Halaman

Minggu, 15 Juli 2012

ZIARAH/CITY TOUR KE TEMPAT BERSEJARAH DI SEKITAR KOTA MAKKAH AL MUKKAROMAH(IV)


HARI -4  MINGGU/1 JULI 2012
ITINERARY  HARI INI adalah:
JAMAAH BANGUN PAGI JAM 02.30 BERANGKAT KE MESJIDIL HARAM UNTUK SHOLAT TAHAJUD SHOLAT” SUNAT ,BACA AL QUR'AN DAN SHOLAT SUBUH BERJAMAAH
SETELAH SHOLAT SUBUH JAMAH KEMBALI KE HOTEL SARAPAN PAGI JAM 06.00 JAMAAH SIAP” BERANGKAT CITY TOUR /ZIARAH KE TEMPAT” BERSEJARAH(NAPAK TILAS HAJI) DI KOTA MEKKAH
JABAL TSUR,PADANG ARAFAH,JABAL RAHMAH,MUZDALIFAH,MINA. DILANJUTKAN MENGAMBIL MIQOT UNTUK UMROH KE II DI JA’RONAH SETELAH ITU DIAKHIRI ZIARAH DI JABAL NUR (GOA HIRO),PEMAKAMAN MA’LA,MASJID JIN,LALU KEMBALI KE HOTEL UNTUK SEGERA UMROH II
JAMAH MEMPERBANYAK IBADAH ;ASHAR,MAGRIB DAN ISYA DI MASJIDIL HARAM SETELAH MAKAN MALAM,ACARA BEBAS DAN ISTIRAHAT.JAM 23.00

 ZIARAH/CITY TOUR TEMPAT BERSEJARAH:


JABAL TSUR, BUKIT PELINDUNG RASULULLAH DARI KAFIR QURAISY


(Diambil dari Sumber: http://www.jurnalhaji.com )
1.    Memandang ke arah selatan dari Masjidil Haram di Kota Makkah, akan tampak barisan bukit batu terhampar memanjang. Berjarak lima kilometer dari Kota Makkah, barisan bukit batu tersebut adalah Jabal Tsur, perbukitan tertinggi di Makkah Al-Mukarromah.
2.    Jabal Tsur atau Gunung Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur.Gua Tsur merupakan tempat yang dijadikan perlindungan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabatnya, Abu Bakar RA. Rasul dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraiys.
3.    Kala itu, tahun 622 Masehi, Rasulullah Muhammad SAW berniat hijrah ke Kota Madinah untuk mencari tempat penyebaran Islam yang lebih kondusif. Namun, kaum kafir Quraisy yang tak menginginkan ajaran Muhammad menyebar ke luar Makkah, melakukan pengejaran untuk menghalangi niat Rasulullah.
4.    Dalam kondisi terdesak, Rasulullah dan Abu Bakar memilih masuk ke Gua Tsur atas petunjuk yang diberikan Allah SWT melalui malaikat Jibril. Di gua yang berada di Jabal Tsur nan tandus itulah Rasulullah dan Abu Bakar berlindung selama tiga hari tiga malam.
5.    Upaya pengejaran kaum kafir Quraisy menemui jalan buntu manakala sampai di sekitar gua. Kendati sudah berada di depan pintu masuk gua, kaum kafir Quraisy terkecoh dengan keberadaan sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang menutupi jalan masuk ke gua.
6.    Kaum kafir Quraisy tak melanjutkan mengejar ke dalam gua. Mereka berpandangan, tak mungkin ada orang yang sebelumnya masuk tanpa merusak sarang laba-laba dan membuat burung merpati terbang dari sarangnya. Dengan logika itu, kaum kafir Quraisy pun angkat langkah dan menghentikan pengejaran, kembali ke Kota Makkah.
7.    Peristiwa pertolongan di Jabal Tsur serta persembunyian Rasulullah Muhammad SAW dan Abu Bakar di Gua Tsur diabadikan melalui firmah Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 40. Ayat itu berbunyi: ””Bila kamu tidak mau menolong Rasul, maka Allah SWT telah menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan sahabatnya.

Kita hanya lewat saja tanpa berhenti karena cukup jauh bila harus mendaki bukit tersebut.Waktunya tidak cukup untuk hari ini.

PADANG ARAFAH,
Sumber: Wikipedia
Padang Arafah  merupakan daerah terbuka dan luas yang terletak di sebelah timur luar kota suci Makkah, disinilah umat Islam menunaikan rukun wukuf. Wukuf di padang Arafah merupakan salah satu rukun haji, bagi mengingati kembali peristiwa di mana Nabi Adam a.s. dan Hawa telah diturunkan ke bumi dari syurga atas sebab mengingkari perintah Allah dan terpedaya oleh tipu daya Iblis. Mereka telah dipisahkan di dunia ini dan mengambil masa 40 tahun untuk bertemu kembali. Tempat pertemuan mereka adalah di Padang Arafah iaitu di Jabar Rahmah. Di sinilah bertahun-tahun mereka memohon ampun daripada Allah. Akhirnya permohonan mereka diterima Allah.Wukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijjah bererti berhenti seketika di padang itu.Berada di padang Arafah dalam suasana hangat dan panas terik memberi peringatan awal kepada umat Islam mengenai keadaan di padang Mahsyar di mana semua manusia tanpa mengira bangsa,pangkat atau kedudukan akan dihimpunkan untuk menerima pengadilan berdasarkan amalan makruf dan mungkar mereka semasa di dunia.
Menuju Padang Arafah yang luas  kita diberitahu nantinya Musim Haji akan dipenuhi oleh Jutaan Umat manusia yang tumpah ruah disini untuk melakukan Wukuf.
Bersyukur bisa melihat lansung kondisi Padang Arafah yang sunyi sebelum dilakukan Wukuf nanti yang Insya Allah Tahun ini akan saya datangi kembali saat wukuf.
Kami juga diberitahu tempat wukuf buat Rombongan Haji Regular dan Plus Indonesia.Beda tempat dan beda fasilitas pastinya sesuai dengan tariff dan ongkos Hajinya.




JABAL RAHMAH,
Jabal Rahmah yang berarti bukit penuh rahmat, selalu dipenuhi peziarah karena mempunyai sejarah penting dalam Islam.Dikisahkan, di bukit inilah Nabi Adam dan Hawa bertemu setelah 200 tahun diturunkan dari langit ke bumi. Konon, di tempat ini merupakan tempat terbaik untuk berdoa meminta jodoh.
Bila seseorang berdoa di atas bukit ini untuk meminta pendamping hidup, niscaya doanya dikabulkan Allah. Wallahualam. Sayangnya, kekhusyukan jemaah yang berdoa sedikit terganggu oleh para tukang foto keliling dan pedagang yang sibuk menjajakan dagangan serta anak” pengemis yang tangannya pada bunting akibat kena hukuman.


Tidak seperti Jabal Tsur dan Jabal Nur yang terlihat gersang dan tetap terjal, di Jabal Rahma sudah tersedia anak tangga untuk mencapai ke puncaknya.
Di pelataran parkir juga terdapat papan petunjuk tentang bukit ini, termasuk sejumlah larangan yang dilakukan pengunjung


Kami diberi kesempatan untuk mendaki Bukit ini yang sudah disediakan tangga” yang rapi.Sampai diatas tak lupa berdoa dan minta diabadikan namanya di tembok dengan menuliskan nama suami-istri tanpa menggunakan tinta.


MUZDALIFAH
Sumber:
http://www.dalil-alhaj.com/my/alifada_mt.htm
http://hasansagaf.wordpress.com/
Muzdalifah terletak antara Mina dan Arafah. Batasnya dari wadi Muhassir sampai Al-Ma’zamain atau dua gunung yang saling berhadapan yang dipisahkan oleh jalan. Muzdalifah ini termasuk masy’aril haram dan tanah suci.
Sebagaimana firman Allah :Surah Al-Baqarah,ayat:198
فَإِذَآ أَفَضْتُم مِّنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُواْ اللَّهَ عِندَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِن كُنْتُمْ مِّن قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّآلِّينَ

“Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy`arilharam. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat”.  
Menurut ibnu umar ra. yang dimaksud dengan Masy’aril haram dalam ayat tersebut ialah Muzdalifah seluruhnya.
Dikisahkan bahwa Rasulullah saw. ketika melaksanakan haji wada’ beliau menjamak shalat Maghrib & isya’ di Muzdalifah. Hadis riwayat Abu Ayyub ra. Bahwa ia pernah salat Magrib dan Isyak bersama Rasulullah saw di Muzdalifah pada haji wada (HR Muslim). Muzdalifah juga merupakan tempat mabit atau bermalam, setelah meninggalkan Arafah tanggal 9 Dzulhijjah. Jamaah Haji dianjurkan untuk sholat Maghrib & Isya jama’ ta’khir dengan satu Azan dan 2 kali Iqamat di Muzdalifah, lalu menuju ke Mina setelah shalat Subuh. Dianjurkan memungut batu kerikil untuk melempar Jumrah di Mina atau diperbolehkan juga memungut batu kerikil di Mina. Di Muzdalifah ada Masjid Masy’aril Haram atau disebut juga masjid Muzdalifah di sana.


Ifadhah Dari Arafah Ke Muzdalifah:
·         Apabila tenggelam matahari hari Arafah jemaah Haji menuju ke Muzdalifah sambil bertalbiah, bertakbir, bertahlil dan memuji kepada Allah sambil berkata:
(الله أكبر الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد)
Serta berkata:
(إليك اللهم أرغب, وإياك أرجو, فتقبل نسكي ووفقني, وارزقني فيه من الخير أكثر مما أطلب, ولا تخيبني, إنك أنت الله الجواد الكريم).
·         Jemaah Haji berjalan ke Muzdalifah dalam keadaan tenang, perlahan-lahan serta tetap tanpa tergesa-gesa supaya tidak menyakiti orang lain.
·         Ketika jemaah Haji sampai ke Muzdalifah, dia cuba berhenti berhampiran dengan masjid Masy'arilharam (Jabal Qazah) jika tidak menjadi kesulitan untuk berbuat demikian.
·         Dia disunatkan banyak berdoa, berzikir, bertalbiah dan membaca mana-mana ayat Al-Quran yang mudah baginya.
( فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّين َ* ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيم)

Doa Ketika Sampai Di Muzdalifah


Allahumma inna hazihi muzdalifatu jumi ’at fiha alsinatun mukhtalifatun tas’aluka hawa’ija mutanawwi’atan, faj’alni mim man da’aka fastajabta lahu wa tawakkala ‘alaika fakafaitahu ya arhamar-rahimin.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya ini Muzdalifah telah berkumpul bermacam-macam bahasa yang memohon kepada-Mu hajat keperluan yang aneka ragam. Maka masukkanlah aku ke dalam golongan orang yang memohon kepada-Mu, lalu orang yang memohon kepada-Mu, lalu Engkau penuhi permintaannya, yang berserah diri pada-Mu lalu Engkau lindungi dia. Wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.”
Kemudian apabila kita  bertolak turun dari padang Arafah (menuju ke Muzdalifah) maka sebutlah nama Allah (dengan doa,"talbiah" dan tasbih) di tempat Masy'ari Haram (di Muzdalifah), dan ingatlah kepada Allah dengan menyebutNya sebagaimana Dia telah memberikan petunjuk hidayah kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu adalah dari golongan orang-orang yang salah jalan ibadatnya. Selain daripada itu kamu hendaklah bertolak turun dari (Arafah) tempat bertolaknya orang ramai dan beristighfarlah kamu kepada Allah (dengan memohon ampun) sesungguhnya Allah amat pengampun lagi amat mengasihani.

MINA.
Merupakan salah satu tempat yang wajib nantinya dikunjungi oleh Para Jemaah Haji.Jaraknya dari Mekkah atau Muzdalifah sekitar 7-8 Km.Bermalam dan Mabit di Mina merupakan Wajib Haji.
Berada di Mina sekurang”nya separo malam (hampir 6 jam)

.Mina merupakan tahan haram karena lokasinya berdekatan dengan Makkah. Jaraknya dengan Makkah kurang lebih 7 km. Mina adalah perkampungan kecil yang dihuni oleh manusia setahun sekali dengan tujuan mabit (bermalam) dalam rangka manasik haji, karena itu orang Arab menyebutnya Mina.
Pada hari-hari biasa Mina merupakan desa kosong dan sedikit dihuni penduduk, walaupun terlihat bangunannya permanen. Mina mulai penuh didatangi oleh jamaah haji pada tanggal 8 Dzulhijah atau sehari sebelum wukuf di Arafah. Jamaah haji tinggal disini sehari semalam sehingga dapat melakukan sholat lima waktu. Kemudian setelah sholat Subuh tanggal 9 Dzulhijah, jamaah haji berangkat ke Arafah. Kemudian Jamaah haji datang lagi ke Mina setelah selesai melaksanakan wukuf di Arafah yaitu tanggal 10 sampai dengan tanggal 13 Dzulhijah dan wajib untuk bermalam dan melempar jumrah pada hari hari tersebut.
Adapun pergi ke Mina pada tanggal 8 Dzulhijjah (Tarwiyyah) hukumnya sunah. Sementara itu mabit atau menginap di Mina dan melontar Jumrah merupakan wajib haji, artinya bila tidak dikerjakan maka hajinya tetap sah namun dia harus membayar denda yang disebut dalam bahasa Arab ”dam”.
AMBIL MIQOT UNTUK UMROH KE II DI JA’RONAH
Mesjid Jaronah. Menurut penuturan Ustadz Meidy , mesjid ini didirikan oleh seorang janda yang frustasi  di jaman Nabi Muhammad. Janda ini pekerjaanya menyulam, jika sulamannya sudah selesai akan dirobek dan kembali disulam. Mesjid ini bentuknya masih sama seperti awal pembuataanya. Di mesjid Jaronah inilah kita melakukan miqot untuk Umroh yang ke dua.
Sholat 2 Rakaat untuk segera lansung menuju Bis kembali.



JABAL NUR (GOA HIRO),
Jabal Nur terletak kurang lebih 6 km di sebelah utara Masjidil Haram. Di puncaknya terdapat sebuah gua yang dikenal dengan nama Gua Hira. Di gua inilah Nabi Muhammad saw menerima wahyu yang pertama, yaitu surat Al-’Alaq ayat 1-5.

PEMAKAMAN MA’LA,
http://hasansagaf.wordpress.com/2010/10/20/pemakaman-mala
al-Ma’lah, pemakaman keluarga besar Bani Hasyim, keluarga Rasulullah saw, yang kemudian dijadikan pemakaman umum, terletak sekitar 1 km utara masjidil Haram.  Pemakaman ini dikenal juga dengan nama Jannatul Ma’la yang artinya surga al-Ma’lah. Siapa gerangan yang tidak tergiur utuk dimakamkan di pemakaman ini?
Dan yang paling istimewa, di kaki bukit ini terdapat makam istri Rasulallah saw yang tidak pernah dimadu, siti Khadijah binti Khuwailid ra. Dulu kuburan beliau diberi tanda dengan didirikan kubbah besar sehingga nampak jelas bagi yang ingin berziarah. Sayangnya, kubbah itu diratakan sehingga sulit bagi penziarah untuk mengetahui dimana istri Rasulallah saw disemayamkan. 
Siti Khadijah binti khuwailid ra merupakan wanita pertama yang menyambut seruan iman tanpa membantah dan berdebat, bahkan ia tetap membenarkan, menghibur, dan membela Rasulallah saw di saat semua orang mendustakan, menghina dan melecehkan beliau. Ia telah mengorbankan seluruh hidupnya, jiwanya, dan hartanya untuk kepentingan dakwah Rasulallah saw. Ia rela melepaskan kedudukanya yang terhormat di kalangan bangsanya dan ikut merasakan pahit getirnya perjuangan dan penderitaan yang dikenakan pada keluarga Rasulallah saw. Jasa beliau yang besar pada risalah nubuwah dan kemuliaan akhlaknya sangat membekas di hati suaminya, Rasulallah saw, sehingga beliau selalu menyebut nyebut kebaikanya walupun Khadijah telah wafat. Makanya tak heran jika Allah telah menyampikan salam khusus Nya untuk Khadijah ra melalui perantaraan Jibril as kepada Rasulallah saw disertai kabar gembira “Aku telah sediakan baginya rumah di surga yang dibuat dari emas dan tiada kesusahan baginya atau kepayahaan”.
Jelasnya, pemakaman Ma’la merupakan komplek pemakaman istimewa yang berada sejak zaman jahiliyah. Keistimewaannya telah disebut dalam sebuah hadits yang terkait dengan pemakaman Ma’la dari Abdullah bin Masud ra, bahwa Rasulallah saw bersabda “Allah membangkitkan dari tempat ini (pemakaman Ma’la) dan dari seluruh tanah Haram 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab atau tanpa perhitungan dosa. Setiap orang dari mereka dapat membawa 70.000 orang. Wajah mereka cerah dan bersinar bagaikan bulan purnama. (Al-Jundi Fi Fadhailil Makkah)

 MASJID JIN,
Sumber:
http://hasansagaf.wordpress.com/2010/06/20/masjid-jin
Masjid Jin terletak di al-Hujun, di daerah Sulaiminiyah di sebelah selatan Pekuburan Ma’la, jaraknya kurang lebih 3 km dari Masjidil Haram. Masjid ini termasuk masjid yang punya nilai penting dalam sejarah Islam, makanya banyak dikunjungi jama’ah haji atau umrah.
Kalau diperhatikan sebetulnya masjid ini terhitung sangat sederhana. Tapi jutaan peziarah selalu menyempatkan untuk mengunjunginya. Mereka pada umumnya datang bukan hanya untuk melaksanakan shalat ataupun duduk beri’tikaf di dalamnya. Mereka datang juga untuk melihat dari dekat tempat bersejarah ketika Nabi saw menerima wahyu sehingga turunnya ayat ayat al-Qur’an yang kemudian dipatenkan nama Surat Jin.



Masjid yang ukurannya kurang lebih 12×22 meter ini merupakan tempat yang memiliki riwayat penting dalam da’wah Rasulallah saw . Diriwayatkan ketika Nabi saw dan para sahabat sedang salat subuh di tempat tersebut dan dibacakan beberapa ayat Al-quran, sekumpulan Jin melewati tempat itu dalam perjalanan mereka ke Tihamah. Mereka mendengar bacaan beliau dan merasa kagum. Setelah Rasulallah saw membacakan Alquran, para jin ini kemudian membai’at Nabi saw untuk beriman kepada Allah dan Rasul Nya. Makanya masjid ini juga di beri nama “Masjid Bai’ah”, karena ditempat ini para Jin berjanji (ber-bai’at) kepada Rasulullah saw.
Peristiwa ini diabadikan Allah dalam Al-Quran dan suratnya dinamakan surat al-Jin. Di tempat itulah Allah menurunkan wahyu kepada Nabi saw dalam surat Al-Jin ayat 1-2 yang berbunyi:
قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ ٱسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَقَالُوۤاْ إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآناً عَجَباً * يَهْدِيۤ إِلَى ٱلرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَن نُّشرِكَ بِرَبِّنَآ أَحَداً

Telah diwahyukan kepadamu bahwa sekumpulan Jin mendengarkan ayat Al-quran. Lalu mereka berkata: “sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-quran yang menakjubkan. Yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, karena itu kami tidak akan mempersekutukan Allah SWTkami dengan siapapun juga”.
 KEMBALI KE HOTEL UNTUK SEGERA UMROH II
Setelah mengakhiri Ziarah ke beberapa tempat bersejarah kita mampir ke Hotel untuk Wudhu atau merapikan Pakaian/kain Ihrom  karena kita bersiap untuk Umroh ke-2.
Panas terik Kota Mekah dengan temperature 45’C siang itu kita lewati dengan melakukan Thawaf dengan sempurna dan sholat 2 rakaat…


Alhamdullilah….
Saat Sai ,Azan Sholat Zuhur berkumandang dan kita berhenti sejenak untuk melakukan sholat Zhuhur dulu.
Umroh ke-2 Mama menggunakan Kursi Roda yang didorong oleh Ustadz Zakir..Karena pinggang dan kaki beliau sakit sehingga jalan cukup berat apalagi melakukan Thawaf dan Sai’.Jalur yang dipakai   tidak sama dengan jalur kita Umroh.
Selesai Thawaf dan Sai tak lupa kita minum Air Zam” yang sangat banyak di sediakan di pingiran” sehingga bisa buat wudhu,cuci muka, menyiram kepala dan minum melepas dahaga tentunya…
Do’a sebelum minum air zam-zam:
Allahumma inni as-aluka ‘ilman nafi’a, wa rizqan wasi’a, wa    
 syifaan minkullii dak, wa saqomim birohmatika ya arhamarrohimin”
Ya Allah, aku memohon kepadaMu kiranya aku diberi ilmu yang bermanfaat, rizki yang lapang dan disembuhkan dari berbagai penyakit dan kepedihan dengan rahmat-Mu ya Allah Tuhan yang maha pengasih lagi penyayang”
Selalu Baca doa tsb bila kita hendak meminum air Zam-zam yang berlimpah ruah selama di Masjidil Haram ini.Insya Allah segala penyakit dan kelelahan sirna..Kembali ke Hotel untuk Makan siang dan istirahat.Tetap menjaga kondisi kesehatan dan banyak minum air putih agar tidak dehidrasi akibat cuaca yang sangat terik di sana.
Alhamdullilah kami sehat walafiat..Malah selama di mekkah Obat"an yang cukup banyak tidak tersentuh sedikitpun..Apalagi Obat sakit kepala yang sering digunakan di Indo malah tidak pernah diminum..
Alhamdullilah YRA...Semua ada berkahnya kalau kita ikhlas dan Ridho padaNYA...

 
To be continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar