Halaman

Jumat, 27 Desember 2013

MEMBAHAGIAKAN ISTRI

BAGAIMANA MEMBAHAGIAKAN ISTRI
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Berikut adalah resensi buku bagus. Untuk isi lengkapnya baca saja buku ini (Higly recomended/sangat dianjurkan). Semoga bermanfaat. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Judul Asli : Kaifa Tus’id Zaujatak?
Penulis : Muhammad Abdul Halim Hamid
Penerbit : Universitas Islam Imam Muhammad Bin Su’ud Saudi Arabia
Judul Terjemahan : Bagaimana Membahagiakan Istri
Penerbit : Era Intermedia, Solo

Suami yg shalih adalah suami yang berpegang teguh kepada syariat agama dalam segenap urusan kehidupan. Ia tunaikan kewajiban-kewajibannya, baik kewajiban yg berhubungan dengan Tuhannya, keluarganya, maupun orang-orang yg menjadi tanggungannya dengan ketulusan hati dan penuh tanggung jawab. Selain itu, dalam urusan rumah tangga, ia tidak menuntut haknya lebih banyak dari yg semestinya. bahkan lebih dari itu, ia pun lapang dada bila hak yg semestinya ia dapatkan ternyata berkurang dari yg semestinya. Ia pantang menyia-nyiakan kewajiban, bahkan ia tunaikan kewajiban itu terlebih dahulu sebelum menuntut haknya. Demikian pula halnya dengan wanita sholeha.
Salah satu perilaku suami yg shalih adalah mempergauli istrinya dengan baik.
“Orang mukmin yg paling sempurna imannya adalah yg paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yg paling baik terhadap istrinya.” (HR.Tirmidzi, Abu Daud, Hasan Shahih).
Rasulullah bersabda: “Orang yang paling baik diantara kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya,dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluarganku.”(HR.Tirmidzi, dishahihkan oleh Al Albani).
“Tidaklah memuliakan perempuan kecuali orang yg mulia, dan tidaklah menghinakan perempuan kecuali orang yg hina. (HR.Ibnu Asakir)
Pertemuan Yang Menyenangkan
Setelah pulang dari bekerja, sekolah, bepergian atau kegiatan apapun yang membuat Anda berpisah dengan istri :
· Awali dengan salam dan wajah yang berseri, salam adalah Sunnah dan sebuah do’a baginya (istri) sebagai kebaikan.
· Jabat tangannya dan tunda berita yang tidak menyenanangkan untuk dibicarakan nanti.
Pembicaraan Dan Ajakan Yang Menyenangkan
· Memanggil dengan panggilan kesukaan- Pilihlah kata-kata yang positif (baik) dan hindari yang negatif.
· Berikan perhatianmu pada apa yang dibicarakannya denganmu. Ini dapat menumbuhkan perasaan bahwa kita memperhatikan.
· Bicaralah dengan jelas dan ulangi perkataanmu jika memang diperlukan hingga ia mengerti.
· Panggillah istri (istri) dengan nama-nama yg disukainya, seperti : pujaan hatiku, sayang, shaliha dsb.
Persahabatan Dan Rekreasi
· Meluangkan waktu untuk berbincang-bincang/ bercengkrama.
· Menyebarkan kabar gembira kepadanya.
· Mengenang kembali kenangan bersama yang indah .
Permainan Dan Senda Gurau
· Sering bercanda dan memiliki selera humor. Misalnya : senda gurau di perjalanan, di rumah, mesra di meja makan, canda ketika mandi dsb.
· Bermain dan berlomba satu sama lain melalui olahraga ringan atau apapun.

Mengajaknya untuk melihat hiburan yang diperbolehkan syariat.
· Hindari melihat jenis hiburan yang diharamkan syariat.

Membantu Pekerjaan Rumah Tangga
Dari Al-Aswad, ia berkata, “Saya bertanya kepada Aisyah, ‘Apa yg Rasulullah lakukan untuk keluarganya?’ Ia berkata :” Beliau selalu membantu urursan rumah tangga dan apabila datang waktu sholat, beliau bergegas menunaikannya.’ “ (HR.Bukhari)
· Melakukan hal yang dapat dilakukan olehmu sendiri, terlebih lagi ketika ia sakit atau lelah.
· Yang terpenting, bahwa hal ini menunjukkan secara nyata bahwa engkau menghargai jerih payahnya.
Musyawarah
· Khususnya di dalam permasalahan rumahtangga, seperti pendidikan anak, pembelian perabot rumah tangga dsb.
· Tunjukkan perhatian bahwa pendapatnya adalah penting bagimu (meskipun barangkali engkau tidak terlalu memerlukan pendapatnya).
· Perhatikan pendapatnya dengan seksama.
· Berinisiatif untuk merubah pandangannya, jika dirasa perlu.
· Berterima kasih atas bantuan pendapatnya.
Berkunjung Satu Sama Lain (Bersilaturrahim)
· Memilih orang-orang yang diutamakan untuk dikunjungi untuk membangun hubungan dengan mereka. Ada pahala yang besar ketika mengunjungi kerabat dan orang-orang shalih. (Tidak hanya menghabiskan waktu secara sia-sia).
· Memperhatikan adab-adab (etika) Islami selama kunjungan (Adab bertamu, berbicara dsb).
· Tidak memaksa istri untuk mengunjungi orang-orang yang membuatnya tidak nyaman (tidak disukainya).
Etika Bepergian
· Berilah salam perpisahan yang hangat dan wasiat yang baik
· Memintanya untuk mendo’akanmu.
· Mintalah kerabat dan teman-teman (akhwat) yang shalih untuk menjaga keluargamu ketika engkau tidak ada.
· Meninggalkan nafkah yg cukup untuk memenuhi kebutuhannya.
· Usahakan untuk tetap berhubungan dengannya baik lewat telefon, e-mail, surat-surat dsb.
· Cepat kembali sesegera mungkin.
· Bawakan oleh-oleh/hadiah, meski hanya setangkai bunga, sebatang coklat, makanan kesukaannya atau sepasang sepatu cantik, hal-hal kecil ini dapat semakin menyuburkan cintanya padamu.
· Hindari pulang tanpa memberi tahu terlebih dahulu.
· Jika memungkinkan, ajaklah isteri besertamu.
· Bersegera kembali ke rumah, jika urusan telah selesai. Nabi pernah berpesan kepada para suami sebagamana yang diriwayatkan oleh Aisyah,” Jika kalian telah selesai urusan di luar rumah, maka cepatlah kembali ke istrimu. Karena itu akan sangat besar pahalanya.” (HR. Hakim)
Nafkah
· Suami hendaknya dermawan dalam menafkahi istrinya. Dia tidak boleh kikir (tidak pula boros).
· Engkau mendapatkan pahala untuk semua pengeluaran pada kebutuhan meski hanya sekerat roti yang ia berikan kepada istrinya melalui tangannya. (Hadis)
· Sangat dianjurkan untuk berinisiatif memenuhi kebutuhan istri sebelum istir memintanya kepada Anda.
Aroma Yang Wangi Dan Berdandan
· Mengikuti sunnah-sunnah fitrah seperti mencukur bulu ketiak.
· Selalu berpenampilan bersih dan rapi.
· Harumilah tubuhmu untuk menyenangkannya.
Berhubungan Intim
Mengobati Hati
· Dusta demi kebahagiaan
· Persembahkan hadiah
Menjaga Rahasia
Hindari menumbar rahasia pribadi seperti rahasia ranjang, masalah pribadi istri, kekurangan istri maupun hal-hal pribadi lainnya.
Bekerjasama Dalam Taat Kepada Allah.
· Membangunkannya untuk shalat lail.
· Mengajari istri tentang Al-Qur’an, tafsir mdan hal-hal yang berkaitan dengan agama yg lainnya sesuai kemmampuan anda, pergi kajian bareng atau membelikannya buku-buku agama.
· Mengajarinya zikir pagi dan petang.
· Menganjurkannya untuk membelanjakan uang di jalan Allah, seperti infaq, bersedekah dsb.
· Membawanya untuk pergi haji dan umroh jika mampu.
Memuliakan Keluarga Dan Kerabat Istri
· Membawanya untuk mengunjungi keluarga dan kerabat istri, khususnya kepada orang tuanya.
· Mengundang mereka untuk mengunjungi istri Anda dan menyambut mereka.
· Memberi hadiah kepada mereka pada saat-saat tertentu.
· Menolong mereka ketika mereka membutuhkan, dengan uang, tenaga, dsb.
· Menjaga hubungan baik dengann keluarga dan kerabat istri meski si istri telah meninggal duluan. Dalam hal ini, sang suami dianjurkan untuk mengikuti Sunnah dan tetap memberikan sesuatu yang bisa diberikan oleh sang istri kepada mereka semasa hidupnya.
Nasehat Dan Pengajaran· Wasiat Al-Qur’an
· Petunjuk rasulullah
· Para sahabat mengajari istri-istrinya
· Wanita shalihah mencintai ilmu
· Hal ini diantaranya : Mengajarinya tentang dasar-dasar keislaman, khususnya tentang Aqidah, Hak-hak dan kewajiban-kewajiban sebagai istri, ibu dsb, Hukum-hukum Islam yang berhubungan dengan masalah wanita, Menganjurkannya untuk mendatangi kajian, Membelikan buku-buku dan kaset-kaset Islami untuk perpustakaan di rumah dll.
Cemburu Yang Terpuji· Sanjungan atas rasa cemburu
· Batas-batas cemburu yang terpuji
· Pastikan ia memakai jilbab sesuai syariat sebelum keluar rumah.
· Membatasi ikhtilat dengan non mahram.
· Hindari cemburu yang berlebihan semisal mencegahnya untuk kleuar rumah pada perkara yang mubah, melarangnya menjawab telefon dsb.
Kesabaran Dan Kelemah-Lembutan
· Perselisihan adalah hal yang wajar di dalam pernikahan. Yang salah adalah respon yang berlebihan dan membesar-besarkan masalah yang dapat meretakkan hubungan rumah tangga.
· Jangan marah karena faktor pribadi, marah diperbolehkan bagi hal-hal yang berhubungan dengan pelanggaran terhadap hak Allah, seperti melalaikan shalat, ngerumpi dsb.
· Memaafkan istri. Mengingat segala kebaikan istri kapanpun ia berbuat kesalahan, hal ini juga terdapat pada kisah Khalifah Umar ketika istrinya marah-marah, beliau tetap sabar dan mengingat kebaikan-kebaikan istrinya yang lebih banyak dari kekurangan istinya, beliau berkata kepada seseorang yang heran melihat kesabaran Umar terhadap sikap istrinya, ia mengatakan bahwa (intinya) istrinyalah yg selama ini telah mengurus dirinya, mencucikan pakaiannya, mengurusi pekerjaan rumahtangganya sehingga kemarahan istrinya dianggap hal yang kecil saja (tidak perlu diperhitungkan).
· Menjaga rasa cemburu istri
· Memahami kesalahan karena musibah
· Menjaga perasaan labil ketika haid
· Memahami kekeliruan akibat kebodohan
· Bagaimana memberi sanksi kepada istri
· Bagaimana memisahkan istri
· Bagaimana engkau memukul
· Hindarilah mengumpat, menghina atau menggunakan kata-kata yg dapat menyakiti hatinya. Hindari menasihati/mencelanya di depan keluarga, di depan anak-anaknya apalagi de muka umum.
Personal Preview (Pandangan Pribadi)
Sebelum menemukan buku ini, ana sudah terlebih dahulu telah menemukan ringkasannya yg berbahasa Inggris dgn judul ‘How To Make Your wife Happy’ dengan penulis yang sama dalam bahasa Inggris pada situs www.islaam.net beserta Tips 'How To Be A Successful Muslim Wife'. Ana yakin sudah ada pula buku edisi terjemahannya namun ana belum mendapatkannya.
Suami-istri diibaratkan seperti pakaian, saling melengkapi, saling menutupi kekurangan dan saling memperindah.
Berbicara tentang istri, berarti berbicara tentang wanita, yang diibaratkan seperti kaca, indah dipandang namun mudah pecah. Untuk itu dibutuhkan kelembutan untuk memelihara dan menjaganya. Umumnya wanita sangat peka perasaanya, mudah sekali menangis, kurang akal dan agamanya bahkan disifati sebagai tulang rusuk yang bengkok, yg apabila dibiarkan akan bertambah bengkok, namun jika diluruskan dengan keras akan mematahkannya, kemarahan maupun raut muka Anda yg berubah karena marah saja sudah membuatnya tersiksa.
Jika para calon suami dan istri dibekali pengetahuan kerumahtanggaan sesuai dengan Islam yang shahih dan menerapkannya, ana yakin yg namanya UU Anti Kekerasan Rumah Tangga maupun slogan-slogan emansipasi wanita itu tidak diperlukan. Mu’awiyah bin Haidah Al-Qusyairi pernah menceritakan:”Aku pernah bertanya,”Wahai Rasulullah, sebenarnya apa hakseorang istri atas diri suaminya?”. Beliau menjawab, “Seorang istri harus mendapatkan makan sebagaimana yan gkalian makan, mendapatkan pakaian sebagaimana yang kalian pakai. Jangan seklai-kali memukul wajahnya, jangan menjelek-jelekkannya, serta jangan memisahkan dirinya dengan kalian kecuali hanya di dalam rumah saja.”
Sepertinya buku ini perlu direkomendasikan ke Depag, agar pihak Depag menganjurkan kepada para penghulu untuk mempelajari isi buku ini dan menyampainya pada khutbah nikah (Mohon ditindaklanjuti).
NB: Kisah antara Khalifah Umar dengan istrinya yang marah adalah tambahan dari ana karena masih berhubungan dengan materi di atas. dan kisahnya InsyaAlalh shahih karena pernah baca di buku bermanhaj salafy juga.
Posted by: "MARYAM JAMILA"



Tidak ada komentar:

Posting Komentar