Halaman

Sabtu, 06 Februari 2016

SERBA HIJAU MENAWAN DI GREEN MOSQUE (YESIL CAMI) BURSA…EDITION 9


Perjalan kami hari ini diteruskan ke Green Mosque yang terletak bersebelahan dengan Green Mouselaum (makan sahabat nabi) dan juga berbelanja di Silk market yang terkenal dengan Sutera Turkiyenya.
Green Mosque atau Yesil Cami(1412-1419)..Cami artinya Mesjid bahasa Turkiyenya. 
Merupakan kawasan kekuasaan Ottoman Turkiye sebelum terjadinya penaklukan Constantinopel pada th 1453.Mesjid Yesil dikenal juga dengan Mesjid Mehmed I yang terletak di sebelah Timur Bursa.Komplek serba hijau ini  yang terdiri dari Mesjid,Sekolah,Dapur dan Tempat mandi yang menyatu dalam satu kompleks yang bersisian dengan komplek pekuburan Sultan.

Arsitektur masjid dibawah hasil karya Hadji Ivaz Psha dan interiornya kreasi Ali bin Ilyas dan Mehmet el mecnun.Serba hijau baik lantai dengan carpet yang sejuk dipandang mata,desain dinding dan hiasan dekorasi interior masjid.

Dari luar masjid terlihat biasa saja dibanding dengan mesjid masjid di Turkiye.Terlihat tempat wudhu dari kayu seperti gazebo yang tidak begitu jauh dari pintu masuk Mesjid.Bagian luar masjid berwarna putih dengan kubah besar dan tertutup marmer.Yang sangat istimewa marmernya dipahat dengan gradasi sangat indah dan fantastic… Gradasi mengerucut ke atas kubah .Dengan hiasan tulisan Arab yang memenuhi pintu pintu luar Mesjid.
Begitu juga jendela jendela berjumlah puluhan dengan pahatan bergradasi..sangat indah.
Sebelum kami masuk ke Mesjid diberi plastic untuk menyimpan sepatu dan sandal.Tak lupa di beri pengarahan oleh Eda Tour Leader kami tentang sejarah Mesjid nan megah ini.Kami sempat sholat sunat Tahiyatul mesjid 2 rakaat di sini..
Sementara disamping Mesjid terdapat bangunan besar sepereti masjid tak kalah indahnya dari Green Mosque yaitu  Yesil Turbe ( Green Tomb) merupakan makam dari kelima Sultan Ottoman Mehmed I yang dibangun oleh Putra Mehmed dan penerus Murad II.Setelah kematian Sultan th 1421 kebetulan arsitek yang sama dengan Green Mosque Haci Ivaz Pasha.



Sayang waktu sudah makin senja rombongan ibu” lebih memilih ke Silk Market dibandingkan ke kuburan..Akhirnya kami memilih masuk ke salah satu pertokoan terbesar Silk House yang dijaga super ketat oleh pria pria ganteng persis berada  disamping Green Mosque.

Sayang didalam produk produk silknya tidak boleh difoto hanya boleh dibeli.
Berhubung di sini Silk pilihan dan quality nomer wahid jelas harganya sangat mahal dibanding di Grand Bazar.Untuk satu selendang atau phasmina silk dibanderol dengan kurs rupiah 4-5 jeti wow..kerennn..Tidak banyak yang belanja disini kecuali salah satu keluarga yang memang sudah terbiasa beli barang barang bermerek..Dibanding kita 1 phasmina dapat 1 koper oleh oleh..olala...
Perjalanan hari ini berakhir menuju Hotel Kervansaray Bursa dengan dinner Makan malam buffet International...

 
 







to be continued.. 
 http://meciko.blogspot.co.id/2016/02/berburu-oleh-oleh-khas-bursa-di-outlet.html

2 komentar:

  1. Menarik sekali tulisan tentang masjid hijau turki ini, ijinkan saya untuk mengambil beberapa informasi mengenai masjid ini untuk saya tulis ulang

    BalasHapus
  2. Oh Silahkan senangnya berbagi ilmu bia berguna untuk masyarakat..

    BalasHapus