Halaman

Jumat, 28 Desember 2018

MELESTARIKAN BAJU KURUNG BASIBA KHAS PADUSI MINANGKABAU..EDISI IKASMANTRI85

16-17 Feb2018
Setiap tahun kami mengadakan Milad Rumah Anak Sholeh (RAS) V  Pasir Jambak yang kebetulan waktunya jatuh di medio Feb setiap tahun.Th 2018 ini kami mengadakan tidak saja milad RAS Ps Jambak tetapi juga sekalian Reuni Ikasmantri85.Milad RAS Ps Jambak dipusatkan di Rumah Blasta Hidroponik Nte Reni Seswita di Ulak Karang.Nte Reni dan Suami telah berhasil membuat Kebun Hidroponik  Green Farm Blasta dan menjadi Usaha Pertanian Sayur sehat Tanpa Pestisida  yang sedang digalakkan di Kota Padang.
Sementara acara Reunian Ikasmantri85 'BASAMO MANGKO KA SERO" di Milan Water Park Padang Panjang  diadakan saat acara Milad RAS di Blasta Green Farm kemudian dilanjutkan Tour de Minangkabau  15-16 Feb 18 menuju Batusangkar makan siang di DAPUR AMAK BATUSANGKAR- Menuju Istano Pagaruyung Batusangkar-Mampir di Nagari Tuo Parahiyangan Desa terindah Di Dunia- Milan Water Park  Cottage- Malam Puncak Reunian Ikasmantri85-Lawang Park-Pondok Lasuang kembali ke Kota Padang.Minggu kita kembali berkumpul di Kota Padang karena hari ini pesta perhelatan Putri Nte Deni yang diadakan di Kota Padang.Sehingga kami pulkam 3 acara sekaligus bisa diikuti.Bahkan saya bisa mengikuti 4 acara sekaligus ditambah dengan Deklarasi Kampanye Damai Kakanda Desri untuk Kota Padang.
Nach untuk acara Reuni Ikasmantri 85 kali ini amak amak 85 punya ide untuk menggunakan "Baju Basiba" Baju kurung khas Minangkabau yang zaman dulu dipakai oleh padusi Minang.
Baju Basiba merupakan khas baju kurung wanita Minang.Baju Kurung Basiba ini mempunyai ciri khas yang berbeda dengan baju kurung biasa karena mempunyai al:
1.Baju Kurung longgar dan tidak memperlihatkan lekuk tubuh pemakainya.
2.Longgar dengan tambahan siba atau kikiek di sisi kiri dan kanan baju.
3.Ketiaknya longgar karena ada kikieknya
4.Panjang bajunya dibawah lutut orang dewasa
5.Lenggannya longgar dan lurus berbentuk pipa
6.Tidak ada belahan dikiri dan kanan baju.
Zaman dahulu Bundo Kanduang Minang memakai Baju Kuruang Basiba ini dalam kehidupan sehari hari baik di rumah atau bepergian ke pasar, ka surau atau ke baralek nagari.
Komunitas Baju Basiba 
Bundo Titi
Di Kota Padang khususnya atau SUMBAR umumnya saat ini ada sebuah Komunitas yang lagi hits karena mereka melestarikan Pakaian Baju Kuruang Basiba yang dipelopori oleh Bundo Rama Yati (Bundo Titi) yaitu "Komunitas Baju Basiba".Kami khususnya saya sangat terpesona dengan komunitas ini yang melestarikan pakaian padusi Minang khususnya Baju Kuruang Basiba.Mohon ijin Bundo Titi di coretan ini saya memakai koleksi foto foto rancak para amak amak Minang Komunitas Basiba .
Kebetulan Bundo Titi ini senior dari Nte Yen (Fristina Yeni),Nte Witri ENS,Nte Syafera Emi  di Alumni Hukum Unand.Setelah kita sepakat mau menggunakan Dress Code Baju Kurung Basiba dan saya memang sangat penasaran dengan baju Kurung Basiba ini karena sebagai wanita perantau belum pernah memiliki Baju Kurung Basiba.Biasanya hanya punya baju kurung biasa saja dengan jahitan standar dan bukan seperti ciri ciri Basiba.
Pernah waktu perhelatan Ponakan doi di Harau saya diharuskan memakai Baju Kurung Basiba padahal tidak punya sebagai"mintuo" istri dari mamak.Informasi wajib punya tidak disampaikan keluarga suami.Akhirnya dengan kebaikan hati kakak Ipar Kak Epi saya dipinjamkan Baju Kurung Basiba.Saat itulah saya baru pertama pakai Baju Kurung Basiba dengan Tingkuluak dari kain panjang atau  Mukena Putih ala Pikumbuah.
Tingkuluak yaitu kain yang menutupi kepala padusi Minang  untuk menjadi penutup kepala dan hiasan kepala yang terbuat dari selendang kain tenun,kain panjang,kain bugia bahkan talakuang atau mukena.
Pakaian khas ini di Pikumbuah terkenal dari Nagari Koto Nan Gadang tetapi sudah sering dipakai kenagarian yang lain di wilayah 50 Kota Payakumbuh.Menjadi tradisi bila suatu perhelatan padusi Minang menggunakan baju kurung basiba dengan tingkuluak yang berasal dari salah satu kain yang saya sebutkan diatas.
Saat pesta Gito kemaren saya dan Fitri yang ke-2nya merupakan Mintuo {istri Mamak} wajib menggunakan pakaian adat khas minang tsb.Bahkan saat iring iringan penganten  d iarak di jalanan kampung mintuo harus membawa carano di kepalanya .Dalam istilah minang.Anak Daro -Marapulai badampeng.
Kita kembali dengan ide amai Ikasmantri85 menggunakan Baju Kurung Basiba di malam puncak Reuni nanti.Nte Yen dan Nte Deni dengan tangan terbuka membantu teman teman yang tertarik beli koleksi Baju Basiba Rumah  Baju  Bundo Titi Ramayati .Akhir Jan18 mereka(nte Yen dan Nte Deni)  sudah membantu memilihkan warna dan ukuran buat saya dan teman teman yang order.Walau secara harga koleksi Bundo Titi ini termasuk diatas harga standar tetapi secara bahan dan warnanya yang  cerah membuat saya memantapkan untuk membeli salah satu koleksi beliau.Saya memilih warna Biru Muda cerah.Beberapa teman teman memang sudah banyak yang punya koleksi baju kurung tetapi tidak Basiba .Kami tidak harus mensyaratkan kita semua pakai baju urung Basiba.Bila punya dan ada silahkan dipakai.


Sementara untuk Tinglukuak yang menjadi penghias kepala sekaligus menutup kepala para amai kita bisa gunakan selendang songket,kain selendang batik,Kain bugih atau mukena putih seperti yang saya sudah ulas diatas.Ternyata membuat tingkuluak menjadi tegak dan kokoh berdiri tinggi diatas kepala memang butuh trik dan keahlian khusus.Tidak sembarang orang mampu membuat tingkuluak menjadi rapi dan kokoh.Kita bisa menggunakan bahan koran sebagai dasar untuk membentuk tingkuluak dengan beberapa bantuan jarum.Butuh kesabaraan akhirnya kami yang benar benar masih pemula bisa menggunakan tingkuluak dengan model yang masih sederhana .berbeda saat para amai Komunitas Basiba SUMBAR tampil mewah dan elegan dengan balutan basiba,kain songket Pandai Sikek dan Tingkuluak yang cetar membahana..hihi style Syahrini nich..

Sedangkan untuk kain sarung atau songket atau kain batik saya memang salah satu penggemar berat Kain Tenunan Pandai Sikek.Beberapa warna kebetulan sudah punya stock setiap saya main ke toko Langganan keluarga di Pandai Sikek dan pernah membeli koleksi mereka untuk pesta perkawinan keluarga Hamka30 tahun kemaren.Bahkan beberapa pelanggan Toko Chiko Kado di Harapan Indah juga order Songket Pandai Sikek ini yang butuh waktu menenunnya sampai 3-4 bulan.Pastilah dengan harga yang premium malah sesuai dengan pemakaian benang ada benang 1,benang 2 atau benang 4.Semakin sedikit jenis benang yang dipakai semakin mahal harga kainnya.

Seperti Komunitas Nte Denny Gustiawati ..Komunitas Rohana Kudus yang saat kesempatan resmi menggunakan Baju Basiba dengan Tingkuluak yang cetar.
Kami memang belum sempurna seperti 2 Komunitas keren di Kota Padang ini yang sudah lebih duluan melestarikan pakaian khas Padusi Minang.Tetapi paling tidak amai amai perantau yang memang punyai darah Minang sudah ikut melestarikan pakaian khas Miangkabau.Selendang Koto Gadang,Kain Songket Pandai Sikek dan koleksi Baju Basiba .Penampilan kami makin cantik setelah kami mendapat souvenir kalung khas Aceh yang dibawa BuHawit dari Aceh.Tks Bu Ici kalungnya keren.

Bahkan dengan bangganya kami bisa meniru penampilan uni uni rancak Komunitas Basiba Kota Padang dengan tampilan Selendang Koto Gadang,Kain Songket Pandai Sikek dan koleksi Baju Basiba Bundo Titi.Menjadi follower untuk sesuatu yang positif dalam melestarikan adat dan budaya Minangkabau sangat membanggakan dan bikin kagum.Mohon ijin menggunakan foto foto IG Bundo Titi yaa...
Akhirnya dengan modal 1 baju dari Bundo Titi saya dapat bahan beberapa kain Songket dari Bukik yang kemudian dijahit untuk menjadi Baju Kurung Basiba.
Komunitas Baju Basiba ini sudah  diresmikan saat Festival Siti Nurbaya 15April 2017  menjadi Komunitas Baju Basiba SUMBAR.Diacara Festival Siti Nurbaya kemaren itulah REKOR MURI tercipta dalam 1000 Basiba menjadi saksi sejarah pakaian  padusi Minang memecahkan rekor MURI  .Salut buat Bundo Titi..

Walau kami Ikasmantri85 yang merupakan Alumni SMA3 angkatan 85  tinggal di perantauan seluruh Indonesia  (Aceh,Riau,Medan ,Bengkulu,Jambi Bandung,Jabodetabek,Surabaya )bahkan di Belanda dan Italy lho  adat dan budaya Minang tidak lepas dari kami yang memang 100% berdarah Minang.Bahkan saya bangga menggunakan Baju Kurung Basiba ke pesta pesta Hokian,pesta modern saat di Jakarta.Tampilan mewah dan tidak meninggalkan ciri khas wanita Minang menjadi sesuatu yang menarik saat kami tinggal di perantauan.
Alhamdullilah 



 Amai Meciko





11 komentar: