Halaman

Minggu, 27 Agustus 2017

SUASANA MISTIS DI KOTA ARANG BATU ZAMAN PENJAJAHAN BELANDA.SAWAHLUNTO .EDISI 2

Kami memasuki Kota Sawahlunto yang berada hampir 95 km dari Kota Padang.Hari makin sore harusnya sore ini kami City Tour Kota Sawahlunto,Gudang Ransum,Lubang Mbah Soero dan Musium Kereta Api.

Awalnya saat membaca destinasi yang ditawarkan Pelangi Holiday kami hari 1 mengunjungi Kota Sawahlunto dan malah bermalam di Kota kecil  ini di salah satu Hotel yang berada ditengah Kota Sawahlunto Parai City Garden Hotel.Saya berpikir agak panjang apa teman teman nyaman melancong ke kota kecil ini secara destinasi SUMBAR masih jauh dibanding destinasi hot di Bukittinggi dan Payakumbuh.Apa yang mau dilihat di Kota kecil ini…pikir saya sambil menimbang nimbang nyaman atau gak sich dibawa ke sini…

Kota Lama Tambang Batubara Sawahlunto.

http:/whc.unesco.org/en/tentativelists/6057

Sawahlunto berada di daerah bagaikan “Kuali” dikelilingi oleh perbukitan sehingga seperti ceruk bumi layaknya.Sawahlunto mulai berbenah saat ini di bidang Pariwisata.Banyak tempat sejarah dan bangunan bangunan sejarah.

Sawahlunto mulai bertransformasi menjadi kota pertambangan pada abad ke 19 yang ikut dipengaruhi perkembangan revolusi industry dunia.Wilayah Sawahlunto memiliki peran yang penting yaitu sebagai konstribusi utama bagi perkembangan ekonomi dan social di sumatera Tengah dan bahkan dunia.Pemerintah Hindia Belanda membangun sistim perhubungan (Industri pertambangan Batu Baraa,kereta api dan pelabuhan) untuk mendukung pendistribusain infrastruktur transportasi industri.Kemajuan perkembangan ini merupakan bukti nyata akan keberagaman budaya dan tradisi Minang,Jawa,Bugis,Madura ,Batak dan suku Cina.Interaksi budaya antara barat dan timur telah merubah daerah kecil ini menjadi pertambangan yang dinamis dan berkembang.

Demikian tulisan Unesco yang terpampang disalah satu papan iklan Pariwisata di Parai City Garden Hotel.

Th 1800-an Kota Sawahlunto mulai dimasuki Belanda berkat penemuan seorang Insinyur pertambangan Belanda Mr Willem Hendrik de Greve pada th 1868 menemukan banyak kandungan Batubara disekitar Sungai Ombilin. De Greve ternyata terseret arus sungai Ombilin setelah menemukan potensi luar biasa di Sawahlunto ini.Penggalian dilanjutkan oleh Pasukan berantai (orang yang dirantai kakinya)dari  berbagai daerah.Sehingga sejarah mencatat th 1892 sekitar 40.000 ton Batu bara (Arang hitam) ditemukan di sekiatr Sungai Durian.Kemudian penelitian dilanjutkan akhirnya membuahkan data yang mencapai 200 juta ton di perut bumi Kota Sawahlunto.Akhirnya Belanda membangun infrastruktur di Sawahlunto pada tanggal 1 Desember 1888 yang merupakan Hari Lahir Kota Sawahlunto.

Demikian sejarah Sawahlunto mencatat awal Kota ini dulunya ditemukan Belanda dan mempunyai potensi Tambang yang sangat luar biasa dan kaya potensi alamnya.

 Kami memutuskan untuk masuk ke Museum Gudang Ransum dulu..Hari makin senja saat Bus pariwisata kami berhenti di depan Gudang Ransum.Terlihat pelajar pelajar SMA sedang latihan gladi resik untuk Upacara Hari Kemerdekaan besik 17 Agustus 2017.

MUSEUM GOEDANG RANSOEM SAWAHLUNTO

Jl Dipenogoro Sawalunto no Telp: 0754-61985

Dapur Umum atau Roemah Ransoem ,populer dengan sebutan Goedang Ransoem dibangun th 1918 dengan material :Lantai screed,dinding bata,atap seng plat,komponen bukaan rollage ,sedangkan struktur atap (upper structure)rangka batang(trussed) dan struktur dinding (super structure)dinding pemikul pasangan 1 1/5 bata.Ketebalan dinding 32 cm lantai ruang masak 20 cm.Dapur umum ini merupakan bukti kemajuan teknologi memasak skala besar di Sawahlunto di awal abad 20.Bangunan lainnya merupakan satu kesatuan dengan dapur umum adalah: Gudang Bahan mentah,Gudang beras dan padi,steam generator,menara cerobong udara /asap,pabrik es batangan,klinik,heuler,rumah kepala ransum,pos penjaga,rumah potong dan hunian kepala rumah potong hewan.(Sejarah Gudang Ransoem)

Kami diantar menuju Ruang dokumentasi yang memutar video sejarah zaman Belanda gudang Ransoem ini digunakan sebagai Dapur Umum yang digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat tidak dengan pembagian makanan untuk Orang Hukuman (orang rantai),karyawan tanpa yang belum berkeluarga,karyawan berkeluarga,Buruh tambah bujangan bahkan untuk pekerja dan pasien Rumah sakit Ombilin.Bisa dibayangkan aktifitas besar yang dilakukan zaman dulu di gedung ini.Saat temanteman menonton video dokumentasi zaman Belanda.Walau secara fisik mereka cape dan kurang tidur terlihat banyak teman” yang tertidur di ruang dokumentasi..kecapean bangun pagi ngejar pesawat perdana.

Saya mencari Toilet yang berada di dalam gedung.Salah satu staf Gudang Ransoem menunjukan toilet yang berada persis di belakang gedung ini.Awal saya memasuki ruang per ruang gudang Ransoem ini terasa suasana angker dan dingin terasa kental.Bahkan saat saya masuk Toilet yang besar bergaya Belanda warna putih dan sudah lusuh terasa lintasan suasana zaman tempo doeloe dsini.Cepat cepat saya keluar dari toilet dengan sedikit bergidik bulu roma..ihhh..Suasana mistis dan bau kolonial Belanda terasa begitu kental apalagi kami berada disini saat Museum hampir tutup sudah senja dan hanya ada tamu dari rombongan kami saja…
Kami dibawa berkeliling ruang per ruang.Terlihat peralatan dapur yang serba raksasa.Wajan,penggorengan, Tunggu pembakaran dan cerobong asap  , sendok penggorengan dan peralatan makan  bahkan alat tumbuk padi juga terlihat disini.Sementara gedung lainnya ada Rumah Jagal,Gudang es,dan Rumah Sakit.

Gudang Ransoem kemudian dijadikan Museum Goedang Ransoem oleh Pemerintah Kota Sawahlunto yang diresmikan oleh Wakil Presiden RI saat itu  M. Yusuf Kalla tgl 17 Desember 2005.

Saat mereka masih keliling saya sempat cari informasi untuk bisa masuk ke Lubang Mbah Soero sore ini.Akhirnya salah satu staffnya menyatakan bisa kontak penjaga Lubang Mbah Soero agar kami diperbolehkan masuk sore ini.Setelah diskusi dengan Malin akhirnya perjalanan kami dilanjutkan ke Lubang Mbah Soero yang tidak begitu jauh dari Gedung Ransoem.

LUBANG MBAH SOERO

Berkat pendekatan secara sesama orang kampuang akhirnya kami bisa memasuki salah satu wisata sejarah “Lubang Mbah Soero” wisata terorongan dan sisa terowongan tambang .Kenapa dinamakan Lubang Mbah Soero ternyata salah satu Mandornya bernama Soerono yang sangat terkenal kesaktiannya dan ilmu kebatinan..katanya sich..

Kami ditemani seorang penjaga lubang Mbah Soero walaupun terlihat beberapa alat alat safety seperti Helmet dan Kaca mata Safety tetapi kami tidak ditawari peralatan safety itu untuk masuk.wah kalau yayang Tian (uni ites) tau nich bisa kita kena sanksi SP1 nich gak mengikuti prosedur keselamatan diri…walah..beib beib..
Awal masuk kami ditemani dengan sebuah senter menyusuri tangga tangga penurunan panjang dan basah sekitar 16 meter dari permukaan atas tanah. karena tetesan air yang merembes di dinding tambang dan malah ada yang menetes dari atap atas tambang.Pada awal perjalanan kami terlihat Hera mulai mengeluarkan banyolan banyolan kecil ,saya tidak ada perasaan apa apa saat Hera berciloteh yang gak penting.sambil saya bilang”keep silent “Hera.Karena saya tahu persis isi terowongan ini penuh dengan misterius pembantaian orang orang rantai (Para tahanan dari Jawa,Sulawesi bahkan Bali yang kakinya dirantai) dan banyak kerangka manusia ditemukan diawal lubang mulai dibuka kembali untuk umum April 2008.

Beberapa lokasi penjaga yang menemani kami berkisah itu tidak boleh dimasuki karena masih angker dan banyak”Penghuni halus”nya..Badan makin terasa bergidik cepat cepat kami meneruskan perjalanan menuju arah keluar terowongan tambang.Terasa aneh dari celotehan Hera tadi ternyata sesampai diluar barulah kami semua tahu Hera mempunyai Indera Keenam atau Indigo kalau dia bisa melihat beberapa mahluk “ halus berada disekitar kita jalan tadi..Alhamdulillah ada beberapa teman yang doa dan mengucapkan salam:Assalamualaikum sehingga kami semua tidak ada ditempel oleh mereka.Hushh Hera cerita panjang lebar rupa dan wajah wajah mereka dengan muka kita takut dan makin ciuuut…Untung aja gak ada yang kerasukan secara hari mulai Magrib…idiiih bergidikkk….sereeem

Lubang Mbah Soero terletak dijantung Kota Sawahlunto tidak begitu jauh dari Gedung Ransoem tadi.Karena kami ditemani penjaga Lubang Mbah Soero akhirnya kita mengumpulkan tips buat dia karena kita masuk sudah lewat jam operasionalnya.

Sambil ribut di dalam Bus masih cerita cerita gaib dan serem akhirnya kami memutuskan untuk mencari makan malam sebelum kami harus check in Hotel.

Sebenarnya di Sawahlunto tidak ada Kuliner yang diandalkan .jadi kita harus keluar dulu dari kota Sawahlunto untuk kembali ke Muaro Kalaban Silungkang mencari Santapan Soto Muaro Kalaban.Soto PAMI.

Saat menyantap Soto Paru,Soto Daging,Mie Rebus dan Mie Goreng didinginnya udara Silungkang .Kami masih saja membahas cerita mistik dan betapa Hera antusiasnya menceritakan apa yang dia lihat yang secara kasat mata kami tidak dapat melihat...sereeem bukk..

Sawahlunto terkenal dengan begitu banyak cerita cerita mistik penambang Batu bara di zaman Belanda.Bahkan saat kita tidur bisa saja berpindah tempat ke ruang lain…kata beberapa orang sich…percaya atau gak sich..

Perut sudah kenyang dan badan makin cape saatnya kami kembali ke Sawahlunto untuk Check in di Hotel Parai City garden yang berada di tengah kota .


Kami check in dengan 7 Room.Awalnya saya sama uni Ites sudah janjian mau 1 kamar karena sudah lama gak curcol nich.ehh tiba tiba Susi minta bareng sekamar uni ites berdua..efek cerita Hera nich jadi ketakutan gitu..Dengan polosnya bilang uni Meci bareng Bu Lucy aja ya..dengan muka memelas..Wah kebenaran nich sekamar dengan Mak satu yang super heboh ini malah seru.Taunya kamar Uni ites berada di lantai 2 mereka malah makin takut lagi dikira Cuma mereka berdua saja padahal Wizni sudah duluan naik ke lantai 2..olala..dasar penakut..
Malam kita habiskan beberes mandi ,sholat dan ngobrol .Dikira lansung tidur taunya malah seru cerita heboh berdua dengan Mbak Lucy dengan cerita waktu ngantor dan curhat awalnya saya mulai merintis bisnis Kado dan Toys..Bermula dengan Hobi,minat dan passion..jiaaahh..Malam makin larut saatnya harus tidur dikira masih dengerin cerita taunya disebelah sudah mulai “ngorok” upppstt…kecapean berarti ..
Subuh sudah segar lagi sesudah sholat dan mandi saatnya kita sarapan pagi di Parai Garden city dan menikmati suasana pagi di sekitar Hotel dengan Panorama bertuliskan “SawahLunto”.Masih bisa city Tour dan melewati Museum kereta api tapi kita sudah gak mampir lagi sudah cukup mewakili destinasi kemaren.

Perjalanan hari ini kami harus check out dari Parai sekiatar Jam 8.30an Pagi untuk selanjutnya menuju Batusangkar.
Destinasi Hari ke-2 dengan DC Kostum Merah menyala karena persis 17 Agustus 2017 saat “Dirgahayu Republik Indonesia”..Makin jaya dan makin merdeka secara utuh….
SAWAHLUNTO-BATUSANGKAR –ISTANO PAGARUYUNG-DANAU SINGKARAK-NAGARI PARIANGAN –TENUNAN PANDAI SIKEK-KOTA BUKITTINGGI..NGINAP GRAND MALINDO HOTEL














carito basambuang
http://meciko.blogspot.co.id/2017/08/gadih-nan-rancak-zaman-baheula-dalam.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar