Halaman

Selasa, 05 Mei 2015

BATU GANTUNG “LEGENDA KOTA PARAPAT ” DI TEPIAN DANAU TOBA ..EDITION 8

 Perjalanan menggunakan Ferry Horas Horsik dilanjutkan sebelum kita sampai di Pulau Samosir  menuju salah satu destinasi yang melegenda yang dipercayai oleh rakyat Parapat sabagai sebuah legenda rakyat turun temurun.
Kami menuju sebuah tebing  karang terjal yang berada disisi tepian Danau Toba .Terlihat dari jauh hanya sebuah batuan yang sudah hitam yang menggantung di sebuah tebing hanya berukuran  sekitar 2 m dan menyerupai bentuk manusia.Wallahu alam.
Menurut kisah zaman dahulu kala Batu Gantung ini merupakan penjelmaan seorang Gadis Cantik yang bernama”Seruni”.Nasib tragis gadis cantik yang akan dijodohkan oleh orang tuanya sementara dia sudah mempunyai pria idamannya.Seruni yang sedang ditemani anjing kesayangannya “Toki” berada di ladang melamun dan putus asa.Ia menuju ke tepian Danau Toba tanpa disadarinya ia terperosok ke dalam lubang yang sangat dalam .Lubang batuan cadas hitam yang sangat gelap dan dalam .

Sambil berteriak minta tolong ke anjing kesayangannya sementara anjingnya tidak dapat membantu majikannya.Akibat putus asa di dalam lubang besar si gadis makin berputus asa “lebih baik aku mati saja daripada lama hidup mendwrita”.Tanpa diduga dinding” batu cadas bergerak merapat >Parapat! Parapat Batu…Parapat…seru si Gadis.

Anjing yang setia menggonggong menuju ke rumah majikan untuk memberi sinyal ke orang tua si Gadis.Orang tua si Gadis menuju arah lobang tempat anaknya terperosok bermaksud membatu ayahnya si Gadis tiba” bumi bergoncang hebat dengan gemuruhnya lubang batu itu menutup tiba” dan si Gadis tidak dapat diselamatkan dari peristiwa tadi.
Tiba tiba muncullah batu besar yang menggantung di tebing terjal itu.Rakyat mempercayainya itu jelmaan si Gadis Seruni yang kemudian diberi nama “Batu Gantung”.dan pasar/pekan ditepian Danau Toba tersebut di diberi nama “Parapat”.

Parapat yang sekarang dikenal sebagai Kota di tepian Danau Toba yang menjadi salah satu Destinasi terkenal di Provinsi Sumatera Utara.
Memang terlihat sangat kecil sehingga kami harus melihatnya menggunakan teropong.

Selalu saja ada cerita atau legenda di tiap tempat destinasi terkenal seperti kisah batu Naga di Korea Selatan  "DRAGON HEAD ROCK".Semakin banyak kami berjalan di muka bumi ini semakin banyak tahu budaya dan cerita rakyat di setiap tempat yang dikunjungi.
http://meciko.blogspot.com/2014/07/last-day-jeju-dodragon-head-rock-si.html

kembali ke laptop...hehe
Perjalanan kami lanjutkan menuju Pulau Samosir destinasi utama kami di Hari ke-3 Toba Tour Hamka 30...
Hanya berjarak 30 menit saja kami sudah merapat di dermaga Tomok penyebrangan terkenal di Pulau Samosir.















To be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar