Mesjid tua terletak di Jl Ki Marogan Kec Kertapati Palembang Sumsel.Mesjid Kiai Muara Ogan atau dikenal juga Mesjid Ki Marogan ini memiliki arsitektur yang memadukan Budaya Palembang,China,India dan Arab.Mesjid ini merupakan mesjid tertuas ke2 setelah Mesjid Agung Kota Palembang.Mesjid dengan keunikan dimana berdiri kokoh diantara 2 sungai yaitu Sungai Musi dan Sungai Ogan.Bahkan mesjid ini dijuluki mesjid di atas Sungai.
Senin, 27 Oktober 2025
JEJAK KAKI DI MESJID KYAI MUARA OGAN PALEMBANG
Sabtu, 13 Mei 2023
KESERUAN JALUR LINTAS TIMUR MENUJU LB LINGGAU ETAPE II -FINISH
ETAPE II: Menikmati sahur Jam 4 pagi di "Seruit Resto Hotel BBC" yang cukup enak dan lengkap karena habis subuh kita berniat untuk melanjutkan perjalanan Etape ke II.Sambil order Air panas untuk buat Kopi Panas dalam perjalanan nanti di Etape II.
Kembali untuk isi BBM Pertamax Turbo sekitar Rp 850.000.Kami memutuskan untuk kembali menginap di Hotel langganan Hotel Dafam Lb Linggau Jam 16.30 kami sudah check in dan istirahat di Hotel.Hanif booking Hotel 2 Room 906 dan R 909.
ETAPE III:
Etape ke 3: Lb Linggau- Sarilamak-Harau dengan jarak 600 km dengan jarak tempuh sekitar 7 jam.
Route perjalanan kami :Lb Linggau- Musi Rawas-Muara Rupit-Sarolangun-Bangko-Muaro Bungo-Pulau Punjung-Muaro Sijunjung-Taluak -Lintau Buo-Alang Lawas Halaban-Payokmumbuh-Sarilamak Setelah sholat subuh kita mulai mengambil route Etape terakhir dengan pilihan menuju Muaro Bungo dan Sijunjung .
Karena tujuan akhir kami menuju Harau ke rumah Nenek Hanif tidak lansung ke Kota Padang karena rute ini lebih cepat 2-3 jam dibandingkan kami melewati Silungkang -Lb Selasih -Kota Padang.Sayang perjalanan saat di Lintau menuju Halaban jalanan sangat buruk banyak truk truk pengangkut batu batu melintas dan jalanan sangat banyak lobang.Entah kenapa daerah ini sangat jelek Infra strukturnya padahal daerah diluar Sumbar sangat mulus dan bagus .Catatan untuk PU sekitar Lintau-Halaban (Labuah Gunuang) butuh penanganan lebih serius.
.png)