Halaman

Selasa, 25 Oktober 2016

FLOATING MARKET LOK BAINTAN..SENSASI BELANJA HASIL PANEN DI ATAS KLOTOK.. EDISI 6


Hari ke-2 Sabtu setelah sholat subuh  dan sebahagian belum mandi habis ngupi ngupi cantik kami jam 6 siap untuk menelusuri Pasar terapung (Floating Market) Lok Bintan.Pasar Terapung ini berada agak pedalaman dengan menyusuri aliran sungai atau bisa juga dengan lewat darat.Berada di daerah administrasi Kabupaten Banjar dan bukan masuk wilayah Banjarmasin.
Hanya 30 menit dari Rumah dinas Om Afid kita menuju sebuah Rumah makan Soto Banjar Bang Amat yang sangat legendaris itu.
Rumah makan Soto Banjar ini berdiri sejak tahun 2002. Jam buka dari jam 07.00- 17.00 khusus Hari Jumat TUTUP.Sayang sekali saat kami sampai kami menemukan pengumuman kalo Soto bang Amat tutup 1 minggu karena mereka ada hajatan..duh duh sayang..tidak sempat mencicipi Soto yang paling tersohor..Walau soto yang lain sempat kami nikmati akhirnya.
Ternyata aliran sungai Martapura  persis di belakang warung soto ini salah satu jalan alternative  menuju Floating Market Lok Baintan.
Awalnya rencana kami mau pakai seragam kaos berlogo Banjar.Ternyata tidak semuanya ada ukurannya sehingga sebahagian pakai baju Kaos yang lain.

Perahu Motor alias Klotok sudah disewa oleh Mas Wawan jadi kami tinggal naik saja lagi.Udara mendung saat kami memulai perjalanan menyusuri aliran sungai Martapura menuju ke Pasar Terapung Lok Baintan.
Team BRI sudah menyiapkan minuman ,air mineral dan Roti untuk pengganjal perut di pagi hari.
Perahu Motor atau Klotok yang sudah disewa ternyata cukup luas dengan kapasitas bisa 20 orang beralaskan tikar kami bisa menikmati suasana kampong di tepi sungai Martapura.Melihat aktifitas penduduk Banjar di pagi hari setelah Subuh dan matahari belum memperlihatkan sinarnya.Udara segar dan sedikit mendung.
Perahu motor juga mempunyai de katas sehingga bila ingin mendapatkan view yang seru dan fantastis maka kita harus membungkukan badan untuk naik ke dek atas perahu.


Terlihat view kiri kanan sungai pemandangan keseharian masyarakat Banjar di Pagi hari .Belum terlihat banyak aktifitas di pagi menjelang siang apalagi udara terlihat mendung dan hanya beberapa ibu ibu terlihat mencuci.Setelah menempuh perjalan sekitar ½-1  jam sampailah kami di Pasar Terapung Lok Baintan.Terlihat banyak sekali Klotok klotok mendekati perahu kami.Sayang saat sampai hujan deras mengguyur Bumi Banjar sehingga transaksi dilakukan ditengah derasnya hujan .Begitu banyak pedagang wanita dengan topi lebarnya menawarkan dagangan beragam hasil bumi,buah”an.Buah’an dari pisang,mangga,buah seperti mangga mini serta jeruk Banjar.
Kami menawar jeruk 1 keranjang besar untuk dimakan rame rame serta buah mangga mini alias Kasturi (Mangifera Kasturi) sejenis mangga yang sudah hampir punah dan hanya tumbuh di hutan  dan hanya berasal dari Kalimantan Selatan buah yang khas  yang ternyata rasanya manisss sekali padahal kulitnya masih hijau  dan masih ada terlihat getahnya di panggal buahnya.  

Begitu banyak hasil bumi yang ditawarkan lansung pedagang atau mungkin juga hasil panen mereka di lading sendiri.Termasuk Jerum Siam Banjar (Citrus Suhuensis) yang sering juga dikenal dengan nama Jeruk Madang (dari Barito Kuala) atau Jeruk Mahang dari Hulu Sungai tengah Kalimantan Selatan).Jeruknya sangat manis tidak peduli warna kulitanya masih hijau atau hijau kekuningan tetapi warna isi dalamnya orange matang..slruuup manisnyaaa..
Sayang hujan lebat membuat kami tidak leluasa berinteraksi dengan pedagang di sepanjang aliran sungai pasar Terapun gini.
Terlihat begitu sigap dan semangat  umumnya ibu” yang tanpa lelah mencari nafkah untuk membantu suami dan anak anaknya di rumah…hebat ya kaum perempuan Indonesia…


Perjalanan kami lanjutkan kembali kearah kami tadi naik perahu.hujan mulai reda terlihat aktifitas penduduk mulai menggeliat .Hanya butuh waktu ½ jam kami sudah sampai di pinggiran warung Soto Banjaar Mang Amat.Lebih cepat ya dibanding berangkat tadi karena tadi kita sambil lihat" kiri kanan dan jalan klotok juga pelan.
Meskipun warung tutup.Tapi kami masih sempat mejeng mejeng manja di tepi sungai sambil memegang “Kambuik” yang unik bikin yang melihat foto kami jadi naksir dan minta dibelikan..jiaaahh..

Berhubung kami batal sarapan pagi di soto Banjar Bang Amat akhirnya pilihan jatuh ke Nasi Kuning Banjar dengan lauk bebek  dan Lontong Banjar.Sayang saya sudah lupa nama daerah dan lokasi kedainya.Tetapi sarapan yang enak.
Setelah kenyang baru kami kembali ke Rumah Dinas om Afid untuk siap siap mandi dan ganti Kostum Merah.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar