Halaman

Minggu, 22 Juli 2012

PERJALANAN SPIRITUAL DI KOTA MADINA AL MUNAWWAROH(VI)

Itinerary di Madinah


Rabu, 04/07/2012
Makkah-Madinah
Makkah -,brgkt ke Madinah
Kamis, 05/07/2012
Madinah
Madinah -Memperbanyak Ibadah,Puasa Nisfu Sya’ban
Jum’at, 06/07/2012
Madinah
Sholat Jumat, brgkt ke Jedah



HARI KE 2, Rabu, 04 JulyI 2012 : MADINAH.
·         Jamaah langsung menuju ke Hotel Elaf Taibah.
·         Tiba di Hotel jamaah diberikan Kunci Kamar hotel untuk istirahat dan sholat Jamak serta Makan Malam.
·         Setelah sholat Isya dan makan malam acara bebas. Jamaah istirahat tidur pk. 23.00.

HARI KE 2, Kamis, 05 July  2012 : MADINAH.
·         Setelah sholat subuh jamaah sarapan pagi di hotel.
·         Pk. 08.00 setelah istirahat sejenak sesudah sarapan pagi, jamaah bersama pembimbing/guide dilanjutkan dengan Ziarah Dalam yaitu menuju ke halaman depan masjid Nabawi. Setelah itu bisa ke Raudhah dan Makam Rasulullah SAW, Sahabat Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khatthab, serta pemakaman Sahabat Rasulullah saw dan keluarga beliau di Pemakaman Baqi'.
·         Jamaah sholat Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya di Masjid Nabawi.

·         Setelah sholat Isya dan makan malam acara bebas (belanja bagi yang mau). Jamaah istirahat tidur pk. 23.00.


HARI KE 3, Jumat, 26 JUNI 2012 : MADINAH.
·         Jamaah bangun pagi jam. 04.00 untuk sholat Tahajud dan  sholat Subuh berjamaah di Masjid Nabawi.
·         Setelah sarapan pagi pk. 07.00 jamaah mengikuti Ziarah City Tour Kota Madinah dengan mengunjungi : Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, dan Masjid Sab'ah (Khandaq), diakhiri dengan berbelanja oleh-oleh di Pasar
·         Korma/Kebun Korma.
·         Jam 11.00 siap” berangkat ke Masjid nabawi untuk Sholat Jumat dan makan siang sudah siap” Jam 2 di Bus untuk menuju Jeddah
·         Setelah sholat Isya dan makan malam  acara Bebas (Belanja bagi yang mau). Jamaah tidur istirahat pk. 23.00.

Kita berada di madina 3 hari 2 malam.waktu yang sangat pendek untuk beribadah di Masjid Rasullulah SAW ,Masjid Nabawi.
Berangkat Rabu setelah Thawaf Wada menuju Madinah.
Perjalanan menuju Madinah ditempuh sekitar  6 jam.Tak lupa mampir makan siang di rest area dengan Menu Nasi Arab pakai Piring lebar disuap  rame” ( 1 piring buat ber 4) dengan menu Ayam bakar dengan potongan yang cukup besar.…

Tetap saja disini pada nyariin P*p Mie…lidah emang gak bisa dibohongin…

Kami menginap di Hotel  Elaf Taiba  300 m persis di depan Masjid Nabawi depan pintu masuk wanita Usman bin Affan.Setelah mendapatkan kunci kamar dan sholat Jamak Takhir Zhuhur-Ashar.



http://www.dallahtaibah.com/
Featuring a cafe and restaurant, Elaf Taiba is just a short walk from the Haram al Shareef and right in front of the holy Prophet’s Mosque. It offers air-conditioned rooms with minibars.
All rooms of Elaf Taiba Hotel are equipped with satellite TV and a private bathroom. Some rooms have a picturesque view of the Masjid Al-Nabawi mosque.
The Al Hamra cafe serves daily breakfast buffet, snacks and a variety of French pastries. The hotel’s main restaurant, Al Andalus, offers a selection of continental, Asian and Arabic delicacies for lunch and dinner.
Madinah's main business and commercial areas are close by, including Sultana Street with its many stores and restaurants. The Madinah International Airport is 9 miles away.

Alhamdullilah Ya Allah..Kami diberikan Rahmat yang berlimpah ruah untuk merasakan Malam Nisfu Syaban dan Puasa Syaban  di Kota Madinah Al Munawaroh dan di Mesjid Nabi Nabawi.
Simak ya sejarahnya….
 Masjid Nabawi
Shalat di Masjid Nabawi nilainya sangat tinggi sebagaimana sabda Nabi SAW :
Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama 1000 kali dibanding shalat di masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali shalat daripada masjid lainnya. (HR. Ahmad Ibnu Huzaimah dan Hakim).


Sejarah Berdirinya
Waktu Rasulullah SAW masuk Madinah, kaum Anshar mengelu-elukan beliau serta menawarkan rumah untuk beristirahat. Namun Rasulullah SAW menjawab dengan bijaksana : “Biarkanlah unta ini jalan, karena ia diperintah Allah”. Setelah sampai di hadapan rumah Abu Ayyub Al Ansari, unta tersebut berhenti, kemudian beliau dipersilahkan oleh Abu Ayyub Al Ansari tinggal di rumahnya. Setelah beberapa bulan di rumah Abu Ayyub Al Ansari, Nabi mendirikan masjid di atas sebidang tanah yang sebagian milik As’ad bin Zurrah diserahkan sebagai wakaf. Sebagian lagi milik anak yatim Sahal dan Suhail anak Amir Bin Amarah dibawah asuhan Mu’adz bin Atrah, waktu membangun masjid Nabi meletakkan batu pertama selanjutnya kedua, ketiga, keempat dan kelima masing-masing oleh sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Kemudian dikerjakan dengan gotong royong sampai selesai. Pagarnya dari batu tanah (setinggi +/-  2m). Tiang-tiangnya dari batang kurma, atap dari pelepah daun kurma, halaman ditutup dengan batu-batu kecil, kiblat menghadap Baitul Maqdis, karena waktu itu perintah Allah untuk menghadap Ka’bah belum turun. Pintunya tiga buah yaitu pintu kanan, pintu kiri dan pintu belakang. Panjang masjid 70 hasta, lebar 60 hasta. Dengan demikian masjid itu sederhana sekali tanpa hiasan, tanpa tikar dan untuk penerangan waktu malam hari digunakan pelepah kurma yang kering dan dibakar. Masjid tersebut dibuat tahun ke 1 Hijriyah. Di sisi timur masjid dibangun tempat kediaman Nabi dan keluarganya yang kemudian jadi tempat pemakamannya.
Malamnya  Tgl 15 nisfu Syaban.

Diambil dari Buku “Menuai Amal sepanjang Masa” karangan Ustadzah Dra Hj. Tuty Sukayat HS,MA

Setelah Sholat Magrib ,dilanjutkan dengan sholat Awwabin 6 rakaat
Sholat Sunnat Awwabin : sholat sunnah sebanyak 6 rakaat yang dikerjakan orang” yang banyak bertaubat kepada Allah SWT.
Dikerjakan 3x 2 rakaat salam.
Nabi SAW bersabda:
‘Barangsiapa sholat 6 rakaat setelah Magrib sebelum ia berbicara,maka dengan amalan itu diampuni dosa”nya selama lima puluh tahun “ (HR Ibnu Nashr)
Sholat  dipimpin oleh Imam Ustadzah Hj.Tuty. dan dilanjutkan bersama” Baca Surat Yassin 3x.Setiap 1 kalinya membacakan doa.
Bacaan Yassin I: Memohon kepada Allah SWT agar dipanjangkan umur dan kesehatannya .
Bacaan Yassin II: Memohon rezeki yang banyak lagi halal dan berkah kepada Allah SWT untuk bekal beribadah kepadaNYA
Bacaan Yassin III: Memohon dikuatkan imannya serta khusnul khotimah.
Yassin I dipimpin oleh Ustadzah Tuty Sukayat,Yassin II oleh Ummi Siti dan Yassin III Alhamdullilah saya yang mimpin.
Kelebihan malam nisfu Syaaban sebagaimana sabda Nabi saw,
 Rasulullah saw telah bersabda: Apabila tiba malam Nisfu Syaaban maka kamu hidupkanlah malamnya dan kamu berpuasa di siang harinya, sesungguhnya Allah turun (hampir) padanya dari terbenam matahari ke langit dunia dan berfirman: Sekiranya terdapat orang yang memohon keampunan maka Aku ampunkannya, sekiranya terdapat orang yang meminta rezeki maka Aku beri rezeki kepadanya, sekiranya terdapat orang yang ditimpa bala maka Aku sejahterakannya, sekiranya begitu… sekiranya begini… sehinggalah terbitnya fajar.
 (Riwayat Ibnu Majah)
Makanya , pada Nisfu Syaaban kita digalakkan untuk berpuasa di siangnya serta menghidupkan malamnya dengan memperbanyakkan ibadah seperti membaca al-Quran, beristighfar dan melakukan sholat sunat. Kemudian mohonlah doa supaya diampunkan segala dosa, ditutup segala keaiban, dimurahkan rezeki dan dimudahkan segala kesusahan.
Alhamdullilah juga kami dipertemukan di Mesjid yang penuh Berkah ini dengan seorang Ibu Pimpinan Masjlis Taklim Mesjid Agung Bandung Hjh.Dadan.Kebetulan beliau kenal dengan Ustadzah Tuty dan beliau memberikan Doa” dalam bentuk Nyanyian( fotocopi yg sudah diperbanyak )..
Indah sekali..apalagi dibawakan dengan suara yang merdu sampai bulu roma berdiri membacakan sholawat Nabi dan doa” tsb.

Kami memperbanyak doa” dan shalawat Nabi serta Baca Al Qur’an.
Makan Malam di Hotel.Malamnya menjelang Sahur dan melanjutkan Ibadah di Masjid Nabawi sampai  Sholat Subuh.
Hari ke-2
Kami  berkumpul di lobby hotel untuk kemudian bersama-sama berziarah ke Makam Baqi yang berada di samping Masjid Nabawi.Makam Baqi adalah, tanah perkuburan di Madinah yang sudah ada semenjak zaman jahiliyyah. Disinilah Kemudian diantara putra-putri Nabi yang di makamkan di Baqi adalah, Ibrahim, Fatimah, Zainab, Ummu Kulsum dan Ruqayyah.




Untuk Jamaah Laki” dipandu untuk ziarah ke Makam Rasullulah dan ke Raudah.Sedangkan Jemaah wanita dipandu untuk ke Raudah dan sholat disana..
Sempat titip kamera ke Ustadz Zakir karena masuk Raudah Laki” sedikit lebih bebas ambil foto dibandingkan Raudah bagian wanita.
Makam Rasulullah SAW berdampingan dengan Raudhah. Raudhah adalah tempat yang terletak di antara kamar Rasulullah SAW dengan mimbar


Masjid Nabawi. Namun, kamar Rasulullah SAW kini menjadi makam beliau. Raudhah termasuk tempat yang mustajabah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW Raudhah adalah taman di antara taman-taman di surga. (al-Hadits)

Raudhah adalah satu tempat yang sangat mulia di dalam Masjid Nabawi. Selain menjadi lokasi Rasulullah SAW dan para sahabatnya beribadah dan tempat turunnya wahyu kepada baginda, ia juga merupakan taman syurga.
“Ruang antara rumahku dan mimbarku adalah satu taman daripada taman-taman syurga. Dan mimbarku terletak di atas kolamku”
Kedudukan Raudhah adalah di antara rumah Rasulullah SAW dan Sayyidatina Aisyah RA dengan mimbarnya. Panjangnya ialah 26 meter jika diukur dari timur bermula dari rumah tersebut hingga ke mimbar di sebelah baratnya.
Tetapi sekarang hanya tinggal 22 meter kerana telah disekat dengan pagar makam. Lebarnya pula 15 meter bermula dari Mihrab Rasulullah SAW di sebelah selatan hingga ke akhir rumah tersebut di sebelah utara mengikut pendapat yang masyhur di kalangan ulama’.
Sebagai tanda, tempat ini dihampari dengan karpet berwarna putih hijau.
Buku – Madinah Munawwarah Kelebihan dan Sejarah (Ust Abdul Basit Abd Rahman)
Kami ngantri untuk memasuki Raudah..Dari Rombongan Jemaah  Arab(Timur Tengah) berpostur besar dan tinggi yang berpakaian Hitam” dan bercadar masuk duluan baru golongan Asia seperti Indonesia,Malay,Singapura ,Pakistan masuk.Itupun berjubel dan berdesak”an .Memang ada waktu” khusus buat Jemaah Indo.Sampai Kepala Askarnya asli Indo ikut memberi wejangan sama Jemaah Indo supaya sabar dan tenang tidak berdesak”an dan tertib…
Alhamdullilah sampai juga di Raudhah dengan niat dan Doa buat Baginda Rasullulah SAW.
Kami dituntun oleh Ummi Siti untuk sampai terus maju ke shaft wanita paling depan sehingga kepala kita tidak berbenturan dengan orang.Sangat padat dan penuh perjuangan ,.Akhirnya bisa melaksanakan sholat 2 rakaat dan berdoa sambil sujud agar askar dan jemah lain tidak segera mengusir kita.Banyak doa” yang kami panjatkan disini tak terasa air mata berlinang dan terus menerus membasahi pipi.Nikmatnya Ya Allah berada ditempat ini tempat Doa Mustajab Insya Allah dikabulkan.
Berniat untuk malamnya ke Raudah lagi tapi sayang Ni Ed ternyata demam tinggi setelah berbuka Puasa..
Jadi waktunya kami habiskan sholat dan baca Alquran di dalam Masjid Nabawi saja.
Jumat pagi jamaah mengikuti Ziarah City Tour Kota Madinah dengan mengunjungi :
Masjid Quba,
\Masjid Quba adalah sebuah masjid yang terletak di daerah Quba, ± 5 km sebelah Barat Daya Madinah. Disinilah Kaum Anshar menyambut kedatangan Rasulullah SAW saat beliau berhijrah pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awal tahun 13 kenabiannya, atau tahun 53 dari kelahiran beliau. Di Quba inilah beliau mendirikan Masjid diatas tanah milik Kalsum bin Hadam. Masjid Quba adalah masjid yang pertama kali didirikan oleh Nabi Muhammad SAW Dan beliau setiap hari Sabtu mendatangi masjid ini dan juga mengajurkan para sahabat untuk mengunjunginya.
“Dari Sahl bin Hunaif RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang bersuci di rumahnya, kemudian datang ke Mesjid Quba dan shalat di dalamnya, maka ia mendapatkan seperti pahala umrah”. (HR Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Kami mampir di mesjid ini hanya untuk melakukan sholat 2 rakaat dan doa saja.Untuk menghormati Masjid yang I didirikan Rasullulah.

Jabal Uhud,

Jabal Uhud, di lembah gunung ini pernah terjadi peristiwa peperangan dahsyat antara kaum Muslimin yang berjumlah 700 orang dengan kaum Musyrikin Makkah yang berjumlah 3.000 orang. Dalam pertempuran tersebut sebanyak 70 orang kaum Muslimin gugur sebagai Syahid, diantaranya paman Nabi sendiri Sayyidina Hamzah yang dikenal dengan julukan Singa Padang Pasir.

Sempat berhenti dan ada yang jalan menuju Bukit Uhud untuk foto”.
Kami tidak sempat turun karena udara lumayan terik.
Masjid Qiblatain, Masjid Qiblatain, sesuai dengan namanya yang berarti “Masjid yang memiliki dua arah kiblat“. Karena pernah terjadi suatu peristiwa turunnya wahyu pada hari Senin, bulan Rajab tahun ke-2 Hijriah, ketika Nabi sedang melaksanakan shalat Dzuhur yang pada mulanya berkiblat ke Masjid Al-Aqsha di Palestina. Setelah turun ayat tersebut, Rasulullah menghentikan sebentar sholatnya kemudian membalikkan badan dan meneruskan kembali dengan mengubah arah kiblatnya ke Ka’Bah di Masjidil Haram. Dan hingga datangnya hari akhir nanti, arah kiblat tidak akan pernah berubah kembali.


            Masjid ini mula-mula dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun diatas tanah bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah. Disinilah turun wahyu surat Al Baqarah ayat 144, yaitu perintah Allah untuk mengalihkan arah kiblat dari masjid Al-Aqsha di Palestina ke Masjidil Haram di Makkah. Ayat ini turun saat Rasulullah SAW tengah shalat Zuhur di masjid Bani Salamah ini, pada hari Senin, bulan Rajab, tahun ke-2 H

Kita juga tidak mampir di masjid ini hanya melewati saja dan Ustadz Meidy menuturkan kisahnya.

Masjid Sab'ah (Khandaq)
Di lokasi ini pernah terjadi pengepungan kota Madinah oleh kafir Quraisy bersama dengan sekutu-sekutunya dari Yahudi Bani Nadhir, Bani Ghathfan dan lain-lainnya. Untuk menanggulangi penyerangan itu, Salman Al-Farisi mengajukan strategi pertahanan berupa parit. Usul tersebut diterima oleh Rasulullah SAW. Karena itulah maka peristiwa tersebut dinamai “Perang Khandaq” atau Perang Parit. Peristiwa pengepungan ini terjadi pada bulan Syawal tahun ke-5 H. Dalam peristiwa ini ada tujuh pos penjagaan yang kemudian dilestari-kan dalam bentuk masijd-masjid kecil, dan karena itu maka daerah ini dikenal dengan nama Masjid Sab’ah. Kemudian karena untuk pelebaran jalan, dua buah dari masjid-masjid dirobohkan, sehingga namanya menjadi Masjid Khamsah. Dan sekarang, masjid-masjid kecil tersebut dirobohkan untuk kemudian dibangun sebuah masjid besar dengan nama Masjid Khandaq.
Kita tidak mampir di Masjid ini.

Kebun Korma.





Belanja ole” Korma dan juga merasakan Korma matang lansung dipetik dari pohonnya.


Cukup banyak Ole” yang bisa kami beli di sini berbagai macam korma dan jenisnya.Serta Korma campuran coklat, Kacang dll.


Setelah puas belanja dan mencicipi berbagai jenis korma.Kami segera kembali ke Hotel untuk siap” Sholat Jumat di Masjid Nabawi.
Packing Barang” dikoper sudah siap karena dibantu Ustadz Zakir  untuk diambil Porter nantinya di Hotel.

Kita habis makan siang siap berangkat menuju Jeddah
To be continued…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar