dulu dengan kampung ala Korea sekarang menjelma menjadi "Kampung Sarosah" dengan Nuansa Eropanya..
Penasaran bukan...
Bahkan jalanan di Harau sudah mulai diperbaiki dengan pembangunan jalan yang makin lebar dan mulus.Bukan saja Jalan utama dari Pasar Sarilamak menuju Lembah Harau kearah Akar Berayun atau ke Sarah Bunta yang sekarang lebih dikenal dengan Kampung Sarosah tetapi jalanan menuju Bukit ke arah dalam melingkar dan mengelilingu Bukit Lembah Harau.
Pulang kemaren saya bisa membuktikan pembangunan jalan mulus sudah dapat dinikmati di atas bukit.
Semakin menambah indah dan rapinya jalanan ke Lembah Harau membuat semakin banyak wisatawan mendatangi Lembah Harau.Terbukti sekarang Lembah Harau menjadi salah satu destinasi unggulan di Kab 50 Kota termasuk Kelok 9 yang makin membuat cantiknya kampung doi.
Nach supaya makin mengenali Lembah Harau mari disimak sejarah dan asal asul Lembah Harau ini ya..Cekidot.
Lembah Harau adalah sebuah ngarai dekat kota Payakumbuh di kabupaten Limapuluh Koto, propinsi Sumatera Barat. Lembah Harau diapit dua bukit cadas terjal dengan ketinggian mencapai 150 meter. Lembah Harau .dilingkungi batu pasir yang terjal berwarna-warni, dengan ketinggian 100 sampai 500 meter. Topografi Cagar Alam Harau adalah berbukit-bukit dan bergelombang. Tinggi dari permukaan laut adalah 500 sampai 850 meter, bukit tersebut antara lain adalah Bukit Air Putih, Bukit Jambu, Bukit Singkarak dan Bukit Tarantang. Berjalan menuju Lembah Harau amat menyenangkan. Dengan udara yang masih segar, Anda bisa melihat keindahan alam sekitarnya. Tebing-tebing granit yang menjulang tinggi dengan bentuknya yang unik mengelilingi lembah. Tebing-tebing granit yang terjal ini mempunyai ketinggian 80 m hingga 300 m. Dari mulai saat memasuki
Lembah Harau , kita akan menemukan banyak keindahan yang memukau sepanjang jalan . Sangatlah cocok kalau sebagian pemanjat yang telah mengunjungi tempat ini memberi julukan Yosemite nya Indonesia. Tempat ini sudah lama menarik perhatian orang. Sebuah monumen peninggalan Belanda yang terletak di kaki air terjun Sarasah Bunta merupakan bukti bahwa Lembah Harau sudah sering dikunjungi orang sejak 1926. Menyaksikan hamparan sawah yang indah, itu hal yang sudah biasa. Namun, jika hamparan sawah itu diapit oleh tebing tebing tegak lurus menjulang setinggi sekitar 150 meter hingga 200 meter, orang pasti akan berdecak kagum. Pemandangan itu bisa dilihat di Lembah Harau, Keindahan masih bertebaran di dataran tingginya. Di sana ada cagar alam dan suaka margasatwa. Lembah Harau seluas 270,5 hektar. Tempat ini ditetapkan sebagai cagar alam sejak 10 Januari 1993. Di cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau ter terdapat berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi yang dilindungi, plus sejumlah binatang langka asli Sumatera. Monyet ekor panjang (Macaca fascirulatis) merupakan hewan yang acap terlihat di kawasan ini.
Kawasan Obyek wisata Lembah Harau ini terdiri dari 3 (tiga) kawasan : Resort Aka Barayu, Resort Sarasah Bunta, dan Resort Rimbo Piobang . Pada resort Aka Barayun yang memiliki keindahan air terjun yang mempunyai kolam renang, yang memberikan nuansa alam yang asri juga berpotensi untuk pengembangan olah raga panjat tebing karena memiliki bukit batu yang terjal dan juga mempunyai lokasi yang bisa memantulkan suara (echo). Disini juga terdapat fasiltas penginapan berupa homestay yang bisa dimanfaatkan wisatawan yang ingin menginap lengkap dengan fasilitasnya. Resort Sarasah Bunta terletak disebelah timur Aka Barayun, memeliki 4( empat) air terjun (sarasah Aie Luluih, Sarasah Bunta, Sarasah Murai dan sarasah Aie Angek ) dengan telaga dan pemandangan yang indah seperti ; Sarasah Aie Luluih, dimana pada sarasah ini air yang mengalir melewati dinding batu dan dibawahnya mempunyai kolam tempat mandi alami yang asri. Sarasah Bunta dimana sarasah ini mempunyai air terjunnya yang berunta-unta indah seperti bidadari yang sedang mandi apabila terpancar sinar matahari siang sehingga dinamakan “Sarasah Bunta”. Sarasah Murai , pada sarasah ini sering pada siangnya burung murai mandi sambil memadu kasih sehingga masyarakat menamakan “Sarasah Murai “. Pada Sarasah Aie Angek belum banyak dikunjungi wisatawan, airnya agak panas berada arah keutara dari “Sarasah Murai”.Pada Resort Rimbo Piobang sampai akhir tahun 2009 belum berkembang karena direncanakan untuk Taman Safari.Menurut cerita Lembah Harau ini terbentuk akibat adanya patahan turun atau block yang turun membentuk lembah yang cukup luas dan datar. Salah satu tanda-tanda atau untuk melihat dimana lokasi patahannya adalah dengan adanya air terjun. Ini artinya dahulu ada sungai yang kemudian terpotong akibat adanya patahan turun, sehingga membentuk air terjun. Secara geologi, batuan yang ada disitu berumur cukup tua, kira-kira 30-40 juta tahun. Batuan seumur ini yang sangat halus berupa serpih yang merupakan batuan yang banyak mengandung organic carbon Untuk kawasan Sarasah Bunta yang terletak di sebelah timur Aka Barayun, memiliki empat air terjun (sarasah)
1. Sarasah Aie Luluih, 
2. Sarasah Bunta,
3. Sarasah Murai 
4. Sarasah Aie Angek.  
Kawasan timur dari aka Barayun ini menjadi Kawasan yang sangat gencar gencar pembangunannya Sarasah Bunta yang dikenal juga dengan nama KAMPUNG SAROSAH.
Bukan saja pembangunan Pondok Pesantren Insan Cendikia Boarding School yang bertujuan membuat anak bangsa cerdas sampai ke pelosok dusun ilmu akan dikejar.Tetapi pembangunan destinasi wisata yang dibuat dengan nuansa Eropa.Beragam Landmark terkenal di Eropa sedang dilakukan pembangunannya disini.Awalnya beberapa bangunan  rumah bagonjong sebagai villa dibangun di daerah ini yang kemudian menjadi hits sebatang pohon(pohon jomblo) menjadi latar belakang foto ala Korea.
foto oleh @fetricia
Walaupun saya dan keluarga setiap masuk di pintu gerbang Harau tidak pernah bayar karena pasti kenal semua dengan orang orang yang berada dipintu masuk ke Lembah Harau.Tetapi memasuki Kampung Eropa yang berada di Sarah Bunta kami harus membayar Rp 15.000 per orang.
Saat saya ke sini doi dan Uda Karib tidak ikut masuk tetapi saya dan Uni Ed yang ngotot masuk ke areal destinasi baru ini.Pasti karena ngejar content Blog.Masak Destinasi Originalnya dikejar di seluruh dunia malah landmark ala ala KWnya di kampuang mertua gak ditengok..terlaluuuu...upppst
Bukan karena apa apa.Kita sudah berada di kampung doi dan sudah dibangun wisata kekinian dengan beragam Landmark terkenal di Eropa seperti Menara Eiffel, Kincir Angin ala Holland,Stonehenge UK, Big ben London,I am Amsterdam (belum finish),rumah colourfull ala Eropa,Taman Tulip Lisse Holland, Arc de Triomphe Paris,Colloseum.
wah banyak lagi.
Perasaan bercampur aduk saat melihat pembangunan wahana ini.Gembira karena Lembah Harau makin cantik dengan tambahan destinasi ala ala Eropah.Sedihnya kenapa harus landmark Eropah yang dibangun.Kenapa tidak destinasi Minangkabau digabung menjadi satu dengan mengangkat pakaian adat Minang"Baju Kuruang dan suntiang Minang" bukan Hanbook ala Korea atau nanti malah Baju Nelayan Holland yang akan muncul.ulalala..hikss
Kapan ya kita mengangkat budaya Minang dan cinta akan Budaya sendiri .Padahal dengan udara sejuk diketinggian lembah Harau ditanam kebun Bunga malah makin membuat indah Lembah Harau dengan pesona Tebingnya yang memukau.
Jangan menjadi plagiat seperti wisata lainnya.Tapi ya sudahlah mungkin ini yang akan mendatangkan rezeki bagi penanam Modal di Harau..entahlah..Semoga saja suatu hari bisa membangun Kampung aala Minangkabau yang kental nuansa Minangnya dengan pakaian adat berbagai daerah Minangkabau.
Berada di antara Tebing tebing Indah menjulang tinggi dengan landmark Eropa ini mungkin akan menjadi hits dan instagramable bagi wisatawan yang senang foto selfie.Mungkin ini target utama yang akan dikejar investor.

 Bagi saya yang sudah lansung keliling ke beberapa Landmark Eropa yang dibangun di Kampung Sarosah memang terlihat sangat berbeda jauh dengan aslinya.Tetapi ala ala seperti ini mungkin mengobati rasa rindu wisatawan yang belum bisa mencapai destinasi Eropa lansung.Terasa sedikit dipaksakan bila dibandingkan dengan destinasi yang juga hits di Bogor" DeVoyage".
Nach ini lebih terlihat cukup mirip dan lebih terasa nuansa eropanya.Saya pernah kupas disini:Beberapa
  https://meciko.blogspot.com/2018/04/devoyagekonsep-holiday-selfie-and.html
 
Beberapa landmark malah hanya dibuatkan poster raksasa saja untuk berfoto seperti Kebun Tulip Lisse Holland,Ar de Triomphe dan Colloseum.Padahal secara area cukup luas lho bahkan bisa dibuat seperti Devoyage di Bogor.Karena Kampung Sarosah juga dialiri sungai yang membuat destinasi ini juga menjadi sejuk ditambah perahu perahu seperti kanal di Belanda.Nach aliran sungai kecil ini sudah diisi dengan sampan sampan kecil .Alhamdulillah.
Walau secara original sangat jauh daripada landmark asli dunia tetapi menjadi destinasi pilihan yang kekinian dan instagramable dengan nuansa Eropa berada di nun lembah Harau yang dikelilingi Tebing tebing menjulang ke langit.
Nach kalo berada di Ranah Minang dan di Kabupaten 50 Kota jangan lupa ke Lembah Harau dan khususnya Kampung Sarosah yang kini sudah menjelma menjadi Kampung Eropa...ala ala bule gituhh.upppst
Semoga kampung kami oh ya kampung doi makin terkenal dan selalu menjadi destinasi  incaran para wisatawan.
Semoga...
Salam,












Minantu Rang Harau

Sabtu, 02 September 2017

KAGUM PARA SAHABAT AKAN PESONA LEMBAH HARAU EDISI 5

Hari ke-3 Tgl 18 Agustus 2017 kami menginap di Hotel ke-2 dalam Travelling kami di Minang Maimbau Grand Malindo Bukittinggi..Berada di tengah Kota Bukittinggi nan sejuk Jl Panorama No 30 Kayu Kubu Guguk panjang,Kota Bukittinggi.
Hari ke-3 ini kami menggunakan DC warna Orange yang menyala.
Destinasinya : Kelok Sembilan Mega Proyek Jembatan Terbesar-Lembah Harau-Makan Siang di Kampuang tangah-Bukittinggi City tour-Lobang Japang-Ngarai Sianok-Jam Gadang-Great Wall-Shopping Pasar Atas Bukittinggi
Saat Sarapan pagi di hotel terlihat Cici menggunakan DC kerudung warna Krem sementara Kita sepakat memakai Orange .Padahal kemaren beli kerudung warna warni.Akibat diprotes habis teman teman akhirnya Cici nyerah dan ganti kerudung menjadi Orange..gitu donk biar kompak…pake  tutorial  kerudung ala Mbak Lusy..
Terlihat beberapa teman” memakai Kerudung Kerancang  khas Bukitinggi yang kemaren sudah di borong.Orange memang warna yang sangat semarak dan cerah.Apalagi dengan kehebohan kami di pagi hari saja di Hotel sebelum kita jalan full day ke arah Payakumbuh.Kami menginap di Grand Malindo untuk 2 malam sehingga koper” kami masih berada 1 malam lagi di sini.
Jam 9 kurang kita sudah siap untuk meluncur kearah Payakumbuh.Destinasi awal harusnya kita menuju Lembah Harau tetapi atas kesepakatan bersama destinasi terjauh dulu yang akan kami datangi.
Pondok Jagung Super Manis F1Aina Kawa Daun
Perjalanan kami sudah hampir sampai ke Payakumbuh 5 km sebelum Kota sesampai di Piladang persis di pinggir jalan Raya Bukittinggi-Payakumbuh berada di Koto baru-Batu hampar Piladang.
Malin mengajak kami untuk mencicipi kuliner Kawa Daun dan Serba serbi snack dari jagung Manis di Pondok Jagung Super Manis F1 Aina.
Kami mampir pas saat butuh selingan snack dan mencoba Kawa Daun yang mungkin masih baru bagi kawan”.
Beragam penganan tersedia di pondok ini Jagung rebus,Risoles Jagung,Kolak Jagung,Pergedel Jagung,Donat Jagung,Puding Jagung,Kacang Tojin jagung,Keripik jagung bahkan ice cream Jagung dan Juice jagung.Semua serba Jagung.

Barangkali hanya segelintir orang yang tahu kalau pemilik Pondok ini bukan siapa siapa dulunya dari kerja serabutan dari Sopir Taxi,Garin Mesjid ,Petani Jagung terakhir penjaja Jagung rebus keliling.Berkat ketekunan beliau  namanya Imam akhirnya sukses membudidayakan jagung manis yang dibuat berbagai penganan serba jagung.Begitulah uletnya orang Minang yang patut ditiru dan dicontoh nich.Sekarang beberapa Kedai Jagung beliau sudah tersebar di Payakumbuh.
Ada yang unik dari Minuman Kawa Daun.Daun yang berasal dari Daun Pohon Kopi yang rasanya seperti tea.

Masyarakat Payakumbuh dan sekitar Tanah Datar  zaman dahulu sudah sangat pintar meracik daun Kopi menjadi Kawa Daun. Kenapa bikin Tea dari Daun Kopi .Nach ada sejarahnya zaman Belanda sekitar abad 19 mereka menerapkan tanam paksa Kopi di Tanah Minangkabau karena Kopi merupakan Komoditi export yang sangat mahal.Sehingga petani yang memetik biji Kopi harus menyerahkan seutuhnya ke gudang Kopi tanpa sedikitpun menyisakan biji Kopi buat mereka.Sungguh malang Nasib Petani kita hanya bisa menanam Kopi mahal tanpa bisa menyicipi rasa Kopi yang mereka tanam.Timbul ide untuk mengolah daun Tanaman Kopi menjadi minuman Kawa Daun yang berarti  minuman dari daun Kopi.Daun Kopi dijemur dan dikeringkan diatas perapian kemudian setelah kering kemudian di racik sedemikian rupa menjadi segelas minuman Kopi yang berasa tea.Biasanya disajikan dalam wadah batok kelapa dalam bentuk Mangkok diseruput dengan sedotan Kayu Manis.Sehingga rasanya segar dan manis.Biasanya ditemani dengan goreng gorengan dan duduk di bale bale bamboo dekat pematang sawahslruuupppss. Segarnya.
Beberapa manfaat dari Kawa Daun bisa menurunkan Hipertensi,melancaran saluran pernafasan bagi yang sesak nafas,menghangatkan badan menambah stamina dan vitalitas.

KELOK 9- MEGA PROYEK JEMBATAN LAYANG
Perjalanan kami teruskan menuju kelok 9 di daerah Jorong Aie putiah ,Nagari Sarilamak Harau berada sekiatr 30 km sebelah timur Kota Payakumbuh.Kami mampir di salah satu POM Bensin  dengan Mesjidnya yang indah  yang berada di Nagari Sarilamak karena Uni Ita terserang sakit perut apa maagnya kambuh atau salah makan waktu sarapan pagi di hotel dan mungkin juga mencoba Kawa Daun yang tidak cocok dengan pencernaan beliau.Sehingga waktu kami cukup lama habis di Pom Bensin karena beliau mules terus terusan.Walah gak bisa dibawa makan makanan kampong nich si uni..karena mungkin sehari”nya beliau dengan Dabro selalu makan makanan sehat dan pilihan .
 Waktu semakin siang apalagi hari ini Jumat kami sampai di Kelok 9 mencoba ruas jalan yang lama dengan patahan dan kelokan maut yang sangat terkenal dulunya rentan tabrakan dan menjadi ajang keberanian sang sopir Bus bila melewati daerah Kelok 9 ini.Sekarang sejak dibangunnya Mega Proyek Kelok 9 yang diresmikan oleh Presiden SBY  Oktober 2013 sehingga jalan yang lama yang berkelok kelok   dipergunakan untuk satu arah saja.
Mega Proyek jembatan layang sepanjang 2,5 km membentang di antara 2 bukit yang sangat terjal apalagi dipasang tiang tiang beton kokoh dan kuat setinggi 58 m.Panorama dan indahnya Kelok 9 membuat daerah ini menjadi Destinasi “Hot” saat ini.Dua perbukitan diantara 2 cagar alam yaitu Cagar Alam Aie Putih dan cagar Alam Harau membuat pesona kelok 9 semakin mempesona.
Sayang daerah baru ini dipenuhi dengan pedagang kaki lima yang masih belum terlokalisasi sehingga hampir memenuhi tepi jalan raya.Perlu mencari solusi untuk melakukan penertiban PKL sehingga panorama Kelok 9 tidak dirusak oleh pedagang Kaki Lima .
Setelah kami foto” disini dan beberapa pedagang Foto menawarkan Foto hasil jepretannya bila dibandingkan dengan daerah wisata lainnya Kelok 9 paling murah Harga Foto yang sudah jadi.Apalagi terjadi transaksi transfer foto via USB harganya jadi murce..hiks

Dari awal saya sama Uni Yanti sudah arrange waktu makan siang nantinya di rumah Nenek Hanif(Mertua) yang berada di Harau persis di Kampuang tangah dekat SD 01 Sarilamak.Setelah diskusi dengan Malin akhirnya kami sepakat setelah dari Kelok 9 baru kita mampir ke rumah Mertua.Prediksi awal Bus akan kami parkir di depan halaman rumah Kak Epi(kk Ipar) yang berada di depan jalan raya.Pas turun barulah saya info ke teman” kalau kita makan Siang Ala Kampuang Harau di rumah Mertua…Wow mereka surprise sekali gak sangka saya akan bawa mampir mereka ke rumah nenek..hebat gak bocor surprise kami.
Sambil berjalan mereka tak lupa masih foto” karena view dan Panorama Lembah harau sudah makin terlihat dari depan rumah Kakak.
Ternyata di rumah kami sudah ditunggu keluarga dari nenek,adik  kakak,ponakan  ,etek” semua hadir.Betapa senang dan bahagianya keluarga bisa ketemu dengan teman teman kantor saya dulu.Apalagi teman" benar benar surprise disuguhi makanan ala kampuang..

Beragam menu ala kampuang sudah disediakan Nenek.Memang saya sudah info kalau nantinya sediakan menu kampuang seperti Goreng Baluik Lado Hijau,Gulai Jengkol Rebung ,Lotek, Urap,Gulai Ikan Lalapan..
Wah dikira pada malu malu taunya nambah 2-3 kali..sampai gak putus putus bolak balik.Untung keluarga sudah terbiasa menerima tamu baik teman kuliah,teman SMA/SMP sering untuk reunion rumah Mertua .jadi sudah terbiasa dan tidak canggung lagi.Apalagi nenek sebelum kita pulang sudah bungkus” Makanan kampuang seperti gelamai,Lamang Baluo,Bareh Barandang(Ladu)..seruuu 
Tanpa terasa siang makin terang habis sholat Jamak jamaah  di kamar nenek lagi (katanya di kamar aja Ibu ibu..pamali sholat diluar..xixi).Kami pamit setelah ngobrol sebentar dengan Adik Fitri dan Neri karena ternyata Malin teman SMPnya Fitri..wah makin seru obrolan kami.Sayang si uni Ita makin lama makin tambah sakit sehingga beliau kita suruh istirahat di kamar  sementara kami jalan ke Destinasi “Aka Barayun” dan “Sarasah bunta”.Dikira Dabro tinggal nemenin sang istri ehh taunya beliau malah ikut kita jalan ..hihi..gak mau rugi nich si bule..
Bila mau tau sejarah tentang Lembah Harau tentang 2 destinasi Aka Barayun dan Sarasah Bunta cekidot ini ya….
Sudah pernah dibahas  tahun 2012 panjang lebar  di sini cekidot:
 http://meciko.blogspot.co.id/2012/04/padi-nenek-menguning-di-lembah-harau.html


Kami mampir di view Harau valley saat hujan lebat membasahi tanah Harau..Sampai hujan reda baru kami bisa mengambil view indahnya Harau.Betapa kagum dan terpesonanya para sahabat setelah tahu betapa indah dan mempesonanya Nagari Lembah Harau..Ini baru daerahnya ..belum makanannya..terakhir orangnya upppsttt..kangen 
gak bawa doi nich pulkam..
foto sama yg punya Harau...xixi

Destinasi Sarasah Bunta tak kalah indah dan menariknya.Apalagi di sana ditemukan beberapa sarasah(air terjun) yang kami datangi salah satu saja karena tidak ada niat untuk mandi dan berenang.

Lelah berkeliling kami mampir disebuah warung dekat parkir Bus sambil nunggu teman teman kumpul sambil ngeteh dan ngopi celutukan celutukan heboh saling sahut menyahut..Indahnya moment langka ini..waktu ngantor mana bisa bebas seperti ini.Apalagi diantara kami ada beberapa petinggi JHHP yang waktunya habis tersita di kantor..hiksss..ketemu juga di kantin atau sepintas kalau mampir ke Ruangan…tetapi di sini kami bebas sebebasnya becanda berciloteh tanpa ada pembatas..seruuuu…indahnya moment ini.
Pulang dari Sarasah Bunta kami mampir di rumah Kak Epi dulu untuk jemput Uni ita yang tadi istirahat di rumah Nenek.Kelihatan sedikit segar karena sudah istirahat.Perjalanan kami dilanjutkan untuk beli Oleh oleh Rumah Randang NIKMAT.
RUMAH RANDANG NIKMAT
Rendang Tradisional Minang “NIKMAT” sejak tahun 2002  sudah dirintis oleh sepasang suami Istri, Ibu DIA  yang awalnya hanya kecil kecilan saja.Beragam variasi rendang tersedia di sini Rendang Suir,Rendang Paru,Rendang Telur,Rendang Tumbuak,Rendang ubi,Rendang Belut,Rendang Balado,Serundeng,Keripik kentang,Sanjai bahkan yang terbaru kami coba Rendang dari Jantung Pisang..Persis seperti rasa dendeng kering..Benar benar kreatif dan inovatif. 
Hari semakin senja Destinasi hari ini kita banyak habiskan di Payakumbuh dan Lima Puluh kota tambah lagi Uni Ita sakit jadi kita memberi waktu yang lebih longgar agar beliau bisa istirahat.Setelah kami sepakat mau makan malam di Bukittinggi atau mencoba Sate Danguang Danguang yang terkenal di Payakumbuh.Akhirnya kami putuskan mencoba Kuliner Payakumbuh:SATE DANGUANG DANGAUNG “BET BUR” di tepi Pasar payakumbuh.
Sate Dangaung Dangaung disebutnya karena berasal dari Desa Danguang Danguang daerah di kabupaten lima Puluh kota .Sate dengan kuah kuning yang berisi santan kental ditaburi bawang goreng.Sementara Daging Sapinya dibalut parutan kelapa kering..Wow bau dan rasa yang menggoda..Makan sate disini kuah yang berisi ketupat  dengan dagingnya dipisah sehingga kita bisa makan daging sepuasnya..kuatnya paling 20 tusuk...kenyaaaang...

Kota Payakumbuh kami tinggalkan menuju Bukittinggi karena sudah kenyang di bus teman teman tinggal tidur untuk menuju Hotel .Sudah larut tidak mungkin juga kami City Tour di Kota Bukittinggi.Berharap besok pagi kami akan City Tour Bukit dulu sebelum meninggalkan kota Bukittinggi yang sejuk nan indah.
Carito basambuang
https://meciko.blogspot.co.id/2017/09/pesona-wisata-kota-jam-gadang-dalam.html