Halaman

Sabtu, 02 September 2017

KAGUM PARA SAHABAT AKAN PESONA LEMBAH HARAU EDISI 5

Hari ke-3 Tgl 18 Agustus 2017 kami menginap di Hotel ke-2 dalam Travelling kami di Minang Maimbau Grand Malindo Bukittinggi..Berada di tengah Kota Bukittinggi nan sejuk Jl Panorama No 30 Kayu Kubu Guguk panjang,Kota Bukittinggi.
Hari ke-3 ini kami menggunakan DC warna Orange yang menyala.
Destinasinya : Kelok Sembilan Mega Proyek Jembatan Terbesar-Lembah Harau-Makan Siang di Kampuang tangah-Bukittinggi City tour-Lobang Japang-Ngarai Sianok-Jam Gadang-Great Wall-Shopping Pasar Atas Bukittinggi
Saat Sarapan pagi di hotel terlihat Cici menggunakan DC kerudung warna Krem sementara Kita sepakat memakai Orange .Padahal kemaren beli kerudung warna warni.Akibat diprotes habis teman teman akhirnya Cici nyerah dan ganti kerudung menjadi Orange..gitu donk biar kompak…pake  tutorial  kerudung ala Mbak Lusy..
Terlihat beberapa teman” memakai Kerudung Kerancang  khas Bukitinggi yang kemaren sudah di borong.Orange memang warna yang sangat semarak dan cerah.Apalagi dengan kehebohan kami di pagi hari saja di Hotel sebelum kita jalan full day ke arah Payakumbuh.Kami menginap di Grand Malindo untuk 2 malam sehingga koper” kami masih berada 1 malam lagi di sini.
Jam 9 kurang kita sudah siap untuk meluncur kearah Payakumbuh.Destinasi awal harusnya kita menuju Lembah Harau tetapi atas kesepakatan bersama destinasi terjauh dulu yang akan kami datangi.
Pondok Jagung Super Manis F1Aina Kawa Daun
Perjalanan kami sudah hampir sampai ke Payakumbuh 5 km sebelum Kota sesampai di Piladang persis di pinggir jalan Raya Bukittinggi-Payakumbuh berada di Koto baru-Batu hampar Piladang.
Malin mengajak kami untuk mencicipi kuliner Kawa Daun dan Serba serbi snack dari jagung Manis di Pondok Jagung Super Manis F1 Aina.
Kami mampir pas saat butuh selingan snack dan mencoba Kawa Daun yang mungkin masih baru bagi kawan”.
Beragam penganan tersedia di pondok ini Jagung rebus,Risoles Jagung,Kolak Jagung,Pergedel Jagung,Donat Jagung,Puding Jagung,Kacang Tojin jagung,Keripik jagung bahkan ice cream Jagung dan Juice jagung.Semua serba Jagung.

Barangkali hanya segelintir orang yang tahu kalau pemilik Pondok ini bukan siapa siapa dulunya dari kerja serabutan dari Sopir Taxi,Garin Mesjid ,Petani Jagung terakhir penjaja Jagung rebus keliling.Berkat ketekunan beliau  namanya Imam akhirnya sukses membudidayakan jagung manis yang dibuat berbagai penganan serba jagung.Begitulah uletnya orang Minang yang patut ditiru dan dicontoh nich.Sekarang beberapa Kedai Jagung beliau sudah tersebar di Payakumbuh.
Ada yang unik dari Minuman Kawa Daun.Daun yang berasal dari Daun Pohon Kopi yang rasanya seperti tea.

Masyarakat Payakumbuh dan sekitar Tanah Datar  zaman dahulu sudah sangat pintar meracik daun Kopi menjadi Kawa Daun. Kenapa bikin Tea dari Daun Kopi .Nach ada sejarahnya zaman Belanda sekitar abad 19 mereka menerapkan tanam paksa Kopi di Tanah Minangkabau karena Kopi merupakan Komoditi export yang sangat mahal.Sehingga petani yang memetik biji Kopi harus menyerahkan seutuhnya ke gudang Kopi tanpa sedikitpun menyisakan biji Kopi buat mereka.Sungguh malang Nasib Petani kita hanya bisa menanam Kopi mahal tanpa bisa menyicipi rasa Kopi yang mereka tanam.Timbul ide untuk mengolah daun Tanaman Kopi menjadi minuman Kawa Daun yang berarti  minuman dari daun Kopi.Daun Kopi dijemur dan dikeringkan diatas perapian kemudian setelah kering kemudian di racik sedemikian rupa menjadi segelas minuman Kopi yang berasa tea.Biasanya disajikan dalam wadah batok kelapa dalam bentuk Mangkok diseruput dengan sedotan Kayu Manis.Sehingga rasanya segar dan manis.Biasanya ditemani dengan goreng gorengan dan duduk di bale bale bamboo dekat pematang sawahslruuupppss. Segarnya.
Beberapa manfaat dari Kawa Daun bisa menurunkan Hipertensi,melancaran saluran pernafasan bagi yang sesak nafas,menghangatkan badan menambah stamina dan vitalitas.

KELOK 9- MEGA PROYEK JEMBATAN LAYANG
Perjalanan kami teruskan menuju kelok 9 di daerah Jorong Aie putiah ,Nagari Sarilamak Harau berada sekiatr 30 km sebelah timur Kota Payakumbuh.Kami mampir di salah satu POM Bensin  dengan Mesjidnya yang indah  yang berada di Nagari Sarilamak karena Uni Ita terserang sakit perut apa maagnya kambuh atau salah makan waktu sarapan pagi di hotel dan mungkin juga mencoba Kawa Daun yang tidak cocok dengan pencernaan beliau.Sehingga waktu kami cukup lama habis di Pom Bensin karena beliau mules terus terusan.Walah gak bisa dibawa makan makanan kampong nich si uni..karena mungkin sehari”nya beliau dengan Dabro selalu makan makanan sehat dan pilihan .
 Waktu semakin siang apalagi hari ini Jumat kami sampai di Kelok 9 mencoba ruas jalan yang lama dengan patahan dan kelokan maut yang sangat terkenal dulunya rentan tabrakan dan menjadi ajang keberanian sang sopir Bus bila melewati daerah Kelok 9 ini.Sekarang sejak dibangunnya Mega Proyek Kelok 9 yang diresmikan oleh Presiden SBY  Oktober 2013 sehingga jalan yang lama yang berkelok kelok   dipergunakan untuk satu arah saja.
Mega Proyek jembatan layang sepanjang 2,5 km membentang di antara 2 bukit yang sangat terjal apalagi dipasang tiang tiang beton kokoh dan kuat setinggi 58 m.Panorama dan indahnya Kelok 9 membuat daerah ini menjadi Destinasi “Hot” saat ini.Dua perbukitan diantara 2 cagar alam yaitu Cagar Alam Aie Putih dan cagar Alam Harau membuat pesona kelok 9 semakin mempesona.
Sayang daerah baru ini dipenuhi dengan pedagang kaki lima yang masih belum terlokalisasi sehingga hampir memenuhi tepi jalan raya.Perlu mencari solusi untuk melakukan penertiban PKL sehingga panorama Kelok 9 tidak dirusak oleh pedagang Kaki Lima .
Setelah kami foto” disini dan beberapa pedagang Foto menawarkan Foto hasil jepretannya bila dibandingkan dengan daerah wisata lainnya Kelok 9 paling murah Harga Foto yang sudah jadi.Apalagi terjadi transaksi transfer foto via USB harganya jadi murce..hiks

Dari awal saya sama Uni Yanti sudah arrange waktu makan siang nantinya di rumah Nenek Hanif(Mertua) yang berada di Harau persis di Kampuang tangah dekat SD 01 Sarilamak.Setelah diskusi dengan Malin akhirnya kami sepakat setelah dari Kelok 9 baru kita mampir ke rumah Mertua.Prediksi awal Bus akan kami parkir di depan halaman rumah Kak Epi(kk Ipar) yang berada di depan jalan raya.Pas turun barulah saya info ke teman” kalau kita makan Siang Ala Kampuang Harau di rumah Mertua…Wow mereka surprise sekali gak sangka saya akan bawa mampir mereka ke rumah nenek..hebat gak bocor surprise kami.
Sambil berjalan mereka tak lupa masih foto” karena view dan Panorama Lembah harau sudah makin terlihat dari depan rumah Kakak.
Ternyata di rumah kami sudah ditunggu keluarga dari nenek,adik  kakak,ponakan  ,etek” semua hadir.Betapa senang dan bahagianya keluarga bisa ketemu dengan teman teman kantor saya dulu.Apalagi teman" benar benar surprise disuguhi makanan ala kampuang..

Beragam menu ala kampuang sudah disediakan Nenek.Memang saya sudah info kalau nantinya sediakan menu kampuang seperti Goreng Baluik Lado Hijau,Gulai Jengkol Rebung ,Lotek, Urap,Gulai Ikan Lalapan..
Wah dikira pada malu malu taunya nambah 2-3 kali..sampai gak putus putus bolak balik.Untung keluarga sudah terbiasa menerima tamu baik teman kuliah,teman SMA/SMP sering untuk reunion rumah Mertua .jadi sudah terbiasa dan tidak canggung lagi.Apalagi nenek sebelum kita pulang sudah bungkus” Makanan kampuang seperti gelamai,Lamang Baluo,Bareh Barandang(Ladu)..seruuu 
Tanpa terasa siang makin terang habis sholat Jamak jamaah  di kamar nenek lagi (katanya di kamar aja Ibu ibu..pamali sholat diluar..xixi).Kami pamit setelah ngobrol sebentar dengan Adik Fitri dan Neri karena ternyata Malin teman SMPnya Fitri..wah makin seru obrolan kami.Sayang si uni Ita makin lama makin tambah sakit sehingga beliau kita suruh istirahat di kamar  sementara kami jalan ke Destinasi “Aka Barayun” dan “Sarasah bunta”.Dikira Dabro tinggal nemenin sang istri ehh taunya beliau malah ikut kita jalan ..hihi..gak mau rugi nich si bule..
Bila mau tau sejarah tentang Lembah Harau tentang 2 destinasi Aka Barayun dan Sarasah Bunta cekidot ini ya….
Sudah pernah dibahas  tahun 2012 panjang lebar  di sini cekidot:
 http://meciko.blogspot.co.id/2012/04/padi-nenek-menguning-di-lembah-harau.html


Kami mampir di view Harau valley saat hujan lebat membasahi tanah Harau..Sampai hujan reda baru kami bisa mengambil view indahnya Harau.Betapa kagum dan terpesonanya para sahabat setelah tahu betapa indah dan mempesonanya Nagari Lembah Harau..Ini baru daerahnya ..belum makanannya..terakhir orangnya upppsttt..kangen 
gak bawa doi nich pulkam..
foto sama yg punya Harau...xixi

Destinasi Sarasah Bunta tak kalah indah dan menariknya.Apalagi di sana ditemukan beberapa sarasah(air terjun) yang kami datangi salah satu saja karena tidak ada niat untuk mandi dan berenang.

Lelah berkeliling kami mampir disebuah warung dekat parkir Bus sambil nunggu teman teman kumpul sambil ngeteh dan ngopi celutukan celutukan heboh saling sahut menyahut..Indahnya moment langka ini..waktu ngantor mana bisa bebas seperti ini.Apalagi diantara kami ada beberapa petinggi JHHP yang waktunya habis tersita di kantor..hiksss..ketemu juga di kantin atau sepintas kalau mampir ke Ruangan…tetapi di sini kami bebas sebebasnya becanda berciloteh tanpa ada pembatas..seruuuu…indahnya moment ini.
Pulang dari Sarasah Bunta kami mampir di rumah Kak Epi dulu untuk jemput Uni ita yang tadi istirahat di rumah Nenek.Kelihatan sedikit segar karena sudah istirahat.Perjalanan kami dilanjutkan untuk beli Oleh oleh Rumah Randang NIKMAT.
RUMAH RANDANG NIKMAT
Rendang Tradisional Minang “NIKMAT” sejak tahun 2002  sudah dirintis oleh sepasang suami Istri, Ibu DIA  yang awalnya hanya kecil kecilan saja.Beragam variasi rendang tersedia di sini Rendang Suir,Rendang Paru,Rendang Telur,Rendang Tumbuak,Rendang ubi,Rendang Belut,Rendang Balado,Serundeng,Keripik kentang,Sanjai bahkan yang terbaru kami coba Rendang dari Jantung Pisang..Persis seperti rasa dendeng kering..Benar benar kreatif dan inovatif. 
Hari semakin senja Destinasi hari ini kita banyak habiskan di Payakumbuh dan Lima Puluh kota tambah lagi Uni Ita sakit jadi kita memberi waktu yang lebih longgar agar beliau bisa istirahat.Setelah kami sepakat mau makan malam di Bukittinggi atau mencoba Sate Danguang Danguang yang terkenal di Payakumbuh.Akhirnya kami putuskan mencoba Kuliner Payakumbuh:SATE DANGUANG DANGAUNG “BET BUR” di tepi Pasar payakumbuh.
Sate Dangaung Dangaung disebutnya karena berasal dari Desa Danguang Danguang daerah di kabupaten lima Puluh kota .Sate dengan kuah kuning yang berisi santan kental ditaburi bawang goreng.Sementara Daging Sapinya dibalut parutan kelapa kering..Wow bau dan rasa yang menggoda..Makan sate disini kuah yang berisi ketupat  dengan dagingnya dipisah sehingga kita bisa makan daging sepuasnya..kuatnya paling 20 tusuk...kenyaaaang...

Kota Payakumbuh kami tinggalkan menuju Bukittinggi karena sudah kenyang di bus teman teman tinggal tidur untuk menuju Hotel .Sudah larut tidak mungkin juga kami City Tour di Kota Bukittinggi.Berharap besok pagi kami akan City Tour Bukit dulu sebelum meninggalkan kota Bukittinggi yang sejuk nan indah.
Carito basambuang
https://meciko.blogspot.co.id/2017/09/pesona-wisata-kota-jam-gadang-dalam.html











Tidak ada komentar:

Posting Komentar