Halaman

Sabtu, 15 Juni 2019

TERPESONA DAN MERINDING DENGAN WISATA ACEH YANG MEMUKAU EDISI 4

Edisi ke-4 ini kita membahas wisata Aceh selain Mesjid mesjid yang sudah kita bahas khusus dan Kota Sabang dengan beragam destinasinya serta nikmatnya kuliner Aceh yang membuat pola makan kami drastis berubah.
Bumi Rencong yang tidak habis habisnya dibahas dengan beragam destinasi dan juga kisah pilu Tsunami Aceh dan bukti bukti saat kejadian tsunami itu terjadi.
Berada di bumi rencong selama 4 hari kami membuat Itinerary yang kemudian disetting kembali oleh Jida Witri dan teamnya agar perjalanan kami 1 arah

ITINERARY  AMAI KECE   Bumi Rencong Aceh( 28 Feb-3 Marc19)
  • topi lebar 
  • kaca mata rayban
  • Mini mukena (tiap hari mampir ke mesjid)
  • Tanpa  bagasi semua mini kemasan
  • Rok-kulot-gamis 
  • Sendal
  • Payung kecil/ kipas kecil
Kamis:(28Feb19)
DC : Gamis flower 🌸 💐🌺- Jilbab full color polos 
1. Dari bandara Sutan Iskandar Muda foto stoop d Pantai ULEE LHEUE
2. masjid raya Baiturrahman 
3.sholat magrib d masjid raya Toko Cendera Mata di depan Mesjid 
4.Makan malam dan ngopi MOORDEN CAFE
5. deni sama uli bergabung di Cafe
6. Ke hotel dan istirahat R 405 
👆 ado foto dan sholat d mesjid

Jumat:(1 Marc19)
DC: Orange polos /motif 🍊-jilbab full colour 

1.  sarapan pagi  di resto hotel jam 6.15 . 
Resto buka jam 6 .
Berangkat 7.34 karena Kapal jam 8 start berlayar ke sabang
2. Foto di MONUMEN  Seulawah   
3. Ke pelabuhan ULE LHEUE Meuraxa  to sabang
4.foto di icon SABANG  Pulau Weh KM 0 
Perjlnan mnuju KM 0 jlnan alternatif 
Makan siang di Kantor BNN Sabang
Pantai Gapang photo shoot pantai pasir putih 
Pantai Paradiso
Beli pia Sabang
5.Jumatan
6.makan siang/sholat MESJID RAYA sabang BABUSSALAM JL Tengku Cik Ditiro, Kuta Ateueh Sukakarya Kota Sabang 
7. 0 km
 Tunggu kapal balik jam 5 sore mampir di Taman Bustanus Salatin ketemu Cut Ita
8.Mampir  ke toko souvenir di depan Mesjid Baiturahman 
9.Mesjid H Harun Kecik Lemik  sholat magrib 
10.Makan Mie Aceh - kopi susu Zakir Warkop ketemu Ica dan putranya 
11.Makan  duren Takengon Aceh seputar Hotel Hermes 
Balik Hotel 

Sabtu(2March 19)
DC : Kostum warna jeans -Pink/ baby pink 🌸
1.foto stop di masjid raya BAITURAHMAN  lengkap
2.PLTD apung  PUNGE Blang Cut, Jaya Baru Banda Aceh 
3.rumah kapal LAMPULO Kuta Alam Banda Aceh
4.MUSEUM  TSUNAMI Sukaramai Baiturahman 
5 makan siang 
6.belanja sovenir Galery Pusaka  Souvenir di Peunayong 
   dan batik khas ACeh di Zean,
7.Mesjid Teuku Umar Diseberang Suzuya Mall . Kita sholat jamak disini 
     Belanja Batik 
   sholat ashar  di MESJID LAMPUUK  Rahmatullah  .
8. Pantai LOK SEUDU lihat sunset ( Maldives Aceh) dari Cafe X Ray Lhok Seudu 
Magrib di Mesjid Baiturahim Meuraxa 
9.balik BANDA ACEH . Rencana mau mandi dan ganti baju 
10,makan malam Nasi goreng DAUS di daerah Peunayong 
11,ngopi cantik di Cafe 3 in 1 di sidi kanan Hotel Hermes  
12.Hotel pamit ke Bang Faisal 
13 istirahat

Minggu (3March19)
DC : Back nd White ... kombinasi 🖤☁️
        Sepatu kets / santai
Breakfast Hotel jam 6 pagi

Sarapan bareng di Nasi Guring Pak rasyid seberang Mesjid Raya Baiturahman 
Persiapan balik ke KL dan medan

Ttd
Amai Witri

Beberapa Destinasi Aceh  yang akan kita datangi al:
1. PANTAI ULEE LHEUE
2. TAMAN SARI BUSTANUS SALATIN
3. KAPAL ATAS RUMAH LAMPULO
4. MUSEUM TSUNAMI ACEH
5. RUMAH CUT NYAK DIEN 
6. PLTD APUNG 1
7.PANTAI LHOK SEUDU

Mari kita telusuri destinasi demi destinasi yang belum kita kupas di edisi sebelumnya.
 1. PANTAI ULEE LHEUE 
Pantai Ulee Lheue merupakan kawasan wisata pantai yang berdampak sangat parah saat kejadian Tsunami th 2004 yang silam.Tsunami Aceh saat itu sangat meluluhlantahkan daerah Ulee Lheue sehingga hampir semua area rata dengan tanah.
Sengaja kami dibawa oleh Nani  sekretarisnya Jida Witri dimana merupakan saksi hidup saat Tsunami menimpa Aceh.Berkisah tentang tsunami dimanan suaminya Polisi sedang bertugas saat itu harus berjuang keras untuk hidup dan terlepas dari terjangan tsunami yang sangat dahsyat.

Saat Nani bercerita seperti kami berada diwaktu Tsunami melanda apalagi kita sedang berada di wilayah Pantai Ulee Lheue dimana tempat tempat yang terkikis habis ditunjukan oleh Nani.Merinding....
Pasca Tsunami wilayah Pantai Ulee Lhuee yang cantik kembali ditata Pemerintah kota Banda Aceh.Terlihat jalannya yang sudah 2 jalur dan tepi Pantai Ulee Lhueu sudah dibuat tulisan besar "PANTAI ULEE LHEUE " menambah indah dan eksotiknya pantai ini.
Tulisan besar berwarna kuning terang menambah indahnya pantai dengan air yang tenang dan di hiasi pulau pulau kecil ditengah laut.Di sini terdapat Pelabuhan Ulee Lhueue Meraxa tempat kita nantinya menyeberang ke Pulau Weh Kota Sabang.
Kita hanya foto shoot saja disini awal kita menginjak kaki di Banda Aceh.
2. TAMAN SARI BUSTANUS SALATIN


 Sehabis kita kembali dari Kota Sabang sore menjelang magrib kami janjian dengan Cut Ita di Taman ini "Taman Sari" Bustanus Salatin yang berada di tengah Kota Banda Aceh.
Bustanussalatin artinya taman raja raja yang dibangun saat Kesultanan AcehDarusalam pada th 1514 M.Taman Sari ini ditumbuhi pohon pohon buah ,sayuran dan bunga bunga yang sudah mulai dibangun saat Masa Sultan Iskandar Muda berkuasa.Taman ini luasnya hampir 3000 m persegi yang dulunya dikenal dengan Taman Ghirah yaitu taman bermain keluarga raja raja.
Kami hanya menikmati depan taman sari dan duduk di depan tulisan besar Bustanussalatin sampai Cut Ita bergabung dengan kami.Berhubung hari makin senja kita tidak masuk ke area tamannya.
Tetapi kami sudah menginjakan kaki di Taman Sari para raja raja kerajaan Aceh dulunya.Salah satu Destinasi yang unik berada di Banda Aceh yaitu Kapal diatas rumah.

3. KAPAL ATAS RUMAH LAMPULO
Salah satu Destinasi yang unik berada di Banda Aceh yaitu Kapal diatas rumah.Bukti salah satu sisa Tsunami th 2004.Kapal ini saat kejadian tsunami saking dahsyatnya akhirnya tersangkut diatas rumah yang kemudia semakin dikenal dengan nama Kapal Lampulo.Karena kejadiannya berada di desa Lampulo ,Kec Kuta Alam Banda Aceh.Secara model dan ukuran kapal ini hanya kapal biasa kapal pencari ikan /kapal nelayan yang saat itu berada di TPI Lampulo.Begitu dahsyatnya arus tsunami yang menerjang tepi pantai sehingga kapal ini terseret sekitar 1 km dari TPI Lampulo dan tersangkut di atas atap rumah warga.Saat itu justru kapal inilah salah satu penyelamat warga yang berada di desa ini .Kapal ini memuat sekitar 59 orang yang berlari menghindar arus  tsunami .Akhirnya warga yang naik ke kapal ini selamat dan terhindar dari terjangan tsunami.

 Kapal dengan panjang 25 m dan berat 65 ton kemudian menjadi museum dan pemiliknya sudah ikhlas memberikan rumahnya untuk dijadikan Museum sehingga tempat ini menjadi saksi begitu dahsyatnya terjangan tsunami di Aceh. 
Bahkan di sinilah kami menemukan salah satu kuliner khas Aceh yaitu Keumamah atau Ikan Kayu di sebuah warung kecil di tepi Kapal Lampulo.Bahkan kami tambah pesenan lagi setelah diatas meja warungnya sudah ludes dibeli pengunjung.

4.MUSEUM TSUNAMI ACEH
Museum ini berada di Sukaramai,Baiturahman,Banda Aceh.Menjadi bukti dan saksi atas kejadian Maha dahsyat Tsunami th 2004.Dibuka untuk umum th 2009 .Bila ke Banda Aceh tanpa mengunjungi Museum Tsunami terasa kurang pengetahuan kita akan sejarah dan bukti bukti nyata Tsunami melanda Aceh.Akhirnya kami sepakat kudu wajib masuk ke Museum ini.
Sejak awal kita sudah diwanti wanti Jida Witri untuk tidak berisik dan jangan tertawa disini karena saat awal masuk museum kita sudah diberi musik dan suasana asli kegaduhan saat kejadian tsunami berlansung.Bahkan baru masuk saja kita sudah merinding hebat dan mata mulai berlinang begitu sedih dan terharunya.
Begitu banyak teriakan teriakan baca kalimat kalimat Tauhid dan teriakan minta tolong dan lolongan orang orang saat kejadian berlansung.Siapa yang tidak berdiri bulu roma dan merinding hebat saat melalui lorong demi lorong museum. Lorong gelap dan dingin yang mereka namakan Space of Fear.
Ada yang baru kita tahu dari museum ini ternyata salah satu rancangan Ridwan kamil saat beliau sebelum menjadi walikota Bandung dan memenangkan sayembara Merancang Museum Tsunami Aceh oleh Badan Rehabilitasi Rekontruksi Aceh-Nias th 2007.Wajar saja museum karya beliau jadi pemenang karena banyak unsur unsur Aceh yang dimasukan ke dalam ide membangun Museum ini.Dari lantai dasarnya dari ide Rumoh Aceh sebagai rumah panggung.Bahkan atapnya seperti menyerupai gelombang laut.Museum ini tidak saja sebagai monumen peringatan tetapi diatasnya bisa untuk perlindungan dari bahaya tsunami .Sehingga atapnya yang landai bisa memuat banyak warga bila suatu saat bencana ini melanda kembali negeri ini.Peringatan waspada saja..Museum Tsunami ini memiliki 55 koleksi lho terdiri dari 26 foto/lukisan,22 alat peraga dan 7 maket yang tersebar di ruang demi ruang .
Museum Tsunami ini memiliki 55 koleksi lho terdiri dari 26 foto/lukisan,22 alat peraga dan 7 maket yang tersebar di ruang demi ruang .Dari Motor,Al Quran,Kapal ,helicopter dan lain lain.
Cukup lama kami disini menikmati satu demi satu saksi sejarah bencara terbesar di sumatera saat itu.Waktunya melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.



5. RUMAH CUT NYAK DIEN
Kami diberikan waktu untuk menelusuri sejarah salah seorang Pahlawan Wanita Tanah Rencong Aceh yang sangat terkenal yaitu CUT NYAK DIEN.
Srikandi Indonesia yang merupakan salah satu Pahlawan Nasional dari Tanah Rencong Aceh ini sangat terkenal dengan kegigihan melawan penjajahan Belanda.
Salah satu peninggalan beliau yaitu Rumah Cut Nyak Dien yang berada di Lampisang,Peukan Bada,Aceh Besar.
Rumah Cut Nyak Dien yang kami datangi hanyalah replika dari rumah aslinya beliau yang dibakar habis oleh penjajah Belanda th 1896.
Rumah panggung yang berkontruksi kayu dengan atap rumbia  ini kemudian dibangun th 1981-1982 untuk mengenang tokoh pahlawan wanita ini yang kemudian diresmikan Menteri P&K Fuad Hasan waktu itu th 1987. Rumah panggung yang kemudian dijadikan museum dibangun persis dilokasi rumah Cut Nyak Dien yang sudah terbakar habis .Rumah ini dijadikan Musium Data Sejarah Cut Nyak Dien dan Teuku Umar yang dibawa kembali dari negeri Belanda.Disini sekarang sudah dilengkapi dengan perpustakaan.


 Saat kami memasuki rumah yang harus menaiki tangga demi tangga kokoh karena terbuat dari kayu pilihan.Kami diterima oleh beberapa orang yang masih kerabat Cut Nyak Dien kemudian kita dipersilahkan mengisi buku Tamu agar mereka punya bukti tamu yang sudah pernah bertamu ke rumah ini.
Kami menyusuri ruang demi ruang dimana kamar demi kamar kita masuki.Ternyata dari semua kamar yang dimasuki kamar Cut Nyak Dien berada paling belakang untuk mengelabui Belanda kalau kamar Cut Nyak Dien berada paling belakang.

 Kamar demi kamar kita masuki yang hampir semua dibuat seperti asli dan terbuat dari kayu jati Jepara beberapa perabotannya.Bahkan beberapa peralatan perang Cut Nyak Dien seperti rencong,parang terlihat juga dipajang di interior rumah panggung ini.
 Ada yang menarik soal sumur yang berada di samping depan dengan ketinggian 2 m dan berwarna putih.Ternyata sumur itu sengaja dibuat dengan tinggi 2 m agar Belanda tidak mudah meracuni sumur itu.Begitu teliti dan strateginya isi rumah ini semua penuh dengan makna dan maksud tertentu.
 Nach dari penuturan penjaga Rumah Panggung ini ternyata Cut Nyak Dien mempunyai titsan darah Minangkabau lho..Wah selama ini kita tahu beliau asli Aceh.Cut Nyak Dien merupakan keturunan bangsawan Aceh yang taat beragama di Aceh besar th 1848.Ayahanda bernama Teuku Nanta Seutia,Uleebalang VI Mukim yang merupakan keturunan Datuk Makhudum Sati .Datuk ini merupakan pemimpin kelompok Perantau Miangkabau di wilayah Pantai Barat Aceh.Nach dari silsilah ini ternyata darah minag mengalir di jiwa Cut Nyak Dien.Jiwa perempuan Minang yang tidak mau menyerah dan berani menentang yang salah.Seperti pahlawan Wanita yang berasal dari Minangkabau lainnya seperti Rohana Kudus,Rasuna Said,Siti mangopoh ,Rahmah El Yunissyiah.
Bangga khan sebagai padusi Minang..amai amai...xixixi...

 6. PLTD APUNG I
Destinasi berikutnya tidak terlepas dari peristiwa tragis di saat bencana Tsunami melanda Aceh.Beberapa sudah kita ulas diatas .Nach destinasi yang satu ini juga bukti begitu dahsyatnya peristiwa kelam saat itu.
Monumen PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) Apung berada di desa Punge ,Blancut Banda Aceh.Kapal ini sebenarnya pembangkit listrik untuk daerah Ulle lheue tempat kapal ini ditambatkan sebelum peristiwa tragis itu terjadi.


 Saat Tsunami terjadi kapal ini terseret hampir 5 km ke arah Banda Aceh akibat gelombat dahsyat 9 m Tsunami yang meluluh lantahkan Aceh.Kapal ini persis terhempas ditengak pemukiman penduduk tidak begitu jauh dari Museum Tsunami.Bayangkan saja Kapal yang berbobot 2600 ton bisa terseret ke tengah Kota Banda Aceh.Ya Allah bila kita kembali mengingat peristiwa itu bulu roma bergidik takut membayangkannya.
Kami memang tidak masuk ke dalam Kapal ini yang memuat sejarah kelam Tsunami karena kita sudah masuk ke Museum Tsunami yang lebih lengkap data dan bukti sejarah Tsunami 2004 tsb.
Udara panas terik disekitar daerah Punge membuat kami memutuskan mengakhiri destinasi jejak jejak Tsunami di Aceh untuk melanjutkan perjalanan menuju Destinasi tepi pantai Aceh yang sangat kekinian dan Instagramable.
 7. PANTAI LHOK SEUDU
Nach inilah Pantai Aceh yang lagi ngehits sekarang sehingga kami harus menjejakan kaki ke Pantai ini yang juga dikenal dengan Maldivesnya Aceh..Oh Yaaa..Pasti keren kalau begitu.Berada di Desa Layeun,Kecamatan Leupung Aceh Besar.Berjarak sekitar 30 km dari Kota Banda Aceh dan sebenarnya masih ikut terkena imbas Tsunami juga karena Pantai ini juga rata dengan tanah saat itu.
Kemudian Pantai ini kembali ditata indah dan disulap oleh pemerintah menjadi tujuan wisata dengan didirikannya kafe warna warni yang eye catching .Kami menuju Pantai ini menjelang sore sehingga udara sudah mulai sejuk tidak begitu panas terik.Berada di pantai yang lansung terlihat samudera luas dengan di depannya terdapat pulau dengan air yang tenang dan perbukitan mengelilingi Pantai membuat lanscape Pantai ini sangat indah.
 Kami menuju Pantai ini menjelang sore sehingga udara sudah mulai sejuk tidak begitu panas terik.Berada di pantai yang lansung terlihat samudera luas dengan di depannya terdapat pulau kecil  dengan air yang tenang dan perbukitan mengelilingi Pantai membuat lanscape Pantai ini sangat indah.Sehingga banyak spot spot cantik yang bisa kami abadikan selama main di pantai ini.
Kami memilih salah satu Cafe yang kita datangi untuk bisa menikmati bangunan warna warni yang berada di tengah pantai.
 Sambil memesan Kelapa Muda untuk membasahi keronggokan yang haus sejak dari pagi explore Banda Aceh dari 1 destinasi ke destinasi berikutnya.Lagi lagi sampai di Pantai yang kafe kafenya dibuat menjorok ke laut membuat saya pribadi kembali harus berperang ketakutan kembali dengan deg degan berjalan diatas air laut.Masih saja peristiwa Gelombang Tsunami Banten melintas di depan mata.Tapi harus dilawan agar trauma itu cepat hilang dari ingatan.Muka pucat untung masih bisa disembunyikan dengan kaca mata gelap.Senyum ciut dan deg degan sambil berdiri persis di ujung Bangunan Cafe yang bertulisan besar Cafe X Rai bahkan kawan kawan naik ke tangga atas untuk bisa menikmati suasana sekitarnya saya mencoba dengan nyali sok berani menaiki tangga demi tangga walau kaki gemetaran.Duch Alhamdulillah untung ketakutan bisa dilawan.Yang pasti berdiri diantara sahabat sahabat dengan muka ciut tapi menjadi nyaman karena dikelilingi mereka.sssttt baru sekarang curhat nich...gemeteran kaki...


Inilah destinasi demi destinasi hits yang kami telusuri selama berada di Aceh.Masih banyak yang belum kita datangi tetapi dengan waktu4 hari 3 malam sudah mewakili tempat tempat penuh sejarah dan jejak jejak sisa Tsunami 2004.
Lain waktu kita kembali ke Aceh dengan destinasi destinasi berbeda yang belum kita kunjungi.
 





to be continued