Halaman

Selasa, 03 Februari 2015

SEKATENAN BERAKHIR GREBEG MAULUD TRADISI LELUHUR JAWA KASUNAN SURAKARTA,,Edisi 8


Hari 1 di Surakarta after breakfast di Restonya yang dipenuhi kuliner Solo kami memutuskan untuk jalan kaki ke depan Hotel.Persis di depan Hotel terletak Keraton Kasunan Surakarta  yang kebetulan sekali hari ini ada acara Gunungan Maulid Nabi Muhammadf SAW yang diberi istilah jawa Sekaten 2015.Gunungan yang dibawa dari dalam istana menuju Mesjid Agung Surakarta yang berada tidak jauh dari Hotel Royal Heritage.
Ternyata perayaan Malem Sekatenan berlansung dari 11 Dec s/d 4 Jan 2015.
 Sementara di alun alun utara Keraton Surakarta terdapa Pasar Malam yang dipenuhi oleh pedagang" berbagai makanan,pakaian,minumam dan cindera mata seperti Pasar rakyat.
Acara sekaten merupakan upacara adat Keraton memperingati Hari lahir Nabi Muhammad SAW yang sudah turun temurun diperingati oleh masyarakat Jawa.
Tidak saja pedagang kaki lima tetapi juga atraksi" dan permainan seperti tong setan,komedi putam,odong odong,mancing bola,scooter, trompolin .

Walaupun malamnya kami sempat mampir ke sini kembali tapi upacara sekatenan menyita perhatian masyarakat dan juga wisatawan lokal dan manca negara.

Terlihat saat menunggu gunungan keluar dari Keraton jalanan sudah penuh sesak dijejali masyarakat yang melihat lansung tradisi turun temurun ini
Berada di dalam keraton untuk melihat lansung upacara Sekaten sangat langka apalagi kami tidak sengaja ke Surakarta untuk mencari acara tradisi leluhur nenek moyang ini.Selalu diberi anugerah berlebih saat melakukan perjalanan ke suatu tempat.
Jam menunjukan jam 11 siang.arak"an para bangsawan keraton, sultan,keluarga, pegawai dan abdi dalem terlihat berjalan sesuai pangkat dan derajat kebangsawananya.

 Tidak beberapa lama keluarga Keraton keluar menuju Mesjid agung
 Gunungan yang ditunggu tunggu akhirnya keluar dari dalam keraton 
Tradisi Sekaten ini awalnya dengan mengeluarkan 2 gamelan pusaka Keraton yaitu Gamelan kyai Guntur Madu dan Gamelan kyai Guntur Sari.
Kedua Gamelan itu ditaruh di Pelataran Mesjid Agung Surakarta untuk dibunyikan selama 1 minggusampai seluruh kegiatan ditutup dengan Sekaten atau Grebeg Maulid yang paling besar dan saat ini kami lansung bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri..

Sayangnya kami tidak sempat menghantarkan gunungan sampai ke Mesjid Agung sehingga tidak melihat aksi rebutan gunungan yang diyakini membawa rezeki dan berkah buat rakyat .Mereka akan mengambil apa saja dari bagian gunungan karena diyakini berkah dari keraton..
Grebeg Maulud yang diusung tadi merupakan sedekah dari Raja Surakarta untuk rakyat berupa hasil bumki,jajanan pasar berupa makanan traditional.
Benar saja saat iring iringan seluruh upacara usai menuju Mesjid Agung, hiasan" istana berupahiasan  janur  habis ditarik dan dipreteli masyarakat.
Sayang kami gak ikutan ngambil...alamakkk.

Berakhir sudah acara Sekatenan selama 2 minggu tsb.Sehingga perjalanan kami untuk memasuki Istana Surakarta dapat direalisasikan karena saat upacara istana tertutp oleh masyarakat kecuali hanya anggota keluarga,para kalangan istana saja.








tobe continued
http://meciko.blogspot.com/2015/02/karaton-surakarta-hadiningrat-usai.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar